Saturday, May 30, 2015

Gecul Kumpul, Bandhol Ngrompol


Artinya, gecul (orang jahat), kumpul (berkumpul), bandhol (pemimpin penjahat), ngrompol (berkerumun).Terjemahan bebasnya, orang jahat senantiasa akan berkumpul dengan sesama penjahat.

Sikap tersebut bukan suatu hal yang aneh.Kebiasaan penjahat seperti dipaparkan dalam peribahasa ini merupakan kenyataan yang perlu diwaspada.Artinya, sebagai sesama penjahat, mereka akan merasa lebih aman jika berkumpul dengan para penjahat juga.Paling tidak, sebagai upaya perlindungan diri.Sebab, kalau berkumpul dengan `orang baik-baik` rahasianya akan mudah terbongkar.

Dalam strategi keamanan, kebiasaan seperti ini patut menjadi perhatian.Karena, biasanya dari pekumpulan tadi muncul ide dan gerakan.Bagaimanapun, seluruh kejahatan pada hakikatnya bukan kegiatan yang tiba-tiba.Paling tidak, sudah direncanakan sebelumnya.Maka, ketika kantong-kantong perkumpulan para penjahat itu dapat diketahui dan didengar gerak dinamikanya, kemungkinan kejahatan yang akan dilakukan dapat dicegah sedini mungkin.

Timun Wungkuk Jaga Imbuh

Selamat datang di sudihardi.com...!!!



Timun Wungkuk Jaga Imbuh
Artinya, timun wungkuk (buah mentimun bengkok), jaga imbuh (jaga-jaga sebagai tambahan). Terjemahan bebasnya, buah mentimun yang bengkok hanya dimanfaatkan sebagai tambahan bagi pembeli. Ungkapan ini merupakan gambaran dari orang yang memiliki kalainan atau kekurangan (cacat) yang sering hanya menjadi pelengkap dalam mengerjakan sesuatu.

Jika direnungkan, peribahasa ini menyodorkan dua pandangan : negaif &positif. Negatif kalau diartikan bahwa orang yang memiliki kekurangan tidak pernah dihargai setara (lebih rendah) dibandingkan mereka yang sempurna. Positifnya, di sini orang cacat tetap diberi kesempatan untuk berguna sesuai dengan kekurangan yang ada pada dirinya.

Ibarat timunwungkuk ,orang cacat cenderung kecil kemungkinannya ' terpilih '  sebagai bagian mereka yang sehat lahir batin. Namun, dengan memiliki kekurangan tersebut umumnya mereka juga memiliki kelebihan dibandingkan mereka yang sehat. Contohnya, orang buta selalu memiliki kesabaran, ketelitian, serta daya bayang lebih besar. Artinya, meskipun buta, tetapi sisi-sisi lain kepribadiannya munkin malah lebih unggul daripada kita yang normal. Maka, janganlah mereka hanya dijadikan pelengkap saja. Sebab, yang dimiliki pada dasarnya adalah landasan bagi munculnya kekuatan lain di dalam diri pribadi.

Friday, May 29, 2015

Sepuh Sepa Tuwa Tuwas

Selamat datang di sudihardi.com...!!!



Sepuh Sepa Tuwa Tuwas
Artinya, sepuh sepa(tua hambar atau tidak memiliki rasa lagi), tuwa tuwas (tua sia-sia). Terjemahan bebasnya, orang tua yang hidupnya sunyi dan hambar karena kehadirannya tidak berguna lagi bagi diri sendiri maupun orang lain.

Menjadi manusi lanjut usia (manula) memang tidak mudah. Meskipun semua orang akan mengalami, namun jarang yang mempersiapkan diri dengan baik. Maka, tidak mengherankan jika akhirnya terwujud situasi yang memprihatinkan ini. Mengatasi ketidak bermanfaatan orang tua memang akan sulit jika dimulai setelah masa tua itu datang. Cara yang paling efektif adalah mempersiapkan diri sedini mungkin. Misalnya, dengan berlatih menulis (mengarang) atau melakukan kegiatan positif yang tidak memerlukan banyak tenaga, kecuali pikiran, kecerdasan, wawasan, dan kreativitas. Masa tua masih bermakna, jika yang bersangkutan telah belajar mengelolanya dengan baik jauh-jauh hari. Soalnya, sepah tebu  masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengolahan tebu di pabrik gula.

Thursday, May 28, 2015

Oleh Entunge Luput Sunduke

Selamat datang di sudihardi.com...!!!



Oleh Entunge Luput Sunduke
Artinya, oleh entunge (mendapat perhitngan), luput sunduke (salah menyematkannya). Terjemahan bebasnya, sudah benar perhitungannya, tetapi salah menyematkannya. Gambaran dari orang yang benar, tetapi setelah dikerjakan, sehingga hasilnya meleset.

Peribahasa ini mengingatkan tentang beribu-ribu kesalahan yang mungkin diperbuat manusia, mulai dari yang kecil (tidak tampak) hingga yang sebesar gajah. Buktinya, banyak hal sudah diperhitungkan dengan cermat dan masak-masak, namun begitu dilaksanakan ternyata meleset. Mengapa demikian ?  Tidak lain karena apa yang disebut teori dan praktik merupakan dua wacana yang berbeda. Atau, dengan kata lain, sebaik apa pun teori, hasilnya sangat tergantung pada bagaimana penerapan atau implementasinya.

Contoh ektremnya mengenai kehidupan rumah tangga. Sejak menikah, semua pasangan suami-istri sealu berusaha agar hidupnya rukun, damai, dan sejahtera sampai tua. Tidak satu pun mempunyai cita-cita perkawinannya gagal di tengah jalan. Namun, apa yang terjadi ?   Banyak suami-istri akhirnya bercerai dan menempuh jalan sendiri-sendiri. Artinya, mereka gagal menerapkan strategi hidup kebersamaan yang baik dan benar. Dengan kata lain, benar teorinya, tetapi salah menerapkannya.

Wednesday, May 27, 2015

Ngenteni Timbule Watu Item, Kaleme Prau Gabus

Selamat datang di sudihardi.com...!!!




Ngenteni Timbule Watu Item, Kaleme Prau Gabus

Artinya, ngenteni timbule watu item (menunggu munculnya batu hitam), keleme prau gabus (tenggelamnya kapal dari gabus). Terjemahan bebanya, menunggu munculnya (mengapungnya) batu hitam dan tenggelamnya perahu yang terbuat dari gabus. Menggambarkan orang yang hanya mengharapkan (menunggu) keberuntungan, tanpa mau berusaha sendiri untuk meraihnya.

Dalam kepercayaan di Jawa, ada unen-unen "gusti Allah ora sare". Artinya, Allah tidak pernah tidur dan senantiasa mengurus umat-Nya sebaik mungkin. Termasuk dalam memberikan rezeki. Namun, rezeki tersbut bukan jatuh dari langit atau serta merta menumpuk di pangkuan kita. Razeki harus dicari dengan bekerja keras, bersabar, dan tawakkal. Jadi, bukan hanya menunggu, etrus-menerus berdoa tanpa ikhtiar nyata.

Jadi, secara tidak langsung, peribahasa ini menggambarkan sikap seorang pemals. Hidupnya hanya menunggu uluran tangan orang lain. Memang, sesekali orang akan membantu, tetapi tidaklah mungkin tersebut manglir dari hari ke hari. Rezeki dan keberuntungan hanya diberikan Allah kepada umat-Nya yang sadar dan mau bertanggung jawab terhadap kehidupan, bukan kepada mereka yang mengingkari kehadiran dan kuasa-Nya.

Tuesday, May 26, 2015

Emprit Abuntut Bedhug adalah Peribahasa jawa untuk Nasehat kehidupan kita

Selamat datang di sudihardi.com...!!!


Emprit Abuntut Bedhug


Artinya,emprit (burung pipit),abuntut (berbuntut/berekor),bedhug (bedhug yang umumnya ada di masjid untuk memberikan tanda tiba waktunya shalat).Peribahasa tersebut mengibaratkan burung pipit sebagai permasalahan kecil.Namun, sekecil apa pun permasalahan, jika tidak segera diselesaikan dengan baik dan tuntas, maka akan membawa dampak besar di kemudian hari (berbuntut besar dan panjang).

Contoh, seorang anak sejak kecil suka mengambil uang orang tuanya yang memiliki toko kelontong, sekadar untuk jajan.Mengetahui perbuatan si anak, ayah-ibunya cenderung mendiamkan.Menurut pikiran mereka, tidak masalah karena yang di ambil milik orang tua sendiri.Di samping itu, jumlahnya juga kecil karena hanya untuk jajan.Apalagi, sebagai pedagang, mereka juga tidak pernah kekurangan uang.

Tanpa disadari, kebiasaan tersebut terbawa sampai dewasa.Setelah duduk di bangku SMU, yang di ambil bukan seratus atau dua ratus lagi, tetapi puluhan ribu rupiah.Ketika orang tuanya benar-benar marah karena si anak mengambil uang melebehi satu juta rupiah, terjadilah percekcokan yang tak pernah di bayangkan.Ayah dan anak sampai berkelahi.Lantaran sang ayah punya sakit jantung yang tiba-tiba kumat, jiwanya tak tertolong lagi.

Monday, May 25, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Matang Tuna Numbak Luput




Artinya, matang tuna (menggunakan galah rugi), numbak luput (menombak tidak mengenai sasaran). Terjemahan bebasnya, menggunakan galah tidak sampai, menggunakan tombak pun meleset. Gambaran dari apa saja yang dicita-citakan meleset (tidak ada yang berhasil). Dapat juga diartikan, gagal menuduh orang lain karena tidak mempunyai bukti kuat.

Kegagalan sudah menjadi hal yang biasa dalam hidup manusia. Yang tidak biasa adalah ketika kegagalan tersebut terus-menerus terjadi. Berbuat ini gagal, berusaha itu gagal, tidak satu pun kesuksesan diraihnya. Begitu mengalami kegagalan yang bertubi-tubi, biasanya para sesepuh di jawa menasihati untuk segera introspeksi diri, merenungkan kembali apa yang diperbuatnya selama ini. Termasuk laku batin, memberishkan batin dari pengaruh kotoran yang mengeram didalamnya.

Di lihat dari prosesnya secara nyata, mungkin saja kegagalan terjado karena yang bersangkutan kurang membekali diri dengan sarana dan keterampilan cukup untuk meraih sukses yang diharapkan. Di sampingitu, biasanya sasaran yang ingin dicapai juga kurang jelas, dan cara mencapainya pun belum sepenuhnya dikuasai. Walaupun demikian, jika matang tuna numbak luput tujuannya untuk hal-hal yang negatif, kegagalan tersebut malah patut disyukuri.

Sunday, May 24, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Madu Balung Tanpa Isi




Artinya, madu (bertengkar atau bertikai), balung (tulang), tanpa isi (tidak berisi). Terjemahan bebasnya, bertengkar memperebutkan tulang yang tidak ada isinya. Dapat pula dimaknai sebagai orang yang bertengkar karena berebut sesuatu yang tidak bermanfaat sama sekali.

Pertengkaran, pertikaian, atau peperangan terkadang memang berangkat dari masalah besar yang layak dibela dan dipertahankan dengan darah. Namun, banyak juga peristiwa besar dan berdarah yang disebabkan oleh hal-hal sepele, yang teramat sederhana untuk dipertengkarkan.

Di jalan raya, misalnya ada dua orang pengendara motor sempat bertengkar sampai akan berkelahi gara-gara salip-menyalip yang dianggap kurang sopan bagi keduanya. Jika direnungkan, dipikirkan dengan arif, apa manfaat pertengkaran mereka ?    Toh, masing-masing tidak menderita apa pun, tidak terjadi kecelakaan. Mengapa harus merasa panas dan tersinggung ketika disalip orang lain dengan '' kurang sopan'' ?      Yang jelas, pertengkaran seperti ini sangat tidak bermanfaat, dan terkesan mengada-ada. Apa pun alasannya, setiap pertengkaran seharusnya dipertimbangkan kembali. Karena, dengan terjadi pertengkaran, masing-masing pihak tentu akan merugi. Apalagi jika masalah yang dipertengkarkan sesuatu yang tidak bermanfaat sama sekali.

Saturday, May 23, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Lut-Lutan Lowe Nyamber Buntute Dhewe






Artinya, lut-lutan lowe (belitan atau gulungan lipan), nyamber  (menyambar), buntute dhewe (ekornya sendiri). Terjemahan bebasnya, seperti belitan lipan yang menyambar ekor sendiri. Ungkapan ini merupakan gambaran tentang orang yang bermaksud jahat kepada orang lain, tetapi salah perhitungan (salah taktik), sehingga menimpa diri sendiri.

Kejadia seperti ini harus dihindari. Berbuat jahat kepada orang lain bukan hanya salah, tetapi juga berdosa. Namun, sulit rasanya membendung yang bernama kejahatan selama manusia tidak dapat mengendalikan nafsu dan perilakunya. Banyak kejadian layak dijadikan cermin. Misalnya, hanya karena iri setelah melihat tetangga membeli mobl, malam-malam si A sengaja memasang paku di depan pintu halaman yang bersangkutan. Dengan harapan, besok kalau mobil itu keluar, ban-nya akan kempes ketika melindas paku tadi. Celakanya, seharian di tetangga tidaak berpergian, dan mobilnya tetap tersimpan di garasi. Tahu-tahu, anak si A pulang main sambil menangis dan menunjukkan kakinya yang terluka menginjak paku yang diam-diam dipasangnya semalam.

Kisah senjata makan tuan seperti itu benar-benar merupakan hukuman tidak terlihat bagi pelakunya. Siapa yang suka barmain api, munkin saja dia yang terbakar sendiri, bukan orang lain yang dituju atau yang dibenci yang terkena.

Friday, May 22, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Lawas-Lawas Kawongan Godhong




Artinya,lawas-lawas (makin lama), kawongan godhong (menjadi daun). Terjemahan bebasnya, lama kelamaan menjadi daun : layu, kering, gugur, mejadi sampah, dan tidak dihargai lagi oleh manusia. Menggambarkan bagaimana nasib orang yang bekerja kepada orang lain. Makin lama makin tua dan tidak produktif lagi, hingga akhirnya diberhentikan begitu saja.


Gambaran ini petut jadi bahan renungan, karena begitu kenyataan yang banyak terjadi di mana-mana. Karyawan hanya dihargai tenaga dan pikirannya saja. Sewaktu manfaat ekonomisnya menurun dan hilang, jarang yang bisa menghargai lagi. Karena itulah, sebaiknya kita terus mengembangkan diri. Ibarat pohon , tumbuh kembali lewat tunas atau menumbuhkan pohon baru dengan biji-bijinya. Jangan sampai seperti pohon beringin. Tidak satu pohon muda yang tumbuh di bawahnya.

Artinya, meskipun sudah tua, orang harus mencari manfaat diri sesuai usianya. Kalau tidak, dia akan menjadi renta belaka. Sebab, kehilangan manfaat sama halnya kehilangan harga diri. Dan begitu kehilangan harga diri, yang bersangkutan akan jadi rendah diri. Seakan hidupnya sia-sia, tidak berguna. Padahal, seharusnya tidak demikian. Sepotong ranting kering, misalnya, tetap masih bergua untuk menyalakan api.

Thursday, May 21, 2015

Embat-Embat Clarat

Artinya,embat-embat (dipikir-pikir), clarat (hewan sejenisbunglon yang dapat melayang).Terjemahan bebasnya, dipikir-pikir sebelum melayang atau terbang.Lebih jelasnya lagi, dipikir atau dipertimbangkan masak-masak sebelum mengerjakan sesuatu.Misalnya, jika mampu mengerjakan (menguntungkan), maka akan dilanjutkan.Namun, jika membahayakan, maka lebih baik berhenti daripada nantinya mengalami musibah yang tidak diinginkan.


Peribahasa ini mengandung nasihat yang perlu diperhatikan.Yaitu, setiap orang perlu mempertimbangkan masak-masak sebelum melakukan sesuatu.Mempertimbangkan disini bukan berarti was-was atau takut, melainkan sebagai upaya mencegah kemungkinan terjadinya masalah yang merugikan.


Contoh sederhananya, memperbaiki genting pecah di musim hujan.Meskipun kelihatannya sepele, namun jika belum mahir dan paham situasi kondisinya, lebih baik jangan ambil risiko.Pertama, genting di musim hujan sangat Rapuh.Keliru menggesernya saja dapat pecah.Demikian pula menatanya, benar-benar harus lurus, letak genting rata, tumpang tindihnya pun diperhatikan sekali.Sebab, jika sedikit saja berongga, maka akan mengakibatkan kebocoran hujan masuk kerumah.

Wednesday, May 20, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Keduwung Nguntal Wedhung





Artinya, keduwung (menyesal), nguntal wedhung (menelan pisau besar). Terjemahan bebasnya, menyesal setelah menelan pisau besar. Sebab, jika pisau itu dicabut, ia akan kesakitan. Namun, jika tidak dicabut, ia juga kesakitan. Peribahasa ini gambaran orang yang mengalami masalah, namun sudah sangat terlambat mengatasinya.

Kejadian yang disampaikan peribahasa ini sebaiknya dihindari. Segala sesuatu yang terlambat biasanya akan menimbulkan permasalahan bermacam-macam, seperti pepatah dalam bahasa Indonesia ;  maju kena mundur kena, atau peribahasa jawa yang lain ;  maju tatu, mudur ajur .Karena itulah, setiap tindak perbuatan perlu dipertimbangkan dengan cermat dan matang.

Contoh kasarnya, jelas wedhung (pisau besar), tapi mengapa dimakan / ditelan ?    Apakah tidak ada makanan yang lain yang lebih bermanfaat dan aman ?   Jelas uang perusahaan, mengapa dipakai untuk kepentingan pribadi ?   Meskipun berhasil, tindak perbuatan seperti ini tentu akan membawa dampak besar bagi pelakunya. Singkat kata, janganlah makan yang bukan hak sendiri. Jangan makan asal makan, karena masing-masing makanan akan membawa pengaruh yang berbeda-beda. Jika keliru, makanan tersebut dapat menjadi racun yang berbahaya dan mengancam keselamatan diri sendiri.

Tuesday, May 19, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Kaya Kali Ilang Kedhunge, Pasar Ilang Kumandhange





Artinya, kaya kali ilang kedhunge (seperti sungai yang kehilangan lubuk atau kedalamannya), pasar ilang kumandhange (pasar kehilangan riuhnya). Sungai kehilangan kedalaman berarti tinggal menjadi sungai kecil atau parit. Sedangkan pasar kehilangan riuhnya, sama halnya tidak lagi dikunjungi pembeli. Peribahasa ini menggambarkan perubahan adat kebudayaan, di mana banyak nilai-nilai baru yang kadang belum sepenuhnya dipahami (disukai) masyarakat.


Contohnya, seperti pagelaran wayang orang zaman dulu, pertunjukan wayang orang cukup populer di Jawa. Ada kelompok wayang orang yang cukup terkenal, seperti ngesti Pandhawa dan cipta kewedhar. Namun, sejak tahun 70-an, pertunjukan wayang orang mulai surut, bahkan sekarang ini nyaris tidak terdengar lagi. Demikian halnya upacara bersih desa. Dulu, selepas panen, setiap desa senantiasa mengadakan upacara bersih desa. Ada yang nanggap wayang kulit, jathilan kesenian-kesenian lainnya. Sekarang, bersih desa juga nyaris tinggal kenangan. Menurut pendapat sebagian kalangan, upacara seperti itu merupakan pemborosan. Kalau mempunyai uang, sebaiknya jangan dihambur-hamburkan, tetapi untuk mencukupi kebutuhan hidup yang semakin hari semakin bertambah.

Monday, May 18, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Katula-tula Katali




Artinya, katula-tula (terlunta-lunta), katali (terikat atau terbelenggu). Terjemahan bebasnya, terlunta-lunta sekaligus terikat. Maknanya menggambarkan orang yang selalu dirundung kesusahan atau malapetaka tiada henti.

Harus diakui dengan jujur, tidak sedikit orang yang pernah mengalami katula-tula katali. Kebahagiaan menjauh, rezeki sembunyi, musibah demi musibah tak kunjung henti. Namun, bagi orang jawa keadaan ini bukan beban yang mematikan ,melainkan dianggap sebagai batu ujian. Mengeluh memang mengeluh, tetapi keluhannya sering ditelan kembali. Menurut kepercayaan di jawa, sesambat atau berkeluh kesah hanya akan membuat ringkih (rapuh) jiwa dan semangat hidup saja.

Contoh kejadian ini, dalam peristiwa perwayangan, adalah ketika Pandawa kalah bermain dadu dari kurawa dan diusir dari Hastinapura selama tiga belas tahun. Dengan tabah dan tawakkal, mereka menjalani hukuman ''aneh'' itu. Ternyata, bukan kekalahan atau kehancuran yang diperoleh, melainkan kemenangan dan kamukten yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Gara-gara dibuang itulah, mereka mampu mendirikan negara Amarta yang gemah ripah loh jinawi. Untuklolos dari katula-tula katali diperlukan semangat dan kesabaran yang tidak pernah mati.

Sunday, May 17, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Kasep Lalu Wong Meteng Sesuwngan




Artinya, kasep (terlambat), lalu (lewat), wong meteng (orang hamil), sesuwengan (memakai subang). Terjemahan bebasnya, sudah terlambat ketika orang (perempuan) sudah hamil baru mengenakan subang. Arti terlambat di sini adalah sudah tidak pantas lagi bagi perempuan hamil untuk mengenakan perhiasan. Menurut kebiasaan di Jawa, begitu hamil, pemakaian perhiasan (cincin, kalung, gelang, subang) sebaiknya mulai dikurangi agar tidak menggannggu gerak yang bersangkutan selama proses kehamilannya.

Segala sesuatu yang terlambat bukan hanya tidak pantas, tetapi jua mungkin tidak berarti lagi. Dalam konteks ini, Contohnya ada perempuan yang ercita-cita punya suami kaya dan berpangkat. Berkali-kali dilamar, namun tetap saja ditolak karena kondisi si pelamar jauh dari impiannya. Akibatnya para pelamar tadi mulai menjauh dan akhirnya tidak ada yang tertarik untuk mendekatinya lagi. Karena usia terus bertambah, akhirnya dia pun terpaksa menerima lamaran seorang duda beranak tiga. Duda itu pun bukan orang kaya yang berpangkat. Hidupnya sederhana, dan terhitung masih kerabat sendiri. Jadi, apa boleh buat semuanya sudah terlambat. Pantas tidak pantas, jalan hidupnya memang harus jadi istri sambungan yang dulu tidak pernah dibayangkan sama sekali olehnya.

Saturday, May 16, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Kandhang Langit Kemul Mega




Artinya, kandhang langit (kandang atau sangkar langit), kemul mega (berselimut mega atau awan). Terjemahan bebasnya, berkandangkan langit, berselimutkan awan. Gambaran dari orang yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap, sehingga sering berpindah-pindah. Dapat juga diartikan orang yang tidak mempunyai banyak teman karena kurang pergaulan.

Situasi buruk yang disampaikan peribahasa ini bukan mengada-ada. Hingga zaman modern ini, masih banyak yang mengalaminya. Munculnya para pemulung, gelandangan, dan anak jalanan merupakan bukti bahwa benar-benar ada orang yang tidak punya rumah. Dalam arti, tidak mampu memperoleh tempat tinggal yang layak. Kenyataan yang lebih konkret lagi seperti yang terjadi di kota-kota besar, misalnya Jakarta. Ribuan orang jadi penghuni rumah kardus, kolong jembata, gerbong tua, hingga emperan toko, dan tempat-tempat lain yang sesungguhnya tidak layak untuk bermukim manusia.

Friday, May 15, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Jurang Grawah Ora Mili





Artinya, jurang grawah (jurang lebar), ora mili (tidak mengalir). Terejamahan bebasnya, jurang besar tidak mengalirkan air. Peribahasa ini memberikan gambaran orang yang mudah mengumbar janji, dan biasanya mudah pula mengingkari janjinya.

Di sini, jurang grawah atau sungai yang lebar dijadikan padanan orang yang mudah berjanji. Logikanya, dengan mudah berjanji, dia memiliki alasan kuat dan kemampuan cukup untuk menepatinya. Hanya saja, ketika ternyata jurang atau sungai yang lebar itu tidak ada airnya, inilah jawaban yang sesungguhnya.

Jadi, mudahnya berjanji itu bukan karena mampu menepatinya, melainkan hanya untuk memberikan kesan mampu sehingga bisa dipercaya. Dengan istilah lain, siap pun perlu awas dan waspada terhadap mereka yang suka atau mudah mengumbar janji. Soalnya, janji atau kata-kata manis sering hanya berhenti sebatas lidah saja. Sementara itu, lidah memang tak bertulang, sehingga kata yang pernah terucap mudah sekali terhapus atau sengaja dibuang.

Beras Wutah Arang Mulih Menyang Takere

Artinya,beras wutah (beras tumpah, arang mulih (jarang sama), menyang takere (dengan takaran semula).Misalnya, kita punya beras sekilo, dan beras itu tumpah.Setelah dikumpulkan, ternyata beratnya susut, kurang dari satu kilo.Mengapa demikian ? kenyataannya, belum semua beras dikumpulkan.Masih banyak yang tercecr di tanah, karena kita segan atau tidak telaten mengumpulkannya sebutir demi sebutir.

Peribahasa tersebut juga memuat nasihat, yaitu jangan terlampau berharap imbalan dari orang yang telah menerima budi baik kita.Sebab, kenyataannya, harapannya harapan seperti itu jarang terwujud, sebagaimana beras tumpah yang sulit kembali sesuai takaran semula.

Thursday, May 14, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Jati Ketlusupan Ruyung






Artinya, jati kemasukan serat tanduk pohon kelapa atau enau (aren). Kayu jati terkenal bagus dan banyak digunakan oleh manusia, sehingga harganya pun mahal. Sedangkan ruyung adalah serat pohon kelapa atau enau. Warnanya coklat kehitaman, tajam karena mengandung zat tanduk.

Kayu jati simbol dari orang yang berperilaku baik, sedangkan ruyung simbol dari orang yang berperilaku jahat. Jadi, peribahasa ini menggambarkan bagaimana  seseorang yang berekelakuan baik megalami masalah karena diganggu oleh tindakan jahat orang yang tidak di sangka-sangka sama sekali. Meskipun kebaikannya tidak terhitung lagi, sangat dihormati orang, namun realitasnya juga sangat menderita karena kejadian tersebut dapat merusak reputasinya.

Contohnya, seorang Bupati yang mengangkat salah satu team suksesnya yang dirasa cukup berjasa dan dinilai mumpuni menjadi staff ahli pribadi. Setelah sato periode masa jabatan selesai, dia bermaksud mencalonkan lagi. Sebab, ia merasa prestasinya baik, memuaskan masyarakat yang dipimpin, dan banyak kalangan juga mendukungnya. Namun, apa yang terjadi ?    Pada pemilihan kedua, dia malahan gagal. Semua gara-gara staff ahli kepercayaannya itu diam-diam membelot dan bermuka dua, ikut memenangkan calon lain yang menjadi saingan beratnya.

Tuesday, May 12, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Gupak Pulut Ora Mangan Nangkane





Artinya gupak pulut (terkena getah), ora mangan nangkane (tidak makan nangkanya). Terjemahan bebasnya, kena getah, tetapi tidak makan (tidak kebagian) buah nangkanya. Gambaran orang yang bernasib sial, di mana hasil kerjanya diambil (diserobot) orang lain, sehingga dirinya tidak memperoleh apa pun.


Dalam peristiwa nyata, apa yang di maksud dalam peribahasa ini, misalnya demikian. Sampai tidak tidur dan meninggalkan pekerjaan ketika membuat menata ruang untuk hajatan pernikahan, ternyata yang mendapat pujian adalah sang pemilik rumah. Sementara sang pemilik rumah hanya mengucapkan terimakasoh kepada penata rumah, tanpa memberikan uang imbalan.


Meskipun yang dikerjakan nyaris tidak memberikan keuntungan materi bagi dirinya, siapa pun yang mengalami kejadian seperti ini janganlah terlampau bersedih. Semua yang kita kerjakan itu akan tidak akan sia-sia. Pasti ada hikmahnya. Antara lain, sebagai pelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan, sehingga kelak tidak mengalami kejadian seperti itu lagi. Pengalaman adalah buku sekaligus guru yang terbaik bagi umat manusia.

Monday, May 11, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Bathok Bolu Isi Madu

Artinya, bathok (tempurung), bolu (bolong telu /berlubang tiga),isi madu (berisi madu).Terjemahan bebasnya, tempurung kelapa yang sudah berlubang tiga, namun berisi madu.Padahal, tempurung kelapa yang berlubang umumnya sudah kosong.Daging buahnya sudah rusak, atau habis dimakan serangga.Peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan orang yang tampaknya bodoh, rendah derajatnya, ternyata memiliki ilmu pengetahuan tinggi serta kearifan yang luar biasa.

Contohnya, serombongan mahasiswa arkeologi datang ke sebuah candi untuk melakukan penelitian.Melihat ada orang tua berpakaian seadanya tengah duduk di bawah pohon, seorang mahasiswa langsung mendekat dan memberinya sedekah.Awalnya, orang tua tadi terkejut.Tetapi, sambil menganggukan kepala, pemberian uang ala kadarnya itu pun diterimanya sang kakek.

Tak tahunya, ketika mereka bertemu dengan petugas cagar alam di sana, yang diminta memberikan penjelasan mengenai candi itu justru orang tua tadi.Dengan fasih dan detail, ia menjelaskan seluruh keberadaan candi kepada para mahasiswa.Ternyata, orang tua itu juru kunci candi; pekerjaan yang d tekuni turun-temurun dari nenek moyangnya.Maka, tidak mengherankan jika orang yang tampaknya seperti fakir itu justru memiliki pengetahuan mengenai candi lebih banyak daripada para mahasiswa perguruan tinggi.

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Gambret Singgang Mrekatak Ora Ana Sing Ngeneni






Artinya, gambret singgang (biji padi yan berasal dari tunas setelah rumpunnya dipanen dan dipangkas), mrekatak (menguning), ora ana sing ngeneni (tidak ada yang memanen). Selesai dipanen, umumnya rumpun padi segera dipangkas di dekat tanah untuk memudahkan membajaknya kembali. Tetapi jika karena suatu dan lain hal pengolahan tanah terlambat, dari sisa rumpun itu akan keluar tunas baru (singgang). Apabila dibiarkan membesar, tunas-tunas ini pun dapat berbunga dan berbuah. Tetapi, buahnya sedikit, kecil-kecil, dan kebanyakan tidak bernas. Maka, umumnya bulir padi yang tumbuh dari singgang itu dibiarkan saja oleh para petani, menjadi makanan burung saja.


Peribahasa ini menggambarkan situasi atau nasib seorang janda. Meskipun lama menjanda, namun belum juga ketemu jodohnya. Tidak ada laki-laki yang mendekat, apalagibermaksud melamarnya. Semua itu karena sifat atau perangai sang janda yang dinilai buruk olehorang banyak, terutama laki-laki. Misalnya, gaya hidupnya terkesan liar, pemarah, bicaranya kasar dan emosional,  barpakaian serampangan, serta angkuh. Dengan demikian, wajar jika laki-laki senantiasa berpikir ulang atau memilih mundur jika ingin menikahinya.

Sunday, May 10, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Gagah Kejibah, Mingkuh Ketempuh





Artinya, gagah kejibah (gagah berkewajiban), mingkuh (menghindar), ketempuh (bertanggung jawab). Terjemahan bebasnya, karena gagah jadi punya kewajiban, karena menghindar jadi bertanggung jawab. Peribahasa ini menggambarkan orang yang terpaksa mekaukan tugas atau pekerjaan karena sudah menyanggupinya.

Peribahasa ini diangkat dari kenyataan, bahwa kadang orang yang telah menyanggupi suatu pekerjaan dapat saja menemui halangan, sehingga merasa tidak mampu lagi meneruskan pekerjaan tersebut. Contohnya, seorang supir truk sanggup mengantarkan muatan ke Jakarta dengan ongkos tiga juta rupiah. Namun, dalam perjalanan ternyata banyak halangan. Ban dua kali meletus, gardan rusak, mesin berkali-kali rewel, sampai karawang terhalang oleh banjir.

Merasakan nasibnya yang kacau, serta pengeluaran cukup membengkak, si supir sebenarnya sudah putus asa. Dia membayangkan, sampai Jakarta nanti, sisa uangnya untuk setoran saja tidak cukup. Namun, apa boleh buat ?   Apa pun yang terjadi harus sampai di Jakarta, karena dia sudah menyanggupi dan ongkos perjalanan sudah diterima. Jika sampai lepas tanggung jawab, dirinya juga yang akan menerima akibatnya.

Saturday, May 9, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Ewuh Aya ing Pambudi





Artinya, ewuh aya (sulit atau kesulitan), ing pembudi (dalam bersikap atau berbuat). Kesulitan di sini bukan karena yang bersangkutan bodoh, pilihannya terbatas, atau tidak mampu melaksanakan. Melainkan karena setiap tindakan yang dilakukan bakal membawa akibat yang cukup merepotkan dirinya maupun orang lain.

Contohnya, suatu hari, pak RT menerima laporan tentangganya pak Warto, bahwa dirinya baru saja kehilangan burung murai batu yang mempunyai harga 1 juta rupiah. Saat melapor, tampak pak Warto sangat marah, karena burung murai itu baru saja dibelinya  tiga hari yang lalu. Padahal pak RT juga baru dapat informasi dari bu RT bahwa burung tersebut sengaja dicuri dan dijual oleh si Agus (anak pak Warto), untuk melunasi tunggakan SPP. Si anak berani melakukan perbuatan seperti itu karena perintah ibunya. Sebab, belakangan pak Warto sedang ''gila'' terhadap burung berkicau. Uangnya pun habis untuk membeli burung, sehingga kebutuhan sekolah dan keluarganya jadi terbengkalai.

Menghadapi kejadian seperti ini, wajar jika pak RT merasa ewuh aya ing pambudi. Mengatakan apa adanya belum memungkinkan, mendiamkan perbuatan istri pak Warto dan Agus juga salah. Sementara menasihati pak Warto yang tengah marah rasanya juga akan sia-sia.

Friday, May 8, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Bandha Bisa Lunga, Pangkat Bisa Oncat, Bojo Ayu Bisa Mlayu




Artinya, bandha bisa lunga (harta dapat pergi), pangkat bisa oncat (pangkat dan jabatan dapat hilang), bojo ayu bisa mlayu (istri cantik dapat melarikan diri). Peribahasa ini menggambarkan apa saja yang dimiliki manusia dapat hilang. Karena itu, pemiliknya harus pandai-pandai menjaga dan memeliharanya.

Di sini, apa yang disebut harta, pangkat, dan istri cantik sering menjadi impian atau dambaan banyak laki-laki. Dengan kata lain, apabila memungkinkan, setiap pria akan mengejar ketiganya. Namun, misalnya cita-cita tersebut tercapai, umumnya mereka lupa bahwa itu semua hanya titipan Allah SWT.

Disamping itu, lupa mensyukuri dan menggunkannya untuk menuruti hawa nafsu belaka. Akibatnya, harta habis, pangkat atau jabatan lenyap, dan istri cantik pun pergi karena tidak tahan lagi dijadikan budak dan bulan-bulanan setiap hari.

Jadi, Peribahasa ini mengingatkan bahwa kepemilikan materi duniawi tidak ada yang abadi. Yang dulu tidak ada, dapat kembali asal mulanya. Karena itu, setiap kepemilikan duniawi haruslah dijaga, disyukuri, dipelihara, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Thursday, May 7, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Ambuwang Rase Oleh Kuwuk





Artinya, ambuwang rase (membuang musang yang berbau wangi), oleh kuwuk (memperoleh kucing liar atau kucing hutan). Gambaran orang yang membuang atau menyingkirkan sesuatu yangburuk, namun justru mendapatkan yang lebih buruk lagi.

Misalnya, seorang pemilik rumah kost yang terpaksa mengusir mahasiswa yang sering kali menunggak bayar uang kost sampai berbulan-bulan. Begitu si mahasiswa pindah, datang mahasiswa baru yang siap mengontrak kamar kost yang kosong itu selama satu tahun. Sang pemilik langsung menerimanya dengan senang hati.

Anehnya, mahasiswa baru itu jarang tidur di kost, dan menurut pengakuannya banyak belajar di rumah teman kuliah yang dekat dengan kampus. Tahu-tahu, pada suatu malam, kamar kostnya digerebek polisi. Di dalamnya ditemukan paket-paket narkoba yang siap dijual ke pasaran. Akibat kejadian tersebut, pemilik kost ikut jadi saksi dan mendapatkan peringatan keras karena usaha kost itu belum memiliki izin dari pemerintah. Jadi, secara tidak langsung, peribahasa ini mengingatkan agar hati-hati dalam setiap perbuatan. Jangan sampai gegabah. Maunya membuang masalah, tetapi justru membawa masalah baru yang tidak kalah rumitnya dengan permasalahan lama.

Wednesday, May 6, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Aji Godhong Jati Aking





Artinya, aji (berharga), godhong jati aking (daun jati kering). Terjemahan bebasnya, lebih berharga daun jati kering. Padahal semua orang tahu, daun jati kering itu nyaris tidak ada gunanya sama osekali. Buktinya, guguran daun jati di hutan atau kebun pada waktu musim kemarau tidak ada yang memanfaatkan. Peribahasa ini mengiaskan betapa nista martabat seseorang, sampai-sampai tidak dihargai lagi oleh keluarga maupun orang lain. Ibaratnya, nilai orang yang bersangkutan lebih rendah daripada daun jati kering. Biasanya, penggambaran seperti ini ditujukan kepada orang tua atau mereka yang kondisinya tidak memiliki apa-apa karena perbuatannya di masa lalu. Seperti bekas perampok, bekas rentenir, namun saat ini dsudah jatuh miskin, cacat, menderita dan sebagainya. Gara-gara kelakuannya yang tidak disukai orang banyak, atau banyak merugikan orang lain, maka tidak ada lagi yang memperhatikan keadaannya.

Karena itulah, gambaran  yang disampaikan peribahasa ini perlu dijadikan cermin, sekaligus peringatan bagi kita semua. Jangan sampai pada suatu saat nanti martabat kita hancur. tidak ubahnya sampah yang berbau busuk. Tidak dihargai lagi akibat perbuatan kita yang penuh dosa di masa lalu.

Kewaspadaan dan Introspeksi (Aja ngnthik-Uthik Macan Turu)

Artinya, Aja nguthik-uthik (jangan mengusik),macan turu (macan/harimau tidur). Di jawa, harimau sering digelari raja hutan.Tentu saja sebutan raja huta tersebut merupakan kiasan atau padanan.Sebab kekusaan yang diperoleh bukan karena kebijakan, kearifan, dan kepemimpinannya yang baik, melainkan karena sifat perbuatannya yang dinilai kejam, pemangsa binatang lain, gampang marah, buas, liar, dan selanjutnya.Karena itulah, orang yang memiliki sifat seprti itu lazim disamakan dengan harimau.

Orang yang bertabiat buruk sebagaimana harimau umumnya ditakuti karena setiap saat dapat membuat onar dan membahayakan orang lain.Untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan, sebaiknya dia dibiarkan tenteram (asyik dengan dunianya sendiri), jangan sampai angkara murkanya kambuh.Manakala yang bersangkutan sedang tidur (tabiat buruknya hilang untuk sementara), sekali-kali jangan diganggu atau dibangunkan (di pancing dengan masalah) karena dikhawatirkan sifat buruknya muncul mendadak, sehingga membuat kekacauan dan keributan di mana-mana.

Tuesday, May 5, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Sumur Lumaku Tinimba

Artinya, sumur (perigi), lumaku (berjalan), tinimba (ditimba atau diambil airnya). Terjemahan bebasnya, sumur berjalan supaya airnya ditimba oleh banyak orang. Ungkapan ini menggambarkan seseorang yang menawarkan kepandaiannya (kahliannya) agar dapat dimanfaatkan orang lain.

Beberapa kalangan menganggap sikap yang dikandung peribahasa ini tidak baik. Antara lain, karena orang tersebut dinilai kumalungkung atau arogan, lantaran memamerkan kepandaiannya kemana-mana agar diketahui dan dipuji orang. Namun, jika dicermati lebih mendalam, pada sisi lain, peribahasa ini juga dapat dinilai sebagai petunjuk atau strategi bagiwong cilik dengan mencari pangupajiwa (kehidupan) sehari-hari.


Contohnya dapat kita saksikan pada tukang sepatu keliling yang menggunakan sepeda menawarkan keahliannya. Juga nampak pada tukang pijat yang buta menyusuri jalan-jalan dengan tongkatnya. Artinya, baik-buruknya perilaku menawarkan keahlian yang dimiliki seseorang tergantung dari tujuannya. Kalau tujuannya buruk, perilaku tersebut juga akan jadi buruk. Namun, jika tujuannya baik, perbuatan itu tentu akan bermanfaat bagi banyak orang.

Monday, May 4, 2015

Sluman Slumun Slamet adalah salah satu nasehat dalam mengatasi permasalahan hidup


Selamat datang kembali di sudihardi.com
Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba berbagi arti dari peribahasa jawa"Sluman Slumun Slamet"


Artinya, sluman-slumun (keluar-masuk),slamet (selamat). Terjemahan bebasnya, diam-diam melakukan sesuatu dan selamat. Biasa diguakan untuk menggambarkan perbuatan orang yang melakukan usaha dengan diam-diam, membangun hubungan ke mana-mana sendirian, dan ternyata usahanya itu berhasil dengan sangat baik.


Umumnya, ungkapan ini untuk menggambarkan sekaligus memuji kemampuan seseorang. Tanpa banyak bicara, tanpa bantuan orang lain, dan berbekal kemampuan seadanya, dia melakukan hubungan kerja ke berbagai instansi atau lembaga dengan sukses. Padahal, semua orang tahu, dia hanya lulusan biasa. Bagaimana dia bisa memiliki kemampuan dan keterampilan membangun jaringan seluas itu, orang lain tidak ada yang tahu pasti.


Orang yang handal melakukan sluman slumun slamet patut dikaji pikiran, perasaan, maupun perilakunya. Sebab, di sana tersembunyi  banyak strategi hidup yang layak dipetik hikmahnya. Artinya, langkah sluman slumun slamet bukanlah sesuatu yang ngawur dan mengandalkan keberanian, kenekatan, atau kebetulan belaka. Di sini, ada banyak perhitungan rumit yang sukses diterapkan. Kadang seperti tidak masuk akal. Dan, manakala berhasil membedahnya, kita pun dapat melakukan usaha yang sama dengan sempurna dan berdayaguna bagi kehidupan kita kedepannya.

Sunday, May 3, 2015

Sabar Subur (( mengatasi permasalahan hidup ))





Artinya, sabar itu membuat subur. Siapa yang mampu dan mau bersabar, akan memperoleh ketenangan diri. Oleh karena itu, dia mampu melihat dan berpikir jernih, sehingga dapat bertindak dengan mantap, tidak grusa-grusu .Orang sabar itu akan bekerja dengan tenang, tidak tergesa-gesa. Tindak perbuatannya diperhitungkan masak-masak. Karena itulah penghasilannya ajek. Kaya tidak, tetapi hidupnya terkesan cukup. Setiap menemui kesulitan, ia akan mudah menyingkirkan kesulitan.


Orang sabar dapat digambarkan seperti pepohonan. Setahun hanya bertambah seperempat meter. Besarnya batang hanya bertambah dua sentimeter. Tetapi, seperti halnya kelapa, meski ditakik batangnya untuk memanjat, ia tidak akan mati. Dipangkas cabang daunnya berkali-kali seperti lamtoro, di musim hujan akan bersemi kembali. Dikurangi akarnya, seperti kelengkeng yang lama tak berbuah, ia akhirnya berbunga. Dengan memiliki kesabaran yang teguh sebagaimana pohon, manusia pasti akan menemukan harga kemanusiaannya. Jadi, tidak perlu iri terhadap keberhasilan orang lain. Tidak harus terburu-buru sebelum bekal dan keterampilannya lengkap. Dengan kesabaran, di manapun orang akan cenderung selamat.

Saturday, May 2, 2015

Rila Lamun Ketaman, Kelangan Nora Gegetun (( mengatasi permasalahan hidup ))






Artinya, rila lamun ketaman (rela ketika mengalami), kelangan nora gegetun (kehilangan tidak menyesal). Peribahasa ini merupakan gambaran dari sikap tegar dalam mengarungi lika-liku kehidupan atau cobaan hidup di dunia. Dengan berpegang teguh pada pemahaman tersebut, seseorang akan cepat bangkit dan lebih memikirkan hal-hal yang positif daripada menyesal apa yang telah terjadi.

Contoh peristiwa yang menggambarkan peribahasa ini misalnya; ketika ada anak menjadi TNI pamit karena ditugaskan ke daerah yang sedang bergolak, orang tua dan istrinya merelakan dan mendoakan supaya selamat. Tetapi, di dalam hati mereka tidak bisa mengingkari bahwa perang hanya memiliki dua pilihan yaitu hidup atau mati. Hidup berarti dapat bertemu kembali, mati berarti pulang nama. Maka, misalnya dia harus gugur di medan perang, seluruh keluarga akan merelakan. Menangis pasti, tetapi tidak meyesal sama sekali. Soalnya, mereka paham bahwa tugas prajurit dalam membela negara itu sangat berat. Dengan memiliki kesadaran dan sikap demikian, siap pun akan lebih tegar dalam menghadapi setiap permasalahan hidup.

Rila Lamun Ketaman, Kelangan Nora Gegetun (( mengatasi permasalahan hidup ))






Artinya, rila lamun ketaman (rela ketika mengalami), kelangan nora gegetun (kehilangan tidak menyesal). Peribahasa ini merupakan gambaran dari sikap tegar dalam mengarungi lika-liku kehidupan atau cobaan hidup di dunia. Dengan berpegang teguh pada pemahaman tersebut, seseorang akan cepat bangkit dan lebih memikirkan hal-hal yang positif daripada menyesal apa yang telah terjadi.

Contoh peristiwa yang menggambarkan peribahasa ini misalnya; ketika ada anak menjadi TNI pamit karena ditugaskan ke daerah yang sedang bergolak, orang tua dan istrinya merelakan dan mendoakan supaya selamat. Tetapi, di dalam hati mereka tidak bisa mengingkari bahwa perang hanya memiliki dua pilihan yaitu hidup atau mati. Hidup berarti dapat bertemu kembali, mati berarti pulang nama. Maka, misalnya dia harus gugur di medan perang, seluruh keluarga akan merelakan. Menangis pasti, tetapi tidak meyesal sama sekali. Soalnya, mereka paham bahwa tugas prajurit dalam membela negara itu sangat berat. Dengan memiliki kesadaran dan sikap demikian, siap pun akan lebih tegar dalam menghadapi setiap permasalahan hidup.

Rila Lamun Ketaman, Kelangan Nora Gegetun (( mengatasi permasalahan hidup ))






Artinya, rila lamun ketaman (rela ketika mengalami), kelangan nora gegetun (kehilangan tidak menyesal). Peribahasa ini merupakan gambaran dari sikap tegar dalam mengarungi lika-liku kehidupan atau cobaan hidup di dunia. Dengan berpegang teguh pada pemahaman tersebut, seseorang akan cepat bangkit dan lebih memikirkan hal-hal yang positif daripada menyesal apa yang telah terjadi.

Contoh peristiwa yang menggambarkan peribahasa ini misalnya; ketika ada anak menjadi TNI pamit karena ditugaskan ke daerah yang sedang bergolak, orang tua dan istrinya merelakan dan mendoakan supaya selamat. Tetapi, di dalam hati mereka tidak bisa mengingkari bahwa perang hanya memiliki dua pilihan yaitu hidup atau mati. Hidup berarti dapat bertemu kembali, mati berarti pulang nama. Maka, misalnya dia harus gugur di medan perang, seluruh keluarga akan merelakan. Menangis pasti, tetapi tidak meyesal sama sekali. Soalnya, mereka paham bahwa tugas prajurit dalam membela negara itu sangat berat. Dengan memiliki kesadaran dan sikap demikian, siap pun akan lebih tegar dalam menghadapi setiap permasalahan hidup.

Friday, May 1, 2015

Njajah Desa Milang Kori adalah satu peribahasa dalam mengatasi permasalahan hidup

Selamat datang di sudihardi.com...!!!
Kali ini saya akan mencoba berbagi mengenai arti dari salah satu peribahasa Jawa "

Njajah Desa Milang Kori"




Artinya, njajah desa (menjelajahi desa), milang kori (menghitung pintu).  Terjemahan bebasnya, bepergian jauh menjelajahi desa, menhitung pintu.
Maknanya, melakukan perjalanan mencari pengalaman hidup ke berbagai wilayah untuk mengenal kehidupan di sana, serta memahami watak perilaku penduduknya.

Lelaku seperti digambarkan peribahasa ini adalah wujud dari usaha seseorang mencari pengalaman hidup. Betapa mahal pengalaman di masa lalu. Untuk mendapatkannya, orang perlu bersusah payah bepergian sambil melakukan tapa brata. Ada juga yang mengatakan sebagai tapa ngrame atau bertapa di tengah keramaian. Artinya, mencari pengalaman sekaligus meningkatkan kearifan pribadi. Sebab, bergaul dengan lebih banyak manusia akan menemukan berbagai masalah watak, dan perilaku yang berbeda-beda. Manakala terjadi masalah, penyelesaiannya pun harus menggunakan pedoman-pedoman yang berbeda pula.

Njajah desa milang kori adalah strategi mengolah batin dan kepribadian melalui kasunyatan duniawi yang terjadi di sekitar kita. Di jawa, mendalami teori saja dinilai belum cukup sebelum mampu menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan nyata tepat dan benar.