Saturday, May 30, 2015

Ungkapan "Gecul Kumpul, Bandhol Ngrompol"

Image result for jahat

Artinya, gecul (orang jahat), kumpul (berkumpul), bandhol (pemimpin penjahat), ngrompol (berkerumun).Terjemahan bebasnya, orang jahat senantiasa akan berkumpul dengan sesama penjahat.

Sikap tersebut bukan suatu hal yang aneh.Kebiasaan penjahat seperti dipaparkan dalam peribahasa ini merupakan kenyataan yang perlu diwaspada.Artinya, sebagai sesama penjahat, mereka akan merasa lebih aman jika berkumpul dengan para penjahat juga.Paling tidak, sebagai upaya perlindungan diri.Sebab, kalau berkumpul dengan `orang baik-baik` rahasianya akan mudah terbongkar.

Dalam strategi keamanan, kebiasaan seperti ini patut menjadi perhatian.Karena, biasanya dari pekumpulan tadi muncul ide dan gerakan.Bagaimanapun, seluruh kejahatan pada hakikatnya bukan kegiatan yang tiba-tiba.Paling tidak, sudah direncanakan sebelumnya.Maka, ketika kantong-kantong perkumpulan para penjahat itu dapat diketahui dan didengar gerak dinamikanya, kemungkinan kejahatan yang akan dilakukan dapat dicegah sedini mungkin.

Peribahasa "Timun Wungkuk Jaga Imbuh"

Image result for wong jowo

Artinya, timun wungkuk (buah mentimun bengkok), jaga imbuh (jaga-jaga sebagai tambahan). Terjemahan bebasnya, buah mentimun yang bengkok hanya dimanfaatkan sebagai tambahan bagi pembeli. Ungkapan ini merupakan gambaran dari orang yang memiliki kalainan atau kekurangan (cacat) yang sering hanya menjadi pelengkap dalam mengerjakan sesuatu.

Jika direnungkan, peribahasa ini menyodorkan dua pandangan : negaif &positif. Negatif kalau diartikan bahwa orang yang memiliki kekurangan tidak pernah dihargai setara (lebih rendah) dibandingkan mereka yang sempurna. Positifnya, di sini orang cacat tetap diberi kesempatan untuk berguna sesuai dengan kekurangan yang ada pada dirinya.

Ibarat timunwungkuk ,orang cacat cenderung kecil kemungkinannya ' terpilih '  sebagai bagian mereka yang sehat lahir batin. Namun, dengan memiliki kekurangan tersebut umumnya mereka juga memiliki kelebihan dibandingkan mereka yang sehat. Contohnya, orang buta selalu memiliki kesabaran, ketelitian, serta daya bayang lebih besar. Artinya, meskipun buta, tetapi sisi-sisi lain kepribadiannya munkin malah lebih unggul daripada kita yang normal. Maka, janganlah mereka hanya dijadikan pelengkap saja. Sebab, yang dimiliki pada dasarnya adalah landasan bagi munculnya kekuatan lain di dalam diri pribadi.

Friday, May 29, 2015

Sepuh Sepa Tuwa Tuwas

Image result for wong jowo

Artinya, sepuh sepa(tua hambar atau tidak memiliki rasa lagi), tuwa tuwas (tua sia-sia). Terjemahan bebasnya, orang tua yang hidupnya sunyi dan hambar karena kehadirannya tidak berguna lagi bagi diri sendiri maupun orang lain.

Menjadi manusi lanjut usia (manula) memang tidak mudah. Meskipun semua orang akan mengalami, namun jarang yang mempersiapkan diri dengan baik. Maka, tidak mengherankan jika akhirnya terwujud situasi yang memprihatinkan ini. Mengatasi ketidak bermanfaatan orang tua memang akan sulit jika dimulai setelah masa tua itu datang. Cara yang paling efektif adalah mempersiapkan diri sedini mungkin. Misalnya, dengan berlatih menulis (mengarang) atau melakukan kegiatan positif yang tidak memerlukan banyak tenaga, kecuali pikiran, kecerdasan, wawasan, dan kreativitas. Masa tua masih bermakna, jika yang bersangkutan telah belajar mengelolanya dengan baik jauh-jauh hari. Soalnya, sepah tebu  masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengolahan tebu di pabrik gula.

Thursday, May 28, 2015

Ungkapan "Oleh Entunge Luput Sunduke"

Image result for wong jowo

Artinya, oleh entunge (mendapat perhitngan), luput sunduke (salah menyematkannya). Terjemahan bebasnya, sudah benar perhitungannya, tetapi salah menyematkannya. Gambaran dari orang yang benar, tetapi setelah dikerjakan, sehingga hasilnya meleset.

Peribahasa ini mengingatkan tentang beribu-ribu kesalahan yang mungkin diperbuat manusia, mulai dari yang kecil (tidak tampak) hingga yang sebesar gajah. Buktinya, banyak hal sudah diperhitungkan dengan cermat dan masak-masak, namun begitu dilaksanakan ternyata meleset. Mengapa demikian ?  Tidak lain karena apa yang disebut teori dan praktik merupakan dua wacana yang berbeda. Atau, dengan kata lain, sebaik apa pun teori, hasilnya sangat tergantung pada bagaimana penerapan atau implementasinya.

Contoh ektremnya mengenai kehidupan rumah tangga. Sejak menikah, semua pasangan suami-istri sealu berusaha agar hidupnya rukun, damai, dan sejahtera sampai tua. Tidak satu pun mempunyai cita-cita perkawinannya gagal di tengah jalan. Namun, apa yang terjadi ?   Banyak suami-istri akhirnya bercerai dan menempuh jalan sendiri-sendiri. Artinya, mereka gagal menerapkan strategi hidup kebersamaan yang baik dan benar. Dengan kata lain, benar teorinya, tetapi salah menerapkannya.

Wednesday, May 27, 2015

Peribahasa "Ngenteni Timbule Watu Item, Kaleme Prau Gabus"

Image result for jowo

Artinya, ngenteni timbule watu item (menunggu munculnya batu hitam), keleme prau gabus (tenggelamnya kapal dari gabus). Terjemahan bebanya, menunggu munculnya (mengapungnya) batu hitam dan tenggelamnya perahu yang terbuat dari gabus. Menggambarkan orang yang hanya mengharapkan (menunggu) keberuntungan, tanpa mau berusaha sendiri untuk meraihnya.

Dalam kepercayaan di Jawa, ada unen-unen "gusti Allah ora sare". Artinya, Allah tidak pernah tidur dan senantiasa mengurus umat-Nya sebaik mungkin. Termasuk dalam memberikan rezeki. Namun, rezeki tersbut bukan jatuh dari langit atau serta merta menumpuk di pangkuan kita. Razeki harus dicari dengan bekerja keras, bersabar, dan tawakkal. Jadi, bukan hanya menunggu, etrus-menerus berdoa tanpa ikhtiar nyata.

Jadi, secara tidak langsung, peribahasa ini menggambarkan sikap seorang pemals. Hidupnya hanya menunggu uluran tangan orang lain. Memang, sesekali orang akan membantu, tetapi tidaklah mungkin tersebut manglir dari hari ke hari. Rezeki dan keberuntungan hanya diberikan Allah kepada umat-Nya yang sadar dan mau bertanggung jawab terhadap kehidupan, bukan kepada mereka yang mengingkari kehadiran dan kuasa-Nya.

Tuesday, May 26, 2015

Peribahasa "Emprit Abuntut Bedhug"


Image result for jowo
Artinya,emprit (burung pipit),abuntut (berbuntut/berekor),bedhug (bedhug yang umumnya ada di masjid untuk memberikan tanda tiba waktunya shalat).Peribahasa tersebut mengibaratkan burung pipit sebagai permasalahan kecil.Namun, sekecil apa pun permasalahan, jika tidak segera diselesaikan dengan baik dan tuntas, maka akan membawa dampak besar di kemudian hari (berbuntut besar dan panjang).

Contoh, seorang anak sejak kecil suka mengambil uang orang tuanya yang memiliki toko kelontong, sekadar untuk jajan.Mengetahui perbuatan si anak, ayah-ibunya cenderung mendiamkan.Menurut pikiran mereka, tidak masalah karena yang di ambil milik orang tua sendiri.Di samping itu, jumlahnya juga kecil karena hanya untuk jajan.Apalagi, sebagai pedagang, mereka juga tidak pernah kekurangan uang.

Tanpa disadari, kebiasaan tersebut terbawa sampai dewasa.Setelah duduk di bangku SMU, yang di ambil bukan seratus atau dua ratus lagi, tetapi puluhan ribu rupiah.Ketika orang tuanya benar-benar marah karena si anak mengambil uang melebehi satu juta rupiah, terjadilah percekcokan yang tak pernah di bayangkan.Ayah dan anak sampai berkelahi.Lantaran sang ayah punya sakit jantung yang tiba-tiba kumat, jiwanya tak tertolong lagi.

Monday, May 25, 2015

Matang Tuna Numbak Luput


Artinya, matang tuna (menggunakan galah rugi), numbak luput (menombak tidak mengenai sasaran).
Terjemahan bebasnya, menggunakan galah tidak sampai, menggunakan tombak pun meleset. Gambaran dari apa saja yang dicita-citakan meleset (tidak ada yang berhasil). Dapat juga diartikan, gagal menuduh orang lain karena tidak mempunyai bukti kuat.

Image result for senjata makan tuan
Kegagalan sudah menjadi hal yang biasa dalam hidup manusia. Yang tidak biasa adalah ketika kegagalan tersebut terus-menerus terjadi. Berbuat ini gagal, berusaha itu gagal, tidak satu pun kesuksesan diraihnya. Begitu mengalami kegagalan yang bertubi-tubi, biasanya para sesepuh di jawa menasihati untuk segera introspeksi diri, merenungkan kembali apa yang diperbuatnya selama ini. Termasuk laku batin, memberishkan batin dari pengaruh kotoran yang mengeram didalamnya.

Di lihat dari prosesnya secara nyata, mungkin saja kegagalan terjado karena yang bersangkutan kurang membekali diri dengan sarana dan keterampilan cukup untuk meraih sukses yang diharapkan. Di sampingitu, biasanya sasaran yang ingin dicapai juga kurang jelas, dan cara mencapainya pun belum sepenuhnya dikuasai. Walaupun demikian, jika matang tuna numbak luput tujuannya untuk hal-hal yang negatif, kegagalan tersebut malah patut disyukuri.

Sunday, May 24, 2015

Madu Balung Tanpa Isi


Artinya, madu (bertengkar atau bertikai), balung (tulang), tanpa isi (tidak berisi).
Terjemahan bebasnya, bertengkar memperebutkan tulang yang tidak ada isinya. Dapat pula dimaknai sebagai orang yang bertengkar karena berebut sesuatu yang tidak bermanfaat sama sekali.

Image result for senjata makan tuan
Pertengkaran, pertikaian, atau peperangan terkadang memang berangkat dari masalah besar yang layak dibela dan dipertahankan dengan darah. Namun, banyak juga peristiwa besar dan berdarah yang disebabkan oleh hal-hal sepele, yang teramat sederhana untuk dipertengkarkan.

Di jalan raya, misalnya ada dua orang pengendara motor sempat bertengkar sampai akan berkelahi gara-gara salip-menyalip yang dianggap kurang sopan bagi keduanya. Jika direnungkan, dipikirkan dengan arif, apa manfaat pertengkaran mereka ?    Toh, masing-masing tidak menderita apa pun, tidak terjadi kecelakaan. Mengapa harus merasa panas dan tersinggung ketika disalip orang lain dengan '' kurang sopan'' ?      Yang jelas, pertengkaran seperti ini sangat tidak bermanfaat, dan terkesan mengada-ada. Apa pun alasannya, setiap pertengkaran seharusnya dipertimbangkan kembali. Karena, dengan terjadi pertengkaran, masing-masing pihak tentu akan merugi. Apalagi jika masalah yang dipertengkarkan sesuatu yang tidak bermanfaat sama sekali.

Saturday, May 23, 2015

Lut-Lutan Lowe Nyamber Buntute Dhewe


Artinya, lut-lutan lowe (belitan atau gulungan lipan), nyamber  (menyambar), buntute dhewe (ekornya sendiri).
Terjemahan bebasnya, seperti belitan lipan yang menyambar ekor sendiri. Ungkapan ini merupakan gambaran tentang orang yang bermaksud jahat kepada orang lain, tetapi salah perhitungan (salah taktik), sehingga menimpa diri sendiri.

Image result for senjata makan tuan
Kejadia seperti ini harus dihindari. Berbuat jahat kepada orang lain bukan hanya salah, tetapi juga berdosa. Namun, sulit rasanya membendung yang bernama kejahatan selama manusia tidak dapat mengendalikan nafsu dan perilakunya. Banyak kejadian layak dijadikan cermin. Misalnya, hanya karena iri setelah melihat tetangga membeli mobl, malam-malam si A sengaja memasang paku di depan pintu halaman yang bersangkutan. Dengan harapan, besok kalau mobil itu keluar, ban-nya akan kempes ketika melindas paku tadi. Celakanya, seharian di tetangga tidaak berpergian, dan mobilnya tetap tersimpan di garasi. Tahu-tahu, anak si A pulang main sambil menangis dan menunjukkan kakinya yang terluka menginjak paku yang diam-diam dipasangnya semalam.

Kisah senjata makan tuan seperti itu benar-benar merupakan hukuman tidak terlihat bagi pelakunya. Siapa yang suka barmain api, munkin saja dia yang terbakar sendiri, bukan orang lain yang dituju atau yang dibenci yang terkena.

Friday, May 22, 2015

Peribahasa "Lawas-Lawas Kawongan Godhong"


Artinya,lawas-lawas (makin lama), kawongan godhong (menjadi daun).
Terjemahan bebasnya, lama kelamaan menjadi daun : layu, kering, gugur, mejadi sampah, dan tidak dihargai lagi oleh manusia. Menggambarkan bagaimana nasib orang yang bekerja kepada orang lain. Makin lama makin tua dan tidak produktif lagi, hingga akhirnya diberhentikan begitu saja.

Image result for kebodohan
Gambaran ini petut jadi bahan renungan, karena begitu kenyataan yang banyak terjadi di mana-mana. Karyawan hanya dihargai tenaga dan pikirannya saja. Sewaktu manfaat ekonomisnya menurun dan hilang, jarang yang bisa menghargai lagi. Karena itulah, sebaiknya kita terus mengembangkan diri. Ibarat pohon , tumbuh kembali lewat tunas atau menumbuhkan pohon baru dengan biji-bijinya. Jangan sampai seperti pohon beringin. Tidak satu pohon muda yang tumbuh di bawahnya.

Artinya, meskipun sudah tua, orang harus mencari manfaat diri sesuai usianya. Kalau tidak, dia akan menjadi renta belaka. Sebab, kehilangan manfaat sama halnya kehilangan harga diri. Dan begitu kehilangan harga diri, yang bersangkutan akan jadi rendah diri. Seakan hidupnya sia-sia, tidak berguna. Padahal, seharusnya tidak demikian. Sepotong ranting kering, misalnya, tetap masih bergua untuk menyalakan api.

Thursday, May 21, 2015

Embat-Embat Clarat

Artinya,embat-embat (dipikir-pikir), clarat (hewan sejenis bunglon yang dapat melayang).Terjemahan bebasnya, dipikir-pikir sebelum melayang atau terbang.Lebih jelasnya lagi, dipikir atau dipertimbangkan masak-masak sebelum mengerjakan sesuatu.Misalnya, jika mampu mengerjakan (menguntungkan), maka akan dilanjutkan.Namun, jika membahayakan, maka lebih baik berhenti daripada nantinya mengalami musibah yang tidak diinginkan.

Image result for kebodohan
Peribahasa ini mengandung nasihat yang perlu diperhatikan.Yaitu, setiap orang perlu mempertimbangkan masak-masak sebelum melakukan sesuatu.Mempertimbangkan disini bukan berarti was-was atau takut, melainkan sebagai upaya mencegah kemungkinan terjadinya masalah yang merugikan.


Contoh sederhananya, memperbaiki genting pecah di musim hujan.Meskipun kelihatannya sepele, namun jika belum mahir dan paham situasi kondisinya, lebih baik jangan ambil risiko.Pertama, genting di musim hujan sangat Rapuh.Keliru menggesernya saja dapat pecah.Demikian pula menatanya, benar-benar harus lurus, letak genting rata, tumpang tindihnya pun diperhatikan sekali.Sebab, jika sedikit saja berongga, maka akan mengakibatkan kebocoran hujan masuk kerumah.

Wednesday, May 20, 2015

Keduwung Nguntal Wedhung


Artinya, keduwung (menyesal), nguntal wedhung (menelan pisau besar). Terjemahan bebasnya, menyesal setelah menelan pisau besar. Sebab, jika pisau itu dicabut, ia akan kesakitan. Namun, jika tidak dicabut, ia juga kesakitan. Peribahasa ini gambaran orang yang mengalami masalah, namun sudah sangat terlambat mengatasinya.

Image result for kebodohan
Kejadian yang disampaikan peribahasa ini sebaiknya dihindari. Segala sesuatu yang terlambat biasanya akan menimbulkan permasalahan bermacam-macam, seperti pepatah dalam bahasa Indonesia ;  maju kena mundur kena, atau peribahasa jawa yang lain ;  maju tatu, mudur ajur .Karena itulah, setiap tindak perbuatan perlu dipertimbangkan dengan cermat dan matang.

Contoh kasarnya, jelas wedhung (pisau besar), tapi mengapa dimakan / ditelan ?    Apakah tidak ada makanan yang lain yang lebih bermanfaat dan aman ?   Jelas uang perusahaan, mengapa dipakai untuk kepentingan pribadi ?   Meskipun berhasil, tindak perbuatan seperti ini tentu akan membawa dampak besar bagi pelakunya. Singkat kata, janganlah makan yang bukan hak sendiri. Jangan makan asal makan, karena masing-masing makanan akan membawa pengaruh yang berbeda-beda. Jika keliru, makanan tersebut dapat menjadi racun yang berbahaya dan mengancam keselamatan diri sendiri.

Tuesday, May 19, 2015

Kaya Kali Ilang Kedhunge, Pasar Ilang Kumandhange


Artinya, kaya kali ilang kedhunge (seperti sungai yang kehilangan lubuk atau kedalamannya), pasar ilang kumandhange (pasar kehilangan riuhnya). Sungai kehilangan kedalaman berarti tinggal menjadi sungai kecil atau parit. Sedangkan pasar kehilangan riuhnya, sama halnya tidak lagi dikunjungi pembeli. Peribahasa ini menggambarkan perubahan adat kebudayaan, di mana banyak nilai-nilai baru yang kadang belum sepenuhnya dipahami (disukai) masyarakat.

Image result for sungai dalam
Contohnya, seperti pagelaran wayang orang zaman dulu, pertunjukan wayang orang cukup populer di Jawa. Ada kelompok wayang orang yang cukup terkenal, seperti ngesti Pandhawa dan cipta kewedhar. Namun, sejak tahun 70-an, pertunjukan wayang orang mulai surut, bahkan sekarang ini nyaris tidak terdengar lagi. Demikian halnya upacara bersih desa. Dulu, selepas panen, setiap desa senantiasa mengadakan upacara bersih desa. Ada yang nanggap wayang kulit, jathilan kesenian-kesenian lainnya. Sekarang, bersih desa juga nyaris tinggal kenangan. Menurut pendapat sebagian kalangan, upacara seperti itu merupakan pemborosan. Kalau mempunyai uang, sebaiknya jangan dihambur-hamburkan, tetapi untuk mencukupi kebutuhan hidup yang semakin hari semakin bertambah.