Wednesday, July 29, 2015

Pidak Sikil Jawil Mungkur

Artinya, pidak (menginjak), sikil (kaki), jawil (mencolek), mungkur (membelakangi).Terjemahan bebasnya, menginjak kaki lalu mencolek sambil membelakangi.Peribahasa ini menggambarkan bagaimana perilaku orang yang mengadakan kesepakatan rahasia dengan musuh atau saingan kita.


Perbuatan seperti ini layak disebut kecurangan, kelicikan, pengkhianatan, atau menohok (mencelakan)dari belakang.Karena itu, harus diwaspadai.Namun, karena perbuatan tadi sangat dirahasiakan sehingga sulit dikenal atau diketahui, maka kita harus pandai-pandai membaca tanda maupun gelagat yang terjadi di sekitar kita.


Terkadang orang yang akan berbuat buruk atau berkhianat hanya menggunakan bahasa isyarat dalam melancarkan aksinya.Mungkin berupa kedipan mata, gerakan kepala, isyarat dengan mulut, atau kata-kata khusus (sandi) yang hanya diketahui maknanya oleh mereka.Karena mencegah pengkhianatan itu sendiri sulit lantaran praktiknya sangat rahasia dan tersembunyi, maka cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan cara mencegah kemungkinan terjadinya pengkhianatan.Misalnya, berbuat adil, tidak menyakiti hati orang lain, kembangkan semangat kebersamaan yang baik, selalu berdoa kepada Tuhan agar dihindarkan dari ancaman buruk selama hidup di dunia.

Saturday, July 25, 2015

Mungsuh Mungging Cangklakan


Artinya, mungsuh (musuh), mungging cangklakan (bermukim di ketiak).Ungkapan yang menyatakan bahwa musuh bukan hanya datang dari luar, melainkan kadang juga berasal dari lingkungan sendiri (orang dekat). Peribahasa ini mirip dengan ungkapan musuh dalam selimut .Karena itu, setiap orang perlu mewaspadai lingkungan dekatnya, jangan sampai sahabat menjelma menjadi musuh.Sebab, jika hal itu sampai terjadi, akan sangat berbahaya dan sulit diatasi, terlebih apabila rahasia kita diketahui olehnya.

Tuesday, July 21, 2015

Melik Nggendhong Lali

Selamat datang di sudihardi.com...!!!



Melik Nggendhong Lali
Artinya, melik (keinginan berlebihan terhadap suatu hal), nggedndhong lali (menggendong lupa).Keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara berlebihan akan sangat berbahaya.Sebab, demi mewujudkan cita-cita tersebut, orang yang bersangkutan akan sangat bernafsu, sehingga mungkin saja menjadi lupa diri.Bahkan cenderung berbuat ceroboh samai-sampai membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain.


Siapa pun yang memiliki keinginan berlebihan (melik) ibarat sudah kerasukan setan,Pikiran buntu,pertimbangan nalar macet.Rasa kemanusiaan juga merosot ketingkat paling rendah.Yang dikejar cuma satu, bagaimana secepatnya mendapatkan yang diinginkan.Jika sudah pada posisi demikian, tidak mengherankan kalau berani menghalalkan segala macam cara.Memperkosa, mau meminta dengan kasar, tidak malu mencopet pun masuk akal.Mencuri mungkin menyakiti orang juga sangat mungkin.Pokoknya, apapun dikerjakan demi memuaskan nafsunya yang sudah menggelegak.Toh, yang namanya aturan, kemanusiaan, adat istiadat, salah-benar, hanyalah buatan manusia ?   Sekali waktu boleh tidak dipakai, dibuang, atau diinjak di sawah telapak kaki.Saat itu, semua menjadi tidak perlu.Yang perlu, yng terbayang di depan mata, hanyalah apa yang ingin dimiliki.

Friday, July 17, 2015

Mburu Uceng Kelangan Deleg

Selamat datang di sudihardi.com...!!!



Mburu Uceng Kelangan Deleg
Artinya, mburu uceng (mencari ikan uceng), kelangan deleg (kehilangan tongkat untuk menyeberangi sungai).Perumpamaan tentang orang yang melakukan usaha untuk mendapatkan hasil tak seberapa, dan mengabaikan usaha yang telah dijalankan dengan mapan.Akibatnya, usaha yang telah mapan tersebut rusak berantakan.

Sunday, July 12, 2015

Kuntul Diunekake Dhandhang, Dhandhang Diunekake Kuntul

Artinya, kuntul diunekake dhandhang (bangau atau egretta ibis intermedia dikatakan gagak), dhandhang diunekake kuntul (gagak atau carvus macrorhynchus dikatakan bangau).Siapa pun sebenarnya mudah membedakan burung bangau dan gagak.Seba; bentuk, warna bulu, makanan, dan kebiasan hidup kedua burung itu pun berbeda.Bulu gagak berwarna hitam, sedangkan bangau putih.Bangau memakan ikan kecil sedangkan gagak memakan buah.Gagak terbang tinggi sementara bangau terbang relatif rendah.Gagak berkeliaran di mana-mana, tetapi bangau hanya di sawah dan sungai.Maka, jika burung bangau dikatakan gagak atau sebaliknya, pasti seseorang punya maksud tentu dirahasiakan di balik ucapannya tersebut.


Ungkapan dalam peribahasa ini merupakan upaya memutarbalikkan fakta atau kenyataan.Orang baik dikatakan buruk atau sebaliknya.Dapat pula digunakan sebagai taktik dalam peperangan.Bangau dan gagak hanya dijadikan sebagai simbol tentang hal-hal tertentu yang dirahasiakan.Contohnya, ketika orang kampung mengejar pencuri, sebelumnya telah melakukan kesepakatan.Kalau ada yang berteriak ke utara, sesungguhnya mereka ke selatan.Kalau ada yang berteriak ke timur, mereka ke barat, dan sebagainya.

Thursday, July 2, 2015

Kesandhung ing Rata, Kebentus ing Tawang

Artinya, kesandhung ing rata (tersandung di tempat yang rata), kebentus ing tawang (terbentur di langit).Ini adalah sesuatu yang jarang atau mustahil terjadi .Bagaimana mungkin tersandung  di tempat rata, dan kepala terbentur di langit ? Maka apabila hal itu terjadi, lebih dikarenakan kecerobohan orang ang bersangkutan.Untuk itulah peribahasa tersebut mengingatkan agar selalu waspada dan berhati-hati dalam berbuat apa pun, kapan dan di mana pun berada.


Kalau dijabarkan secara nalar, mungkin makna peribahasa ini terkesan aneh dan dilebihkan.Namun, kalau dipahami dengan rasa dan hati yang jernih, maknanya segera akan tampak di depan mata.Yaitu, peringatan agar manusia senantiasa waspada dan berhati-hati disembarang tempat.Sebab, aral musibah terkadang datang tak terbayangkan, tanpa diundang.Misalnya saja, jatuh ketika berjalan, mungkin karena tersandung, terperosok, terkilir, dan lain-lain.Namun, juga bisa karena mengantuk, melamun, atau tidak memperhatikan jalan.Maka, meskipun jalan begitu lebar, rata, benderang, tetapi kapan dan di mana pun berada, kita harus tetap waspada.Kiri-kanan memang aman, tetapi siapa tahu di dalam diri kita terdapat duri dan batu yang tidak terhitung jumlahnya.