Sunday, May 10, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Gagah Kejibah, Mingkuh Ketempuh





Artinya, gagah kejibah (gagah berkewajiban), mingkuh (menghindar), ketempuh (bertanggung jawab). Terjemahan bebasnya, karena gagah jadi punya kewajiban, karena menghindar jadi bertanggung jawab. Peribahasa ini menggambarkan orang yang terpaksa mekaukan tugas atau pekerjaan karena sudah menyanggupinya.

Peribahasa ini diangkat dari kenyataan, bahwa kadang orang yang telah menyanggupi suatu pekerjaan dapat saja menemui halangan, sehingga merasa tidak mampu lagi meneruskan pekerjaan tersebut. Contohnya, seorang supir truk sanggup mengantarkan muatan ke Jakarta dengan ongkos tiga juta rupiah. Namun, dalam perjalanan ternyata banyak halangan. Ban dua kali meletus, gardan rusak, mesin berkali-kali rewel, sampai karawang terhalang oleh banjir.

Merasakan nasibnya yang kacau, serta pengeluaran cukup membengkak, si supir sebenarnya sudah putus asa. Dia membayangkan, sampai Jakarta nanti, sisa uangnya untuk setoran saja tidak cukup. Namun, apa boleh buat ?   Apa pun yang terjadi harus sampai di Jakarta, karena dia sudah menyanggupi dan ongkos perjalanan sudah diterima. Jika sampai lepas tanggung jawab, dirinya juga yang akan menerima akibatnya.