Saturday, April 25, 2015

Sing Lanang Nguyangake, Sing Wadon Nempurake (( sikap dan perbuatan tidak terpuji ))





Artiya, sing lanang (yang laki-laki), nguyangake (menjual padinya di sawah), sing wadon (yang perempuan), nempurake (menjual berasnya). Terjemahan bebasnya, di antara suami-istri, yang laki-laki menjual ijon padiya disawah tanpa diketahui istrinya. Setelah jadi beras, istrinya pun diam-diam menjual beras itu tanpa sepengetahuan suaminya.

Peribahasa ini menyiratkan bagaimana pasangan suami istri saling melakukan perselikngkuhan dan merahasiakan perbuatan itu terhadap masing-masing pihak. Perbuatan seperti ini sangat buruk dan akan berakibat fatal terhadap rumah tangga.Sebab, mereka tidak lagi se-ia se-kata dalam berbuat, dan terang-teragan meninggalkan semangat kebersamaan serta kesetiaan yang diikrarkan ketika menikah dulu.

Perselingkuhan tidak ubahnya menyimpan api dalam sekam, atau membiarkan musuh berkembang biak dalam selimut. Artinya, sewaktu-waktu persoalan tersebut dapat membesar, meledak, menghancurkan apa saja yang telah dibangun selama ini. Di jawa, perselingkuhan merupakan perbuatan buruk, dan sebaiknya dihndari. Jika terjadi permasalahan, sedini mungkin segeralah dibicarakan dan dipecahkan, bukan malah dibiarkan berlarut-larut hingga menggerogoti kehidupan rumah tangga.