Google

Sunday, August 16, 2015

Sarik Dalan Nyandhung Watang

Artinya, sarik (larangan atau tabu), dala (jalan), nyandhung (terantuk),watang (galah panjang atau hulu tombak).Terjemahan bebasnya, melalui jalan yang dilarang (tabu) akan terantuk galah panjang.Dapat pula diterjemahkan bahwa orang yang melanggar larangan biasanya akan mendapatkan halangan (kesusahaan) di tengah jalan.

Yang disebut tabu atau larangan di sini bukan hanya yang di tetapkan oleh masyarakat di masa lalu.Larangan, pada hakikatnya, adalah peraturan yang di masa modern ini dapat pula berwujud undang-undang, rambu-rambu, peraturan, dan lain-lain.

Oleh karena itulah, maka peribahasa tersebut masih tetap relevan untuk di perhatikan oleh generasi mendatang.Setiap pelanggaran norma atau undang-undang yang bersifat material, nyata, mengikat, dan disertai sanksi jelas, tentu akan berakibat bagi si pelanggar.Kendati pelanggaran tersebut tidak diketahui orang, tidak sampai dikenai sanksi, tetapi pelanggaran itu sendiri sudah merupakan tindakan negatif yang perlu di cegah sedini mungkin.Soalnya, apabila pelanggaran itu berkembang menjadi kebiasaan, jelas akan merugikan dan sangat berbahaya.Apabila, jika kebiasaan melanggar tadi wujudnya berupa menggunakan uang milik negara, tentu korupsi akan sulit diberantas dari negara ini.