Wednesday, April 15, 2015

NASIHAT HIDUP ORA JAWA __ Gajah Ngidak Rapah (( sikap dan perbuatan tidak terpuji ))





Artinya, gajah ngidak rapah (gajah menginjak dedaunan tebu kering). Gajah merupakan simbol pemimpin, sedangkan rapah adalah simbol dari ucapan sendiri. Jadi, peribahasa ini bermakna menggambarkan pemimpin yang tidak kensekuen atas apa yang diperintahkan, atau suka melanggar ketentuan yang digariskan sendiri.

Di jawa, pemimpin dianggap orang besar dan disamakan dengan gajah. Maka, binatang sebesar itu kalau menginjak daun-daun tebu kering, tentu daun-daun tadi akan hancur. Demikian pula jika pemimpin tidak menepati janji atau melanggar aturan yang telah dibuatnya sendiri. Janji dan peraturan tidak ada gunanya lagi, dan akan merugikan rakyatnya.

Sebagai pemimpin yang dipilih oleh rakyat dan menjadi panutan rakyat, yang bersangkutan seharusnya benar-benar memperhatikan kepentingan rakyatnya. Tutur kata dan tindakannya perlu dijaga karena jika salah menerapkannya akan berdampak luas dan kompleks. Soalnya, belum tentu rakyat selamanya kalah dan mengalah. Bagaimana misalnya di balik rapah itu terdapat duri yang tersembunyi ?    Dan, kalau kaki gajah sudah tertusuk duri itu, mungkinkah dia dapat mencabutnya sendiri ?