Saturday, September 26, 2015

moral, akhlak, dan kepribadian (Bener Luput, Ala Becik, Begja Cilaka, Hamung Saking Badan Priyangga)



Artinya, bener lupu (benar & salah), ala becik (baik & buruk), begja cilaka (untung & celaka), hamung saking badan pyiyangga (hanya berasal dari badan sendiri).Salah satu inti dari ajaran kejawen yang menyatakan bahwa apa yang diperoleh seseorang lebih merupakan hasil dari perbuatannya sendiri, bukan akibat dari perbuatan orang lain.


Misalnya, saja siswa yang bodoh akan cenderung suka menyalahkan gurunya. Mana si guru tidak pandai mengajar, penjelasannya sulit diterima, suka marah, dan lain-lain. Padahal, sesungguhnya pernyataan tersebut bohong belaka. Sebab, di kelas itu banyak juga murid pandai. Bahkan, salah satu dari mereka berhasil memperoleh nilai tertinggi ketika ujian dan menjadi juara di sekolah. Kenberhasilan  dan  kegagalan seorang siswa  tidak tergantung  pada  siapa yang mengajar,  melainkan tergantung  dirinya sendiri( bergantung usahanya).

Monday, September 21, 2015

Angkara Gung ing Angga Anggung Gumulung (moral,akhlak,dan kepribadian)



Artinya,Angkara gung (angkara besar),ing angga (di badan),anggung gumulung (selalu menggelora).Mengingatkan bahwa di dalam diri manusia terdapat nafsu yang sewktu-waktu dapat membesar dan bergolak, bisa saja kita tergulung dan jadi permainan belaka,  tak ubahnya perahu kecil yang diterpa gelombang samudra.


Angkara murka seolah sudah menjadi ciri manusia.Contoh paling ekstrem adalah perang dunia 1 dan 2 yang entah berapa ratus ribu saja korbannya.Mayat lelaki, perempuan, dan anak-anak berserakan. Ratusan ribu orang kehilangan rumah dan pekerjaan, menjadi cacat, serta jatuh miskin. Ratusan ribu bangunan di bumihanguskan, negara porak-poranda. Padahal jika dirunut, bukankah semua itu hanya menuruti nafsu angkara murka pemimpin-pemimpin  dunia masa itu  ?     Peribahasa ini juga mengisyaratkan, lantaran setiap manusia mampunyai bibit angkara murka di dalam dirinya,  maka mereka harus pandai-pandai, mengendalikannya.Manakala lengah dan angkara murka itu menjelma, yang terlibas bukan diri sendiri saja,  tetapi orang lain pun akan ikut menanggung akibatnya.

Thursday, September 17, 2015

Membangun Moral,Akhak, dan Kepribadian (AJA DUMEH)

AJA DUMEH    



Artinya,aja dumeh (jangan sok / mentang-mentang). Terjemahan bebasnya, jangan suka memamerkan serta menggunakan apa yang dimiliki untuk menekan, meremehkan, atau menghina orang lain. Misalnya,aja dumeh sugi (jangan mentang-mentang kaya), lantas menggunakan kekayaannya untuk berbuat semena-mena.Bagaimanapun, harta kekayaan itu lestari dan sewaktu-waktu dapat hilang (tidak dimiliki lagi). Contoh lain aja dumeh kuwasa (jangan mentang-mentang berkuasa ketika menjadi pemimpin), kemudian berbuat semaunya sendiri.


Di jawa, terdapat kepercayaan bahwa segala yang dimiliki manusia hanyalah titipan Tuhan.Dengan demikian, kepemilikan itu pun bersifat fana atau sementara.Tanpa ridha Tuhan YME, tidak mungkin yang bersangkutan memilikinya. Selain itu, kekayaan yang dimiliki seseorang realitasnya juga diperoleh atas (pemberian) orang lain. Contohnya, mana mungkin pedagang memperoleh laba dan kekayaan yang berlimpah tanpa melakukan transaksi dengan masyarakat ?   Berdasarkan pendapat tersebut, peribahasa ini menasihati agar siapa saja jangan sampai mempunyai sifat sok / sombong.Mentaang-mentang kaya, menolak menyedekahkan sebagian hartanya untuk orang miskin.Mentang-mentang jadi pemimpin, tidak mau bergotong-royong dengan tetangga.Menurut adat-istiadat di jawa,  sikap seperti ini sangat tercela dan menyakiti hati orang lain.

Wednesday, September 9, 2015

Yatna Yuwana, Lena Kena

Artinya,Yatna (waspada), yuwana (selamat), lena (lengah), kena (terkena).Terjemahannya adalah; orang berhati-hati dan waspada akan selamat, sedangkan siapa yang lengah akan mendapat celaka atau halangan.

Contohnya, penipuan melalui SMS yang memberitahukan pemilik HP mendapatkan hadiah sekian juta dari perusahaan jasa telekomunikasi yang digunakan olehnya.Untuk menerima hadiah uang tersebut, orang yang bersangkutan harus mengirimkan nomor rekening kepada si pengirim SMS tadi.

Namun, apa yang terjadi ? Informasi tadi hanyalah penipuan.Begitu nomor rekening diberikan, uang di dalam rekening bukannya bertambah, melainkan ludes akibat di bajak oleh komplotan penipu itu.Kisah seperti ini marak terjadi, dan beberapa kali memakan korban mereka yang kurang waspada dan tergiur oleh hadiah uang jutaan rupiah.Akan tetapi, bagi mereka yang awas dan waspada, meskipun bebrapa kali menerima telephon atau SMS serupa, tetap saja bergeming.Mereka mampu menalar dengan baik bahwa informasi tersebut tidak masuk akal.Hasilnya, uang utuh, tidak berkurang untuk para penipu.

Wednesday, September 2, 2015

Welas Temahan Lalis

Artinya,welas (belas kasihan), temahan lalis (berakibat membunuh / menyengsarakan).Ungkapan ini menggambarkan  tentang uluran tangan (pertolongan / bantuan) yang semula bermaksud baik, namun akhirnya justru berakibat fatal.Misalnya, karena saudara sendiri meskipun yang bersangkutan malas bekerja setiap kali uang pasti diberi.


Contoh lain yang sekarang banyak terjadi adalah kasus anak gelandangan.Memang tidak salah dan sangat manusiawi jika masyarakat pengguna jalan memberikan sedekah ala kadarnya untuk mereka.Akan tetapi, kalau dicermati, bukankah masyarakat sebenarnya juga sedang membuat mereka kerasan menjadi gelandangan ?   Coba kalau masyarakat tidak memberikan sedekah ?   Apakah anak-anak gelandangan akan marak seperti belakangan ini ?


Di sisi lain, peribahasa ini juga mengingatkan agar sebelum memberikan bantuan benar-benar diperhitungkan baik-buruk, manfaat, dan mudharatnya.Jangan sampai niat baik tersebut berakibat fatal bagi si penerima.Misalnya, orang yang bersangkutan akhirnya jadi maja.Benalu yang tidak bisa hidup tanpa menempel di pohon lain.