Google

Sunday, April 26, 2015

Sumengka Pengawak Braja (( sikap dan perbuatan tidak terpuji ))





Artinya, sumengka (naik atau menanjak), pengawak (laksana), braja (angin puyuh). Terjemahan bebasnya, berjalan naik seperti angin puyuh. Makna yang dikandungnya, orang yang menginginkan sesuatu yang tidak pantas atau tidak pada tempatnya.

Semua orang mempunyai cita-cita, keinginan, dan harapan. Namun, belum tentu cita-cita atau keinginan tersebut layak diwujudkan. Contohnya, seorang kuli pasar bercita-cita menjadi pedagang sukses. Punya toko banyak, dagangan melimpah ruah, hidupnya pun jadi bergelimpangan harta sedemikian banyak. Meskipun disertai kerja keras membanting tulang setiap hari, agaknya cita-cita itu masih sangat jauh dari kenyataan. Apalagi, dia tidak memiliki modal, keterampilan, relasi luas, dan wawasan berdagang yang baik. Maka, apabila keinginan it di coba-coba diwujudkan deengan menghalalkan bermacam-macam cara, jelas akan sangat membahayakan kehidupannya.

Secara tidak langsung, peribahasa ini mengingatkan, meskipun hanya cita-cita, namun tetaplah berhati-hati dengan cita-cita tersebut. Jangan sampai punya keinginan yang ngayawara, terlampau tinggi, yang semata-mata merupakan dorongan hawa nafsu belaka. Bagaimanapun, ketika memiliki cita-cita tinggi, maka seseorang harus bisa mengukur kemampuan diri sendiri agar usaha yang dilakukan tidak menjadi sia-sia.