Sunday, June 28, 2015

Kemladheyan Ngajak Sempal

Artinya, kemladheyan (benalu), ngajak sempal (mengajak memisahkan diri).Peribahasa ini mengandung nasihat agar orang menjadi waspada, jangan membiarkan keburukan menempel terus pada dirinya, karena nanti dapat mengakibatkan melapetaka.

Peribahasa tersebut juga mengandung nasihat yang garis besarnya adalah jangan pernah mau menjadi seperti pohon yang dihuni benalu.Jangan membiarkann segala macam keburukan meracuni diri pribadi.Manakala dibiarkan, keburukan maracuni diri pribadi.Manakala dibiarkan, keburukan  yang mula-mula kecil dan sedikit itu dapat berkembang menjadi hama.Dan, ketika semuanya telah akut, seperti halnya sakit yang sedemikian parah, tentu akan sulit disembuhkan.Saat pribadi terlanjur lemah, segala macam obat gagal memberikan kesembuhan yang diidamkan.


Bagaimanapun, akar benalu mampu menembus kulit hingga kayu yang ditempati.Melalui akar-akarnya, benalu mengisap sari makanan yang dibutuhkan.Dengan terjadinya perampokan sari makanan itu, pohon inang akan menjadi kurus.Meskipun tidaak sampai mati, tetapi produktivitas, pertumbuhan, dan daya guna pohon induk akan merosot tajam.

Sunday, June 21, 2015

Kebo Gupak Ajak-Ajak


Artinya, kebo gupak (kerbau yang badannya penuh lumpur), ajak-ajak (mudah mengajak atau membuat kotor apa pun jika bersentuhan dengannya).Ungkapan tersebut merupakan peringatan, bahwa orang yang mempunyai sifat dan perbuatan buruk (kotor) cenderung suka mengajak atau mempengaruhi orang lain agar mengikuti perbuatannya.Karenanya, orang seperti itu sebaiknya dijauhi, atau jangan berdekatan dengannya.Contoh nyata dari keadaan tersebut kirakira demikian.


Contoh lain, ada orang yang hidupnya pas-pasan sampai tua.Namun demikian, ia tetap saja tidak mau bekerja dengan mapan.Kesenangannya hanya berjudi, adu ayam, beli lotre.Boleh dikata setiap hari pekerjaannya melulu seperti itu.Kalau menang judi, ia akan membeli  motor.Begitu kalah judi, motor itu dijualnya.Untuk membeli ayam aduan, dia berani mengutang.Tetapi, kalau dimintai uang untuk bayar SPP anaknya, ia tidak segera memberikan uangnya.Meskipun begitu, orangnya familiar, suka berteman, sehingga kenalannya banyak dan tersebar di mana-mana.Menurut peribahasa ini,Orang seperti itu harus diwaspadai.Apabila sampai berakrab-akrab ria dengannya, bukan dia yang menularkan judi serta adu ayam, tetapi kitalah yang akan terpengaruh.

Monday, June 15, 2015

Kebat Kliwat, Ngangsa Marakake Brahala


Artinya, kebat kliwat (terlampau cepat, mudah kelewatan), ngangsa marakake brahala (tergesa-gesa menyebabkan malapetaka).Peribahasa ini menyiratkan satu peringatan bahwa dalam mengerjakan sesuatu jangan asal cepat, atau mengikuti dorongan nafsu belaka.Semua harus menggunakan perhitungan dan cara yang tepat.Sebab, tanpa itu semua, hasil yang dicapai tidak akan memuaskan, bahkan mungkin justru mengundang mara bahaya yang bisa menggagalkan usaha tersebut. Kebat kliwat, maknanya kira-kira demikian.Misalnya, ketiika mobil dipacu dengan kecepatan seratus kilometer perjam atau lebih, maka saat menghentikannya tidak boleh direm mendadak.Jika direm mendadak, mobil akan dapat terbalik.


Sementara itu, gambaran tentang ngangsa marakake brahal tercemin dalam contoh berikut.Di suatu malam, ketika listrik mendadak padam, umumnya setiap orang akan segera mencari korek untuk menyalakan lilin.Tetapi, karena gelap, gugup, dan tergesa-gesa, tangan menyentuh gelas air minum hingga tumpah dan meyiram buku.dan Hp yang didekatnya juga ikut terkena dan akhirnya rusak.

Friday, June 12, 2015

Kayu Watu Bisa Krungu, Suket Godhong Duwe Mata


Artinya, kayu watu bisa krungu (kayu batu bisa mendengar), suket godhong duwe mata (rumput daun punya mata).Peringatan yang berupa kiasan itu memberitahukan untuk menjaga dengan ketat suatu rahasia.Sebab, siapa pun memiliki peluang membocorkan rahasia tersebut.Ibaratnya, jangan mudah  percaya pada kayu, batu, rumput,dan daun yang tidak punya telinga serta mulut.

Mengapa peribahasa ini lahir, antara lain karena bocornya rahasia yang sulit diterka.Oleh karena itu, perlu kehati-hatian dalam menjaga rahasia.Memang, setiap orang punya rahasia.Dan, kebanyakan sesuatu yang dirahasiakan itu sering menyangkut hal-hal yang buruk.

Friday, June 5, 2015

Kapengkok Pager Suru

Artinya, kapengkok (terjepit / terhimpit), pager (pagar), suru (sejenis tumbuhan perdu yang penuh duri).Terjemahan bebasnya, terjepit pagar tanaman berduri.Peribahasa ini menggambarkan bagaimana seseorang mendapatkan kessulitan, dan belum menemukan jalan keluarnya.Situasi seperti itu patut dihindari.Caranya adalah dengan meningkatkan kewaspadaan.Seluruh tindak perbuatan diperhatikan dengan cermat dan teliti.Berusaha memiliki pengetahuan luas tentang alam dan kehidupa, sehingga dapat membayangkan berbagai kemungkinan yang timbul jika berada di sana.

Contohnya, seorang pemuda desa yang lama menganggur nekat menjual sapi miliki ayahnya, sebagai biaya ke jakarta.Dia ingin mencari pekerjaan disana.Padahal, selama hidup, ia belum pernah ke sana.Tahu jakarta pun hanya dari koran dan telivisi, sampai di jakarta, dia kebingungan melihat kota yang begitu ramai.Sanking bingungnya, dia mengikuti ajakan dua orang laki-laki yang baru dikenalnya yang akan mengantarnya dengan mobil ke kantor ,yang konon membutuhkan tenaga kerja.Tahu-tahu, di tempat sepi, mobil itu berhenti.Si pemuda ditodong dengan pisau,Barang bawaan dan uangnya dirampas.Dia pun dipaksa turun sebelum mobil melesat dengan kencangnya.Saat itu, si pemuda desa tersebut benar-benar kepengkok pager suru.

Wednesday, June 3, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __Yuyu Rumpung Ambarong Ronge




Artinya, yuyu rumpung (ketam yang patah), ambarong ronge (menutupi liang dengan rumbai-rumbai). Terjemahan bebasnya, ketam yang patah kaki berusaha menutupi liangnya dengan rumbai-rumbai. Peribahasa ini adalah gambaran dari yang memiliki rumah besar, tetapi sesungguhnya hidupnya miskin atau kekurangan.

Peribahasa ini merupakan sindiran terhadap orang yang hanya mengejar penamilan belaka. Dalam bahasa jawa di sebut mburu gebyar atau golek wah. Yaitu, sekadar memburu pujian terhadap prestasi yang sesungguhnya semu. Contohnya, karena calon menantunya anak pejabat, seorang petani nekat menggadaikan sawahnya selama lima tahun untuk memugar rumah. Alasannya, ketika hadir banyak tamu orang besar dalam pernikahan anaknya nanti, dia malu kalau rumahnya masih sesederhana itu.

Padahal, ketika upacara pernikahan dilangsungkan, tidak ada yang memuji rumahnya yang baru saja dipugar. Tidak ada juga yang mengagumi meriahnya perhelatan yang diselenggarakan. Semua lewat begitu saja, tanpa seorang pun yang menghargai pengorbananya. Yang jelas, selesai punya hajat barulah terasa. Meskipun rumah telah bagus, lima tahun tanpa sawah sama halnya dirinya kehilangan ''rumah''  sejati bagi seseorang yang berprofesi sebagai petani.

Tuesday, June 2, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Ungak-Ungak Pager Arang





Artinya, ungak-ungak (melongok atau menjenguk), pager arang (pagar yang jarang atau tidak rapat). Terjemahan bebasnya melongok pagar yang bilah-bilah teralisnya jarang. Ungkapan ini merupakan gambaran dari orng yang sengaja menjajaki kelebihan, kemampuan, atau  kekayaan orang lain.

Perbuatan ini merupakan akar dari banyak perbuatan buruk yang lebih nyata lagi. Biasanya, keinginan mengetahui apa yang dimiliki orang lain tumbuh dari rasa iri yang berlebihan. "mengapa dia seperti itu, sementara aku hanya seperti ini ?''  Kira-kira demikian ucapan batin mereka.

Karena itulah, lazimnya menjajaki atau 'mengintip' milik orang lain bukan untuk meneladani (meniru dalam arti positif). Melainkan untuk mecari kelemahannya, sehingga dapat menghujat, menjelekkan, atau menyebarluaskan rahsia mereka kepada orang lain. Hanya saja, perbuatan ini jarang menuai hasil sesuai yang diharapkan. Dalam kasus, yang akan dijatuhkan tetap tegak menjulang. Yang ingin dijelekkan, malah bersinar kebaikannya. Dan, begitu muncul realitas berlawanan, orang yang suka ungak-ungak pager arang itu sendiri yang akan terkena akibatnya. Tanpa diminta, masyarakat akan mengetahui mana yang emas, mana yang perak. Mana yang berbudi, mana yang perbuatannya penuh iri dan dengki.

Monday, June 1, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __ Tunggak Jarak Padha Mrajak, Tunggak Jati Padha Mati




Artinya, tuggak jarak padha mrajak (tonggak pohon jarak tumbuh tunasnya kembali), tunggak jati padha mati (tonggak pohon jati mati). Terjemahan bebasnya, tonggak jarak mudah tumbuh (bertunas) kembali, tonggak jati mudah mati. Gambaran dari situasi di mana keturunan orang kecil banyak yang jadi pembesar, semetara keturunan para pembesar banyak yang menjadi rakyat kecil.

Peribahasa ini mengingatkan bahwa hidup ini jarang yang linear ,pasti, dan meuaskan. Contohnya, anak pengusaha besar ternyata ada yang tidak mau jadi pengusaha dan memilih bekerja sebagai diplomat. Anak tukang kayu ada juga yang jadi jenderal. Kejadian seperti ini bukanlah aneh. Hanya saja, akan terasa aneh ketika banyak keturunan wong cilik jadi penguasa, sedangkan anak cucu penguasa ganti jadi wong cilik, pidak pedarakan, hidup sederhana di pedesaan.

Meskipun situasi ini sering dianggap sebagai wujud dari falsafah cakramanggilingan, tetapi jika dirunut dapat memberikan banyak pemahaman baru. Misalnya, setiap manusia membawa takdir dan nasibnya sendiri-sendiri. Anak wong cilik dapat menjadi pembesar jika memang mampu menjadikan dirinya besar, sedangkan anak pembesar akan tiada guna jika pribadinya hanya setara dengan lidi.