Google

Thursday, August 16, 2018

Teknik Pembuatan Keputusan: Matriks Pilihan Berpasangan



Apa yang Dimaksud dengan Matriks Pilihan Berganda?
matriksPilihan-Berganda membantu tim untuk menentukan pilihan dari sejumlah alternative. Dalam sebuah daftar alternative yang ada, Anda membandingkan semua alternative yang ada dengan alternative lainnya. Setiap alternative dipasangkan dan dibandingkan dengan semua alternative yang lain. Dari masing-masing pasangan akan menghasilkan satu pilihan solusi.
Analogi yang paling mudah untuk menjelaskan system ini adalah system pertandingan olahraga di mana masing-masing regu dipertandingkan dengan regu lainnya untuk mendapatkan juara.

Kapan Sebaiknya matriks Pilihan-Berpasangan Digunakan?
Teknik ini sebaiknya digunakan ketika:
¨      Anda perlu membagi keputusan besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, yang mudah dibuatkan keputusannya.
¨      Anda memerlukan proses yang objektif untuk memastikan masing-masing alternative diperlakukan secara adil dan jujur sebagai bagian dari keputusan tim.
¨      Alternative yang ada relatif serupa.

Enam Langkah Teknik Matriks Pilihan-Berpasangan
Langkah 1:    Mengindentifikasi permasalahan, pilihan, dan tujuan
Langkah 2:    Mempersiapkan sesi pertemuan
Langkah 3:    Menentukan pilihan di antara pasangan alternative yang ada
Langkah 4:    Menghitung hasil perbandingan pilihan berpasangan
Langkah 5:    Mendiskusikan dan membahas hasilnya
Langkah 6:    Menutup sesi Matriks Pilihan-Berpasangan

Mari kita lihat bagaimana Teknik Matriks Pilihan-Berpasangan…
Digunakan dalam memilih rencana program perawatan kesehatan pada Spritzing Sprinkler Company…


Langkah 1: Mengidentifikasi Permasalahan, Pilihan, dan Tujuan
Tentukan permasalahan atau isu yang perlu Anda tangani dan tujuan yang ingin dicapai. Kumpulkan alternative yang ada untuk mencapai tujuan tersebut.
Para karyawan Spritzing Sprinkler Company…
Sedang berunding dengan penyedia jasa perawatan kesehatan. Penyedian jasa ingin menaikkan tarifnya 35 %, dan kebijakan tersebut akan diberlakukan mulai 1 Januari. Karena kenaikan 35% tidak bisa diterima oleh manajemen dan 250 karyawannya, perusahaan memutuskan untuk membentuk sebuah tim guna meneliti dan memilih rencana perawatan kesehatan yang baru.
Presiden perusahaan meminta lima orang sukarelawan dari lima departemen. Barbara, Mila, Manuel, Steve, dan Charlie bersedia memenuhi permintaan tersebut.
Pada pertemuan pertamanya, tim memilih Barbara sebagai pemimpinnya. Kemudian Barbara menugaskan setiap anggotanya untuk meneliti dua rencana perawatan kesehatan…\


Langkah 2: Mempersiapkan Sesi Pertemuan
Siapkan pertemuan dengan membuat bagan Matriks untuk membandingkan masing-masing alternative. Bagan tersebut harus tampak sebagai berikut:

Alternative A
Alternative B
Alternative C
Alternatif D
Alternative N
Alternative A





Alternative B
x




Alternative C
X
X



Alternative D
X
X
X


Alternative N
X
X
X
X


Jelaskan prosesnya kepada kelompok. Tuliskan alternative yang ada pada bagian paling atas secara horizontal dan pada sisi kiri bagan secara vertical. Bergeraklah secara horizontal mulai dari pilihan pertama, dan membandingkannya dengan semua alternative lain yang ada. Satu pilihan dipasangkan satu kali dengan satu alternative yang lain. Tuliskan pilihannya pada kotak yang menjadi persilangan pasangan tersebut. Proses ini diulangi lagi dengan memasangkan alternative yang terpilih. Begitu seterusnya sampai terpilih satu alternative yang dianggap terbaik.

Pada pertemuan tim yang kedua…
Barbara meminta rencana perawatan kesehatan yang telah tersedia dan menuliskannya di kotak sepanjang bagian atas dan sisi kiri bagan Matriks Pilihan-Berpasangan yang telah dibuatnya di atas Flip Chart sebelum pertemuan dimulai. Barbara menjelaskan kepada timnya agar menbandingkan masing-masing rencana dengan rencana yang lain, dengan demikian mereka memiliki beberapa pilihan dari pasangan pilihan yang ada.
Berikutnya, Barbara meminta anggota tim untuk melaporkan rencana perawatan kesehatan yang telah diteltinya…


Langkah 3: Menentukan Pilihan Diantara Pasangan Alternatif Yang Ada
Pemimpin mengkaji masing-masing pasangan pilihan dan meminta anggotanya untuk menentukan mana yang dianggap lebih baik. Pemimpin mencatat alternative yang terpilih, bukan jumlah suara yang memilih. Pemimpin melakukan voting kembali untuk semua pasangan alternative.
Barbara meminta anggotanya untuk menunjukkan tangannya…
Ketika dia membandingkan pasangan pertama,”Rencana A dan Rencana B.” Tim lebih suka memilih renccan B, dengan perbandingan suara empat banding satu, sehingga Barbara menuliskan Bdalam kotak persilangan alternative A dan alternative B.
Kemudian dia melanjutkan membandingkan Rencana A dengan Rencana C. tim lebih suka memilih C dengan perbandingkan suara tiga lawan dua. Lagi, Barbara menuliskan huruf C pada kotak persilangan antara alternative A dengan alternative C.
Proses demikian terus dilanjutkan sampai semua pasangan dinilai, dan hasilnya adalah sebagai berikut:

A
B
C
D
E
F
G
Total
A

B
C
D
A
F
G
1
B
X

B
D
B
B
B
4
C
X
X

C
C
F
G
2
D
X
X
X

D
F
D
2
E
X
X
X
X

F
G
0
F
X
X
X
X
X

G
0
G
X
X
X
X
X
X

0
Total
-
1
1
2
0
4
4



Langkah 4: Menghitung Hasil Perbandingan Pilihan-Berpasangan
Untuk masing-masing baris horizontal, hitung berapa kali pilihan dijatuhkan pada alternative tersbut, dan tulis jumlahnya pada kolom paling kanan. Misalnya, pada kotak baris alternative A, hitung berapa kali A ditulis pada baris tersebut. Demikian pula, untuk masing-masing kolom (baris vertical) hitung berapa kali pilihan dijatuhkan pada alternative tersebut, dan tulis jumlahnya pada baris paling bawah. Jumlahkan angka yang terdapat pada kolom paling kanan pada baris paling bawah untuk masing-masing alternative. Alternative yang memiliki angka paling besar adalah alternative yang paling disukai, atau yang terpilih. Jika ada dua pilihan yang nilainya sangat dekat, atau pilihannya sangat sulit maka:
Þ    Mintalah anggota untuk memilih mana yang terbaik.
Þ    Ulangi proses memasangkan tersebut dengan jumlah alternative yang lebih sedikit, yaitu alternative yang sudah terpilih (terutama jika ada tiga atau lebih alternative yang memiliki jumlah nilai yang sama).
Demikian juga, jika ada dua pilihan yang hamper sama, atau sangat sulit dipilih, Anda bisa menggunakan Teknik Penilaian Kriteria,

Barbara telah menghitung nilai…
Secara horizontal dan vertical menjumlahkan skor untuk masing-masing alternative, dan mendapatkan hasil sebagai berikut:
            Rencana B     5
            Rencana D     4
            Rencana F     4
            Rencana G     4
Rencana C     3
            Rencana A     1
            Rencana E     0
Tim tersebut bisa melihat bahwa…
Rencana B memiliki jumlah nilai tertinggi. Meskipun demikian, karena skor hasil voting begitu berdekatan- Lima untuk Rencana B da nada tiga alternative dengan skor sama-sama empat, Barbara merasa perlu memastikan bahwa timnya telah mencapai keputusan yang bisa diterima dan didukung oleh semua anggota. Dia meminta timnya untuk mengulang proses empat pilihan yang nilainya terbesar. Dan hasilnya jelas, jatuh pada Rencana B…




Langkah 5: Mendiskusikan dan Membahas hasilnya
Kajilah pilihan final dan diskusikan apa arti pilihan tersebut bagi tim. Ajukan pertanyaan berikut: apa, kapan, bagaimana, dan berapa banyak?

Barbara meminta Steve…
Untuk menjelaskan kepada timnrencana aman yang dipilih dan apa sebabnya Steve mengatakan,”Kita memilih Rencana B dengan membandingkan manfaat relatifnya terhadap ketujuh rencana. Kita merasa Rencana B lebih disukai, meskipun waktu menunggunya sedikit lebih lama.” Kelompok tersebut sepakat. Barbara berucap,”Saya hamper tidak percaya bisa membuat keputusan sesulit ini dalam waktu 35 menit. Tanpa teknik ini, kita akan berdiskusi berjam-jam.”…


Langkah 6: Menutup Sesi matriks Pilihan-Berpasangan
Pertemuan sudah saatnya ditutup bila:
v Tidak ada lagi keputusan yang harus dibuat.
v Tim telah memahami apa yang telah dipilihnya dan apa sebabnya menentukan pilihan tersebut.
v Telah mengucapkan terima kasih kepada anggota tim atas gagasan dan waktu yang diberikan.
Barbara menulis memo…
Kepada presiden perusahaan bahwa dia dapat menyalin hasil diskusi timnya mengenai pilihan final rencana perawatan kesehatan untuk perusahaan dan mendistribusikannya kepada siapa pun yang perlu mengetahui. Setelah mendistribusikannya, dia merasa yakin bahwa akan memiliki program perawatan kesehatan yang baru sebelum program perawatan kesehatan yang sekarang berakhir.

Friday, August 10, 2018

🔥Menggenggam dunia... ♨

✍Banyak manusia yang panjang angan-angannya untuk menggenggam dunia.
Mereka selalu iri dengan yang dimiliki oleh orang lain, sehingga setiap kali dia mendapatkan kenikmatan, tidak pernah bersyukur karena masih dibawah orang lain.
Sehingga pesan Nabi صلى الله عليه وسلم untuk melihat orang yang dibawahnya tidak pernah terbetik dalam benaknya.

 ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻧْﻈُﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﺃَﺳْﻔَﻞَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨْﻈُﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﻓَﻮْﻗَﻜُﻢْ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺃَﺟْﺪَﺭُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺗَﺰْﺩَﺭُﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢ
"Lihatlah orang yang ada di bawah dari kalian, jangan melihat yang ada di atas kalian, karena yang demikian lebih mendorong untuk tidak mengurangi nikmat Allah atasmu."

Padahal menggenggam dunia bagi seorang muslim itu begitu mudah 

Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengingatkan,

" ﻣَﻦْ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺁﻣِﻨًﺎ ﻓِﻲ ﺳِﺮْﺑِﻪِ، ﻣُﻌَﺎﻓًﻰ ﻓِﻲ ﺟَﺴَﺪِﻩِ، ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻗُﻮﺕُ ﻳَﻮْﻣِﻪِ؛ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﺣِﻴﺰَﺕْ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ "
"Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya dan  memiliki makanan untuk hari itu; seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya". (HR., Tirmidzi, 2346 dan dihasankan Al-Albani)

Alangkah mudahnya untuk menggenggam dunia dalam konsep Islam. Cukup dengan bermodalkan rasa aman di dalam rumah tempat kita bertinggal, tubuh yang sehat wal afiat serta memiliki stok makanan yang bisa dikonsumsi dalam sehari itu. 
Cukup sudah...

"..Dunia dan akhirat itu umpama rumput dan padi... Tanamlah padi, rumput kan tumbuh jua, tetapi tanam rumput, tak kan tertumbuh padi... Begitulah jua dunia dan akhirat... Kejar akhirat, dunia akan didapat bersama... Kejar dunia, maka hanyalah dunia semata-mata”...

Rasulullah mengingatkan untuk selalu bersyukur dan sadar bahwa selama ini kebahagiaan dan kedamaian telah kita miliki.
Rasulullah menyampaikan bahwa untuk hidup mulia –layaknya seorang penguasa dunia- cukup dengan tiga hal di atas.

Syukurilah yang ada... 
Niscaya dunia digenggaman tanganmu... 

Semoga Bermanfaat

Thursday, August 9, 2018

Teknik Pembuatan Keputusan: Metode Kartu Konsensus



Apa Yang Dimaksud Dengan Metode kartu Konsensus?
Metode kartu consensus adalah suatu metode diskusi kelompok yang memanfaatkan kartu (kita sebut sebagai kartu konsensus) sebagai peraga untuk menunjukkan posisinya dalam diskusi. Kartu Konsensus dibuat dari potongan kertas yang dilipat sehingga bisa membentuk tiga muka. Masing-masing muka memiliki warna berbeda-beda yaitu merah, kuning, dan hijau. Masing-masing warna dimanfaatkan sebagai alat komunikasi yang menunjukkan posisi pemiliknya:
Merah            = Saya tidak setuju dan tidak mendukung keputusan.
Kuning           = Saya masih menerima keputusan dan mendukungnya.
Hijau              = Saya setuju dan mendukung keputusan.
Konsensus tercapai apabila semua anggota tim menunjukkan kartu hijau dan atau kuning.

Kapan Metode Kartu Konsensus Digunakan?
Metode Kartu Konsensus dimanfaatkan untuk mendapatkan keputusan tim katika:
Þ    Membutuhkan pendapat yang disampaikan secara tatap muka.
Þ    Mendiskusikan suatu masalah rumit yang mengundang berbagai reaksi dan pendapat yang pelik serta bersifat kontradiktif dari anggota tim.
Þ    Akan mengidentifikasi berbagai alternatif untuk memecahkan suatu masalah (misalnya, diskusi untuk menjajagi suatu bidang baru)
Þ    Telah diketahui adanya penghalang potensial yang harus segera dibahas dalam diskusi dan mendapatkan jawaban secepatnya.

Empat Langkah menggunakan Metode Kartu Konsensus
Langkah 1: Menetapkan pokok permasalahan dan tujuan diskusi.
Langkah 2: Menyiapkan pertemuan.
Langkah 3: Menyampaikan pokok permasalahan dan mendiskusikannya.
Langkah 4: Menutup sesi Metode Kartu Konsensus.
Mari kita lihat sebuah contoh..
Pelaksanaaan Metode Kartu Konsensus oleh tim desain pada Perusahaan Sepeda Human Ccle…
Langkah 1: Menetapkan Pokok Permasalahan dan Tujuan Diskusi
Tetapkan pokok permasalahan yang harus dipecahkan. Tentukan pula tujuan yang akan dicapai dari pertemuan tersebut.

Musim liburan sekolah telah di ambang pintu…
Tetapi sepeda Human Cycle belum ada yang terjual. Presiden memanggil sejumlah toko utama yang menjual produknya dan menemukan bahwa 90% pelanggan mengeluh karena sepeda Human Cycle modelnya ketinggalan zaman. Berbekal informasi tersebut, presiden memanggil tim desain dan memintanya untuk memutuskan apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan.
Peter, pemimpin tim desain, yakin bahwa perdebatan mengenai desai sepeda pasti akan panas. Oleh karena itu dia menyarankan agar tim menggunakan Metode Kartu Konsensus dalam diskusinya. Tim telah sepakat untuk menerima usul pemimpinnya. Tim secara bersama juga telah menetapkan tujuan pertemuan yaitu: mencari jalan agar perusahan Sepeda Human Cycle bisa berkembang dengan memecahkan masalah usangnya desain…


Langkah 2: Menyiapkan Pertemuan
Dalam menyiapkan pertemuan Metode Kartu Konsensus, ada tiga hal yang harus dilakukan: menetapkan tata tertib dan kerangka waktu pertemuan, menjelaskan penggunaan dan makna dari kartu Konsensus, dan menyusun kartunya.

TATA TERTIB METODE KARTU KONSENSUS
Anggota tim harus bisa melihat dengan jelas anggota yang lain dan kartu konsensusnya.
Moderator mengatur pembicara dan menjaga agar tidak terjadi kebuntuan dalam diskusi kelompok.
Setiap peserta berhak menyampaikan seluruh gagasannya sampai selesai tanpa diinterupsi oleh peserta lain.
Peserta boleh mengajukan pertanyaan setelah mendapat izin dari pemimpin tim.
Siapa saja boleh memberi penilaian asal bersifat terbuka dan bersedia mendengarkan serta gagasan orang lain.

Menyusun Kartu Konsensus
Lipat kertas atau karton berwarna yang telah disiapkan dan bentuk menjadi segi tiga muka. Gunakan kartu ini untuk mengekpresikan pikiran Anda. Tunjukkan warna merah apabila Anda ingin mengatakan “tidak” atau “Saya tidak bisa menerima gagasan yang dikemukakan dan saya tidak berkomitmen untuk mendukungnya.” Warna hijau untuk mengungkapkan “Ya” atau “Saya setuju dengan gagasan yang dikemukakan dan tentu saja saya berkomitmen untuk mendukungnya.” Warna kuning untuk mengatakan “Saya masih bisa menerima gagasan tersebut dan bersedia untuk mendukungnya.”
Sebelum pertemuan dimulai, setiap peserta menunjukkan Kartu berwarna kuning untuk mengindikasikan posisi netral.
Sambil mendengarkan, secepatnya peserta menunjukkan warna hijau, untuk mengungkapkan persetujuannya terhadap pembicara. Jangan tunjukkan warna merah yang berarti stop sampao masalah yang dikemukakan tuntas. Peserta boleh mengubah ke warna lain sesuai dengan sikapnya terhadap gagasan yang dikemukakan.

Peter, pemimpin tim desain…
Telah menjadwalkan pertemuan tim berlangsung selama dua jam. Begitu pertemuan dimulai, Peter membagi kartu Konsensus dan mengumumkan,”Hari ini kita akan mendiskusikan suatu pokok permasalahan untuk mendapatkan keputusan yang sangat penting. Anda telah mendapatkan kartu Konsensus dengan tiga muka yang masing-masing muka memiliki warna yang berbeda merah, kuning, hijau.”
“Siap? Mari kita mulai.”…


Langkah 3: Menyampaikan Pokok Permasalahn dan Mendiskusikannya
Dalam kelompok, pokok permasalahan atau topik yang ada disampaikan dan dibahas satu persatu. Setiap topik dibahas secara tuntas. Setelah suatu persoalan selesai dibahas, pemimpin tim mengidentifikasi peserta yang setuju dengan pembicara- yaitu mereka yang menunjukkan warna hijau. Pemimpin tim juga mengidentifikasi mereka yang tidak setuju dan yang netral  (menunjukkan warna kuning). Tujuan pembahasan adalah mendapatkan sebanyak-banyaknya peserta yang menunjukkan warna hijau.
Selama diskusi, pemimpin tim mendaftar semua gagasan yang muncul.
Perlu diingat, apabila dengan cepat hampir semuanya menunjukkan warna hijau jangan langsung beranggapan bahwa solusi yang didapat adalah solusi yang terbaik. Jangan pula beranggapan solusi yang telah didapat tersebut merupakan satu-satunya cara mencapai Konsensus. Carilah kemungkinan adanya solusi lain yang lebih baik.
Jika semua anggota tim menunjukkan warna merah, mungkin pemimpin tim perlu memecahkan kebuntuandengan memberikan waktu istirahat terlebih dahulu.

Pembicara pertama, Nancy memulai dengan berkata…
“menurit saya, masalahnya bukanlah pada desain, tetapi pada target pasar yang dituju. Jika kita bisa menemukan segmen pasar yang sesuai dengan citra dan produk Human Cycle, mungkin kita bisa lebih berhasil di pasar.” Setelah Nancy mengemukakan pemikirannya, dua rekan nancy menunjukkan kartu hijaunya. Tetapi Diana menggelengkan kepalanya dan menunjukkan kartu merah. Sementara itu, enam anggota tim lainnya menunjukkan kartu warna kuning.
Diana bertanya,”Berarti kita harus mencari pelanggan baru. Siapa yang dimaksud dengan pelanggan baru tersebut? Dimana kita bisa menemukan mereka? Menurut Anda sebaiknya siapa pelanggan baru kita?”
Nancy menjawab,”Baik Diana, target pasar kita saat ini adalah anak-anak berusia di bawah 18 tahun. Tetapi menurut saya, desain yang kita buat diperkirakan akan menarik bagi orang yang berusia di atas 35 tahun. Lihat saja pada desain keseluruhan, ukuran sadel, warna-warnanya, dan juga keranjang di belakang.”…

Segera setelah Nancy..
Menjelaskan alasan dibalik “pasar diatas usia 35,”anggota tim mengubah posisi kartunya dengan menunjukkan warna hijau. Diana menunjukkan kartu kuning-nya, dan berkata,”Menurut saya, basis pasar kita saat ini adalah orang berusia di atas 35. Lagi pula, siapa yang membelikan sepeda untuk anak usia dibawah 18 tahun? Orang yang berusian di atas 35 juga kan?” Ketika didesak lebih jauh oleh anggota tim yang lain, Diana mengakui bahwa rancangan Human Cycle juga sesuai untuk orang yang berusia di atas 35. Dengan ucapannya ini, dia setuju untuk menunjukkan kartu hijaunya.
Kemudian Peter menghentikan diskusi kelompok dan berkata,”Lihat, kita semua hampir hijau, sedikit kuning, dan tidak ada yang merah. Apakah ini berarti kita telah memecahkan masalah desain dengan mengubah target pasar? Jika memang demikian, berarti betapa mudahnya keputusan ini kita buat.”…

Jefry, desainer terkemuka, mulai tertawa…
Dan mulai ikut ambil bagian dalam diskusi dengan mengingatkan bahwa sumber uang dalam bisnis mereka adalah sepeda anak-anak, bukan sepeda dewasa.”Human Cycle harus melakukan segala hal untuk bisa menrik pasar tersebut,” jelas Jefry, “Jika ada orang telah berusia 28 tahun dan belum pernah membeli sepeda, dia mungkin tidak akan pernah membelinya karena dia tidak akan menginginkan sepeda untukk anak-anak berusia 15 tahun. Tetapi, anak-anak mungkin memiliki dua atau tiga sepeda sekaligus. Kita harus mengubah desain kita agar bis menarik kesetiaan pelanggan muda.”
Begitu Jefry mengemukakan gagasannya, terjadi perubahan besar-besaran pada warna kartu dalam ruangan. Beberapa anggota tim dengan cepat mengubah warna kartunya menjadi merah. Sebagian besar mengubah kartunya menjadi kuning. Mereka yang toleran masih tetap menunjukkan warna hijau. Dua anggota tim ingin mengetahui bagaimana Jefry akan menentukkan desain terbarunya. Jefry membuat sket mengenai proses survei dan tes yang menurutnnya terbaik.
Peter mengingatkan tim bahwa mereka masih memiliki kesempatan menyampaikan dan mendiskusikan lebih banyak gagasan lagi…


Langkah 4: Menutup Sesi Metode kartu Konsensus
Sesi metode kartu konsensus sudah saatnya ditutup bila:
Ø  Semua anggota tim menunjukkan warna hijau atau kuning pada Kartu Konsensusnya, yang mengindikasikan bahwa konsensus telah dicapai (dengan mencakup semua gagasan yang telah disajikan dan digali).
Ø  Pemimpin tim telah mengkaji semua gagasan yang dihasilkan dan yakin bahwa semua orang paham, menerima, dan mendukung gagasan serta implikasinya.
Ø  Anda telah membuat daftar keputusan yang dihasilkan dan menyepakati langkah berikutnya yang sesuai.
Ø  Anda yakin bahwa tidak ada orang yang terabaikan atau menyimpan rasa tdiak puas.
Ø  Anda telah mengucapkan terima kasih kepada semua peserta atas waktu dan pemikirannya.
Setelah diskusi belangsung selama 75 menit..
Kelompok tersebut menyadari bahwa mereka telah “kehabisan pembucaraan.” Peter membaca daftar gagasan yang dihasilkan:
1.      Mensurvei anak berusia dibawah 18 tahun dan mengujinya dengan desain yang baru.
2.      Menargetkan iklan model sepeda yang ada sekarang untuk orang “di atas 35 tahun.” Menargetkan iklan model sepeda rancangan baru untuk anak “di bawah 18 tahun.”
3.      Tidak membuat lagi model sepeda untuk orang “di atas 35 tahun.” Ubah model yang sudah ada secukupnya selama tahun depan agar tampak baru hingga bisa laku terjual.
4.      Selama masa eralihan dari model lama ke model baru, menjual dua model untuk pasar usia di bawah 18 tahun.
5.      Mengusahakan pergantian model lama ke model baru dalam waktu lima tahun.