Google

Tuesday, December 30, 2014

Etika dan Tata Krama pergaulan

Aja ngomong waton,Nanging ngomonga nganggo waton

Artinya,aja ngomong waton (jangan asal berbicara),nanging ngomongo nganggo waton (tetapi,bicaralah dengan menggunakan patokan atau alasan yang jelas).Peribahasa tersebut merupakan ajakan untuk berbicara dengan cara yang tidak ngawur atau sembarangan.Usahakan setiap pembicaraan benar-benar memiliki landasan ataupun alasan yang jelas,dan dapat dipertanggunngjawabkan.Karena,kalau hanya asal berbicara,salah-salah akan disamakan dengan "orang gila".
Biasanya,peribahasa ini digunakan untuk mengingatkan siapa pun yang suka yang suka menjelek-jelekkan orang lain,menganggap buruk atau salah terhadap hal-hal yaang sesungguhnya tidak dimengerti,menyebarkan kabar bohong,dan lain-lain.

Untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain,setiap tutur kata perlu di jaga,di cermati,dan diatur dengan sebaik-baiknya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan rasa tidak senang dari lawan bicara kita.Jika ada masalah,jangan di besar-besarkan ,terlebih jika belum jelas duduk perkaranya.Bagaimanapun,setiap kata dan kalimat yang keluar dari mulut  kita akan di dengarkan dan di perhatikan orang lain.Lewat tutur kata pula,orang dapat kehilangan kepercayaan.Lewat tutur kata dapat terjadi perkelahian,kekeliruan,dan kekacauan di dunia.


Aja rumangsa bisa Nanging bisa Rumangsa

Artinya,aja rumangsa bisa (jangan merasa bisa),nanging bisaa rumangsa(tetapi bisa merasa).A bisa adalah sifat tidak terpuji karena dinilai sebagai wujud kesombongan.Sebab,hasil kerja orang seperti ini biasanya tidak sebaik yang di janjikan.Sementara itu,dapat merasa atau menggunakan perasaan adalah sifat yang baik karena merupakan landasan sikap tenggang rasa antar sesama.
Dala peribahasa ini,'merasa bisa' dianggap sebagai sikap gegabah.Sebab,'merasa bisa',belum tentu bisa.Lebih berbahaya lagi  jika dari merasa bisa kemudian mengaku bisa ,dan berani mengatakan bisa.Sifat seperti ini dianggap buruk.Seandainya yang bersangkutan dipercaya melaksanakan pekerjaan yang dirasa bisa,dan ternyata gagal,apakah tidak memalukan dan merugikan semua pihak ?

Bisa rumangsa berarti tahu diri,yaitu berani "merasa tidak bisa"dan "mengakui tidak bisa".Pada sisi lain,bisa rumangsa juga berarti memiliki kesadaran yang cukup dalam mengukur diri sesuai kemampuan yang dimiliki.Dengan mengamalkan sifat seperti itu,pribadi yang bersangkutan akan memperoleh ketentraman dan ketenangan hidup di lingkungannya.Ia akan dinilai sebagai orang jujur,tidak sombong,dan mampu menempatkan diri dengan baikdi dalam masyarakat.


Ajining dhiri Dumunung ing lathi,Ajining raga Saka busana 

 Artinya,ajining dhiri dumunung ing lathi(nilai pribadi terletak di bibir),ajining rga saka busana(nilai raga tercermin dari pakaian).Terjemahan bebasnya,nilai pribadi seseorang di tentukan oleh ucapan atau kata-katanya,sedangkan nilai penampilan sering diukur dari busana yang dikenakan.
Peribahasa ini merupakanasihat agar berhati-hati terhadap tutur kata yang kita ucapkan.Sebab,apa saja yang terucap dari mulut kita akan didengarkan,diperhatikan,dan dipercaya orang lain.Contohnya,apabila sering berbohong,maka lama-kelamaan akan kehilangan kepercayaan.Siapa yang suka mengucapkan kata-kata pedas yang menyakitkan hati,ia akan sulit membangun persahabatan.Sebab,orang jadi tidak senang karena ucapannya banyak melukai perasaan.
Ajining raga saka busana,nilai seseorang dapat juga ditentukan oleh pakaiannya.Di jawa,yang bernama pakaian,akhirnya bukan sekadar penutup aurat,melainkan juga menjadi tolok ukur nilai penampilan seseorang.Contohnya,seseorang yang menghadiri pesta perkawinan,namun hanya menegenakan sandal jepit dan pakaian ala kadarnya,tentu ia akan menjadi resasanan.Salah-salah,ia bisa dianggap tidak menghargai atau meremehkan pemilik rumah dan tamu undangan lainnya.