Google

Thursday, July 12, 2018

🚿MANDI JUM'AT WAJIB


((الْغُسْلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ وَأَنْ يَسْتَنَّ وَأَنْ يَمَسَّ طِيبًا إِنْ وَجَدَ))

🚿“Mandi pada hari Jum’at itu wajib bagi setiap orang yang sudah baligh.

⚱Dan hendaklah dia menyikat gigi serta memakai wewangian jika punya.” 

📚HR. Al-Bukhari (no. 880) dan Muslim (no. 850).

Sahabat Jangan Lupa Mandi Wajib dan amalan sunnah Hari Jum'at

Sunnah Di Hari Jumat
1. Perbanyak Doa, Dzikir dan Sholawat
2. Baca Surat Al-Khafi
3. Berikan sedekah/Infak/Wakaf Terbaik..

🕌 [H-5] Ramadhan 1439 H

Sahabat, mari perbanyak beramal untuk bekal Akherat 

 Jumat Barokah
Undang keberkahan dan pertolongan Allah dengan Perbanyak Berbagi, Semoga Sahabat menjadi orang yang mempunyai banyak Bekal untuk akherat.

Wednesday, July 11, 2018

PUASA DAN AL QUR'AN AKAN MEMBERIKAN SYAFA'AT PADA HARI KIAMAT


Dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda: 

(الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة، يقول الصيام: أي رب، منعته الطعام والشهوات بالنهار، فشفعني فيه، ويقول القرآن: منعته النوم بالليل، فشفعني فيه، فيشفعان) رواه أحمد.

“Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat. 

🌙Puasa berkata: “ Wahai Rabb, ia telah menahan makan dan syahwatnya pada siang hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya. 

📖Al Qur’an berkata: “ Ia telah terjaga pada malam hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya.

💐Maka puasa dan shalat memberi syafaat kepadanya."

📚HR. Ahmad

Monday, July 9, 2018

Sholat adalah Amal yang pertama kali dihisab

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. 
[HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466]


Jadi..Apakah Sudah Benarkah Shalatku ???

Sebaik-baiknya shalat adalah shalat seperti yang dicontohkan Nabi Saw.


صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي 
Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat (HR.Bukhari, Muslim & Ahmad) 

"Bila shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya. Sebaliknya jika shalatnya rusak, maka rusak pula semua amalnya" (HR. Ath Thabrani)

Sunday, July 8, 2018

Puncaknya posisi seseorang di hadapan Allah Swt


Puncaknya posisi seseorang di hadapan Allah Swt adalah orang yang Ihsan, karena mereka itulah yang beruntung dan mendapatkan hidayah dari Allah Swt. Mengapa demikian? Karena mereka beribadah seakan-akan selalu dilihat Allah, walaupun mereka tidak bisa melihat Allah Swt, sehingga hidupnya akan berusaha sekuat tenaga untuk berbuat baik yang diridhoi Allah Swt.

Mari kita simak ayat berikut ini: “Inilah ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung hikmat. Menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan (Ihsan). (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Mereka Itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Lukman: 2-5).

Yaa Allah Yaa Robbi, jadikanlah Al-Qur’an petunjuk, rahmat dan berkah bagi kami. Aamiin ya rabbal alamin

Semoga Bermanfaat

SIAPLAH MENGHADAPI UJIAN, KALAU ENGKAU MENDAMBKAN SURGA.


Allah ta'ala berfirman:

{أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ}

"Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kalian. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), Sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” 

✅Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.

QS. Al Baqarah: 214

Semoga Bermanfaat

Thursday, September 28, 2017

Manfaat kesehatan dari shalat Dhuha di ajaran umat Islam


Shalat Dhuha adalah shalat orang yang kembali kepada Allah setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena tempat berbaringnya panas."
[HR. Muslim]

Hasil gambar untuk sholat


Shalat Dhuha dapat dikerjakan sekitar 20 menit setelah matahari terbit hingga masuk waktu shalat Zuhur. Namun, waktu yang paling afdhal untuk mengerjakan shalat ini adalah ketika matahari naik sepenggalah atau sekitar pukul 8.00-9.00 WIB. Barangkali, inilah waktu yang dimaksud oleh Rasulullah saw mengenai waktu anak-anak unta bangun karena tempat berbaringnya telah panas.

Buraidah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Dalam tubuh manusia, terdapat 360 persendian dan ia wajib bersedekah untuk setiap persendiannya." 
Para sahabat bertanya, "Siapakah yang sanggup, wahai Rasulullah ?" Beliau menjawab, "Dua rakaat shalat Dhuha sudah mencukupinya."
[HR. Ahmad dan Abu Dawud]

Maksud sedekah bagi setiap persendian adalah melakukan peregangan pada persendian-persendian tersebut, termasuk otot dan tulang. Peregangan sangat diperlukan oleh tubuh sebelum kita melakukan aktivitas. Rasulullah saw menyinggungnya dengan ungkapan yang sangat santun, yaitu 'hak dari setiap persendian'. Dan hal itu cukup dilakukan dengan dua rakaaat shalat Dhuha.

Dr. Ebrahim Kazim, seorang dokter, peneliti, dan direktur Trinidad Islamic Academy, menyatakan bahwa gerakan teratur dalam shalat Dhuha akan menguatkan sendi, otot, dan tendonnya, serta berpengaruh terhadap sistem kardiovaskular. Gerakan dalam shalat Dhuha bisa berfungsi sebagai peregangan dan persiapan untuk menghadapi aktivitas keseharian. Bedanya dengan olahraga biasa adalah shalat Dhuha mempunyai pahala dari Allah SWT.
Dr. Ebrahim Kazim menyatakan, "Ada ketegangan yang lenyap ketika kita mengerjakan shalat. Hal itu terjadi karena tanpa kita sadari, tubuh secara fisiologis mengeluarkan (sekresi) zat-zat seperti enkefalin, endorphin, dan dinorphin. Zat ini sejenis morfin, termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan morfin atau opiate lainnya. Bedanya, zat ini diproduksi sendiri oleh tubuh kita, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.
Jika benda-benda terlarang seperti morfin dapat memberikan kenikmatan sesaat namun disertai dengan berbagai efek negatif, enkefalin dan endorphin tidak. Kedua zat ini memberikan rasa bahagia, lega, tenang, dan rileks secara alami, menjadikan seseorang terlihat lebih optimis, hangat, menyenangkan, dan memberikan aura positif dilingkungannya. 

Monday, September 25, 2017

shalat tahajud adalah pembasmi stres alami


" Dan pada sebagian malam shalat Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."
[QS. Al-Isra' : 79]

Hasil gambar untuk sholat

Dr. Muhammad Soleh, seorang staf pengajar di IAIN Sunan Ampel Surabaya, mampu membuktikan bahwa shalat tahajud yang didirikan dengan rutin akan dapat mengatasi masalah stres. Melalui desertasi doktoral di bidang ilmu kedokteran pada Program Sarjana Universitas Surabaya dengan judul "Pengaruh Tahajud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh  Imunologik : Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi".

Dr. Soleh berangkat dari hipotesa bahwa hormon kortisol di dalam darah merupakan salah satu hormon stres. Kadar hormon ini terus meningkat saat kita berada dalam keadaan stres. Dengan kadar hormon yang terus meningkat, kita akan mudah berbuat salah, sulit berkonsentrasi dan daya ingat menjadi kurang baik. Hormon ini dijadikan sebagai tolok ukur untuk mengetahui derajat stres seseorang. Semakin tinggi hormon kortisol di dalam darahnya maka semakin tinggi pula tingkat stresnya. Pada pagi hari , hormon kortisol normal berkisar 38-690 nmol/liter, sedangkan pada malam hari sekitar 69-345 nmol/liter.

Disertasi ini melibatkan 19 mahasiswa yang terus mengerkjakan shalat Tahajud selama 2 bulan. Shalat Tahajud dimulai pada pukul 2.00 hingga 3.30 WIB dan dikerjakan sebanyak 11 rakaat, terdiri dari 8 rakaat 4 kali salam dan shalat Witir sebanyak 3 rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol 19 mahasiswa tersebut diperiksa di tiga laboratorium di Surabaya. 
Para mahasiswa yang mengerjakan shalat Tahajud secara rutin berbeda dengan mahasiswa yang tidak mengerjakannya. Mereka yang mengerjakan shalat Tahajud memiliki kadar kortisol yang rendah. Hal ini menndakan bahwa mereka memiliki ketahanan tubuh yang kuat dan kemungkinan individu yang tangguh sehingga mampu menanggulangi masalah-masalah sulit dengan lebih stabil.

Pada malam hari, alam memiliki spektrum warna putih dan suasana sangat hening serta tenteram. Bacaan yang kita lantunkan di malam yang hening seperti itu, dengan keadaan fisik kita yang diam dan pikiran yang berhenti sepenuhnya, akan memberikan dampak yang sangat besar dan mengesankan dalam berkomunikasi dengan Allah SWT. Dengan demikian, orang yang mengerakan shalat Tahajud akan merasakan ketenangan di dalam jiwanya.