Google

Friday, May 22, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Lawas-Lawas Kawongan Godhong




Artinya,lawas-lawas (makin lama), kawongan godhong (menjadi daun). Terjemahan bebasnya, lama kelamaan menjadi daun : layu, kering, gugur, mejadi sampah, dan tidak dihargai lagi oleh manusia. Menggambarkan bagaimana nasib orang yang bekerja kepada orang lain. Makin lama makin tua dan tidak produktif lagi, hingga akhirnya diberhentikan begitu saja.


Gambaran ini petut jadi bahan renungan, karena begitu kenyataan yang banyak terjadi di mana-mana. Karyawan hanya dihargai tenaga dan pikirannya saja. Sewaktu manfaat ekonomisnya menurun dan hilang, jarang yang bisa menghargai lagi. Karena itulah, sebaiknya kita terus mengembangkan diri. Ibarat pohon , tumbuh kembali lewat tunas atau menumbuhkan pohon baru dengan biji-bijinya. Jangan sampai seperti pohon beringin. Tidak satu pohon muda yang tumbuh di bawahnya.

Artinya, meskipun sudah tua, orang harus mencari manfaat diri sesuai usianya. Kalau tidak, dia akan menjadi renta belaka. Sebab, kehilangan manfaat sama halnya kehilangan harga diri. Dan begitu kehilangan harga diri, yang bersangkutan akan jadi rendah diri. Seakan hidupnya sia-sia, tidak berguna. Padahal, seharusnya tidak demikian. Sepotong ranting kering, misalnya, tetap masih bergua untuk menyalakan api.