Google

Monday, May 11, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Gambret Singgang Mrekatak Ora Ana Sing Ngeneni






Artinya, gambret singgang (biji padi yan berasal dari tunas setelah rumpunnya dipanen dan dipangkas), mrekatak (menguning), ora ana sing ngeneni (tidak ada yang memanen). Selesai dipanen, umumnya rumpun padi segera dipangkas di dekat tanah untuk memudahkan membajaknya kembali. Tetapi jika karena suatu dan lain hal pengolahan tanah terlambat, dari sisa rumpun itu akan keluar tunas baru (singgang). Apabila dibiarkan membesar, tunas-tunas ini pun dapat berbunga dan berbuah. Tetapi, buahnya sedikit, kecil-kecil, dan kebanyakan tidak bernas. Maka, umumnya bulir padi yang tumbuh dari singgang itu dibiarkan saja oleh para petani, menjadi makanan burung saja.


Peribahasa ini menggambarkan situasi atau nasib seorang janda. Meskipun lama menjanda, namun belum juga ketemu jodohnya. Tidak ada laki-laki yang mendekat, apalagibermaksud melamarnya. Semua itu karena sifat atau perangai sang janda yang dinilai buruk olehorang banyak, terutama laki-laki. Misalnya, gaya hidupnya terkesan liar, pemarah, bicaranya kasar dan emosional,  barpakaian serampangan, serta angkuh. Dengan demikian, wajar jika laki-laki senantiasa berpikir ulang atau memilih mundur jika ingin menikahinya.