Google

Monday, April 27, 2015

Tumbak Cucukan adalah salah satu sikap dan perbuatan tidak terpuji.

Selamat di sudihardi.com...
Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba menjelaskan apa arti dari peribahasa jawa "Tumbak Cucukan".

Artinya, tumbak (tombak), cucukan (galah bambu yang kedua ujungnya runcing untuk memikul jerami). Terejemahan bebasnya, tombak yang runcing kedua ujungnya, sehingga dapat digunakan sebagai senjata ataupun untuk memikul jerami.


Peribahasa ini menggambarkan orang yang punya tabiat suka mengadu kesana-kemari. Biasanya, pengaduan itu dibumbui macam-macam supaya terkesan apa yang disampaikan oleh orang yang diberi tahu. Sepintas lalu, sifat uyang digambarkan peribahasa ini merip setan nggawa ting ,namun lebih berbahaya intervensi tumbak cucukan.

Sifat tumbak cucukan dinilai lebih buruk karena benar-benar melakukan intervensi negatif, yaitu mencocok kesana-kemari. Dimungkinkan sekali bukan hanya dengan kata-kata, melainkan sudah menggunakan tindakan fisik segala. Dalam kisah pewayangan, tokoh yang sering diamggap tumbak cucukan karena perilaku dan kata-katanya adalah Begawan Drona. Berkali-kali dia mengadu kurawa dan pandawa, hingga terjadi perselisihan dan pertempuran yang merugikan masing-masing.