Google

Thursday, April 30, 2015

Gabah Digegem Buthuken, Disebar Lemah Ngembaki Sawah (( mengatasi permasalahan hidup ))





Artinya, gabah digegem buthuken (gabah yang lama digenggam akan membusuk), disebar lemah (disebar ketanah), ngebaki sawah (tumbuh memenuhi sawah). Terjemahan bebasnya, terlampau lama gabah itu digenggam, hanya akan membusuk. Tetapi, kalau disebar (ditanam) di sawah, gabah itu akan tumbuh dan bermanfaat.

Peribahasa ini menasihati agar segala sesuatu yang dimiliki jangan dibiarkan rusak begitu saja. Sebaiknya ''disebarkan'', dalam arti dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan umat manusia. Misalnya, seorang pedagang kaya, seyogyanya tidak hanya menyedekahkan uang dan barang saja, tetapi juga memberikan bimbingan keterampilan berdagang (berusaha) kepada generasi muda.

Dengan menyebarkan pengetahuan dan keterampilan tadi, sama halnya dia telah memberikan mata kail kepada orang lain, sehingga mereka mampu mencari ikan sendiri di sungai. Jadi, makna menebar benih ke sawah bukan saja mengarah pada '' panen padi '', tetapi membuka peluang (kesempatan) kerja bagi banyak orang dan melestarikan lingkungan hidup. Menyebarkan atau berbagi kelebihan yang kita miliki kepada orang lain adalah perbuatan mulia, karena kebersamaan adalah ciri khas manusia berbudaya.