Google

Sunday, April 12, 2015

Kepercayaan (Kaineban Lawang Tobat)

Artinya, kaineban (tertutup), lawang tobat (pintu taubat).Peribahasa ini menggambarkan nasib seorang yang keburu meninggal, sehingga tidak sempat bertaubat demi memperbaiki sikap atau perilakunya yang buruk (banyak berbuat dosa) selama hidup di dunia.

Contohnya, seorang pembegal yang telah menjalankan aksinya di sebuah jalan dan akhirnya tertangkap.Seperti kebiasaan yang telah lazim dimana-mana, begitu tertangkap, masyarakat menghajar pembegal habis-habisan.Akibatnya, pembegal itu meninggal mengenaskan.Mati sebagai pembegal, menurut pandangan orang,merupakan aib.Bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga dirasakan oleh keluarga, sahabat serta masyarakat di lingkungannya.

Apa yang digambarkan oleh peribahasa ini sebaiknya jangan terjadi pada diri kita.Memang, setiap orang mempunyai salah dan dosa.Namun, secepatnya harus disadari, bahwa seluruh perbuatan dosa itu akan memperoleh imbalannya masing-masing di akhirat.Oleh karena itu,sedikit demi sedikit, bergegaslah mengurangi keburukan dan dosa diri.Atau dengan kata lain, segeralah bertaubat sebelum dijemput maut.Sebab, jika sudah terlambat,sudah keineban lawang tobat ,tidak ada lagi yang dapat diperbaiki.Tidak ada lagi cara untuk menghapus noda hitam yang diperbuat selama menjadi manusia di dunia.