Google

Wednesday, June 3, 2015

NASIHAT HIDUP ORANG JAWA __Yuyu Rumpung Ambarong Ronge




Artinya, yuyu rumpung (ketam yang patah), ambarong ronge (menutupi liang dengan rumbai-rumbai). Terjemahan bebasnya, ketam yang patah kaki berusaha menutupi liangnya dengan rumbai-rumbai. Peribahasa ini adalah gambaran dari yang memiliki rumah besar, tetapi sesungguhnya hidupnya miskin atau kekurangan.

Peribahasa ini merupakan sindiran terhadap orang yang hanya mengejar penamilan belaka. Dalam bahasa jawa di sebut mburu gebyar atau golek wah. Yaitu, sekadar memburu pujian terhadap prestasi yang sesungguhnya semu. Contohnya, karena calon menantunya anak pejabat, seorang petani nekat menggadaikan sawahnya selama lima tahun untuk memugar rumah. Alasannya, ketika hadir banyak tamu orang besar dalam pernikahan anaknya nanti, dia malu kalau rumahnya masih sesederhana itu.

Padahal, ketika upacara pernikahan dilangsungkan, tidak ada yang memuji rumahnya yang baru saja dipugar. Tidak ada juga yang mengagumi meriahnya perhelatan yang diselenggarakan. Semua lewat begitu saja, tanpa seorang pun yang menghargai pengorbananya. Yang jelas, selesai punya hajat barulah terasa. Meskipun rumah telah bagus, lima tahun tanpa sawah sama halnya dirinya kehilangan ''rumah''  sejati bagi seseorang yang berprofesi sebagai petani.