Wednesday, April 1, 2015

Suku Jaja Teken Janggut (( perjuangan hidup ))

Hasil gambar untuk orang jawa sabar




Artinya,suku (kaki), jaja (dada), teken (tongkat), janggut (dagu).Terjemahan bebasnya, menggunakan dada sebagai kaki, meggunakan dagu sebagai tongkat.Pada satu sisi, menggambarkan orang sangat menderita dalam mewujudkan cita-citanya.Sedangkan di sisi lain, dapat pula diartikan sebagai kerja keras sampai-sampai tidak lagi memperdulikan keadaan dirinya.

Contohnya, seorang buruh serabutan yang mempunyai banyak anak.Untuk menghidupi keluarga, meyekolahkan anak, bayar pinjaman yang menumpuk, setiap harinya ia bekerja keras tidak megenal lelah.Apa pun dikerjakan, berapa pun upahnya diterima dengan senag hati.Kadang sampai malam dia belum berhenti.Nyaris tangan dan kakinya terus bergerak.Ibaratnya, malam dijadikan siang, rumah dijadikan sawah / ladang.

Peribahasa ini pun menasihati kita supaya mereka yang hidupnya masih kekurangan jangan sampai segan-segan bekerja keras membanting tulang.Wajar jika dada dijadikan kaki, dagu dijadikan tongkat karena karena orang harus bertanggung jawab terhadap kehidupan dirinya dan keluarganya.Situasi seperti itu bukan untuk dihindari (ditakuti), melainkan harus dijalani dengan ikhlas, sabar, tegar, dan tawakkal demi mewujudkan kahidupan yang lebih baik.