Saturday, March 14, 2015

Durung Punjul Keselak Jujul, Durung Pecus Keselak Besus

Artinya, durung punjul (belum lebih),keselak jujul (keburu ingin panjang),durung pecus(belum bisa), keselak besus (keburu bersolek).Peribahasa ini sering ditujukan kepada orang muda yang terlampau ingin mendapat puji sanjung, meskipun sesungguhnya kemampuan yang dia miliki masih sangat rendah.

Contohnya, seorang mahasiswa yang tengah gandrung teori relativitas Einstein, tiba-tiba ia membawa pemikiran Einstein ke mana-mana. Meceritakannya kepada tema-temannya, para pemuda kampung, sampai-sampai menjadikannya sebagai bahan obrolan di pos ronda.Padahal, sesungguhnya dia baru membaca satu-dua buku mengenai Eistein.Itu pun bukan pemikiran asli, tetapi cuplikan-cuplikan pemikiran Einstein yang diangkat sebagai rujukan oleh penulis Indonesia dalam studi penelitiannya.

Seorang pemuda yang bekerja di Jakarta, sewaktu pulang ke desa tiba-tiba omongannya berubah.Bukan lagi menggunakan logat jawa, tetapi sudah menggunakan dialek Jakarta.Logat desa yang membesarkan lebih dari dua puluh tahun itu hilang sama sekali.Pertanyaannya, apakah dia benar-benar telah menjadi orang Jakarta ? Ataukah sekedar ingin dipuji bahwa saat ini dia bukan lagi anak desa, tetapi sudah menjadi warga ibu kota Republik Indonesia.