Google

Friday, August 21, 2015

Sedhakep Angawe-awe


 sedhakep (bersedekap atau melipat tangan di dada), angawe-awe (melambaikan tangan untuk memanggil).Terjemahan bebasnya, bersedekap ,tapi masih melambaikan tangan untuk memanggil.Makna yang ingin disampaikan peribahasa ini adalah ingin menghentikan kebiasaan buruk, tetapi kadang masih juga melakukannya karena tidak kuat menahan dorongan hawa nafsu yang bergejolak di batin.

Contohnya, seorang penjudi, setelah berulang kali kalah dan menghabiskan banyak sekali uang, dia bersumpah tidak akan berjudi lagi.Setiap melihat orang berjudi, ia senantiasa menghindar.Kemana pun pergi, ia tidak lagi membawa banyak uang, hanya secukupnya sesuai keperluan saja.Pokoknya, ia benar-benar ingin melupakan dunia perjudian untuk selama-lamanya.Namun, karena memang memang belum sepenuhnya dapat mengatasi nafsunya berjudi, dan masih berharap ingin mengembalikan kekalahannya dulu, sekali waktu ia main kartu juga, meski kecil-kecilan dengan sembunyi-sembunyi.Di jawa, hal ini disebut sekadar tamba kengen.

Perbuatan seperti ini sangat berbahaya.Sebab, sesungguhnya dia belum dapat mengendalikan nafsu berjudinya dengan baik.Ibarat mencerabut ilalang, sebaiknya sampai ke akar-akarnya sekalian.Sebab, kalau tidak, rimpang akar itu masih dapat tumbuh kembali.