Google

Saturday, August 29, 2015

Tekek Mati ing Ulone


Artinya, tekek (tokek), mati ing ulone (mati karena suaranya).Peribahasa ini menggambarkan seekor tokek yang mati akibat suaranya sendiri.Lebih jauh dapat dimaknai, seseorang yang mendapatkan kesialan gara-gara ucapan atau perkataannya yang juga membuat sakit hati orang lain.

Contohnya, ada seorang karyawan bagian produksi yang suka menjelek-jelekkan karyawan baru yang tidak disukai tanpa alasan jelas.Padahal, karyawan yang dijelek-jelekkan tadi kerjanya cukup baik, kerja samanya bagus, sikap atau perilakunya juga sopan dan ramah kepada setiap teman kerja.Tidak tahunya, bicaranya yang kebablasan itu sampai juga kepada pejabat yang berwenang.Beberapa hari kemudian, dia dipanggil kepala bagian personalia dan ditanya mengapa senantiasa menjelek-jelekkan karyawan baru tersebut.Apakah dia memiliki alasan yang kuat ? Apabila memang ada data yang akurat, perusahaan akan mempertimbangkan seksama dan mengambil tindakan yang tepat.Kalau tidak ada, kepala bagian menyarankan perbuatan seperti itu jangan dilanjutkan lagi.Sebab, sangat merugikan pihak yang selalu dijelek-jelekkan.Apalagi, menurut kepala bagian personalia tadi, karyawan yang dijelek-jelekkan itu bulan depan akan dinaikkan jabatannya oleh perusahaan sebagai pengawas bagian produksi.