Friday, January 2, 2015

Dikempit Kaya Wade, Dijuju Kaya Manuk



  Artinya,dikempit kaya wade (dikempit seperti kain dagangan), dijuju kaya manuk (disuapi seperti anak burung). Satu peribahasa yang menjadi gambaran dari orang yang di pelihara,diasuh,di didik,dan di beri makan sebaik-baiknya oleh orang lain,termasuk orang tuanya sendiri. 

Pada masa lalu, di jawa terdapat pedagang keliling yang menawarkan kain panjang ataupun bahan baju, dari rumah ke rumah.Dagangan tersebut biasanya di bungkus dengan kain,terkadang degendong atau dikempit di ketiak.Bungkusan dagangan kain itu,dalam bahasa jawa,disebut wade.

Biasanya, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan perlakuan yang di anggap berlebihan terhadap orang lain.Misalnya, perlakuan orang tua terhadap anak,dimana si anak benar-benar disamakan dengan barang berharga yang harus dilindungi dan dijaga dengan ketat.Untuk menunjukkan kasih sayang orangtua,si anak dijaga dan dilindungi tak ubahnya"barang dagangan". Bahkan, sampai-sampai keadaan anak itu bagai "anak burung" yang terus di suapi dan tidak boleh bersusah payah mencari makan sendiri.

Perlakuan yang berlebihan terhadap anak, menurut adat tradisi jawa, cenderung tidak di benarkan.Sebab, dengan cara mangasuh dan menyayangi seperti itu,si anak akan menjadi manja,lemah,jiwanya kurang berkembang, dan akhirnya sulit untuk mandiri.