Wednesday, October 7, 2015

moral, akhlak, dan kepribadian (durung menang yen durung wani kalah, durung unggul yen durung wani asor, durung gedhe yen durung wani cilik)



Artinya, durung menang yen durung wani kalah (belum menang jika belum berani kalah), durung unggul yen durung wani asor (belum unggul jika belum berani rendah),durung gedhe yen durung wani cilik (belum besar jika belum berani kecil) Katamutiara tersebut merupakan bagian dari ajaran RM Sosrokartono (kakak R.A Kartini)  yang banyak digunakan dalam kehidupan batin orang jawa. Inti ajaran ini mengajak kita agar senantiasa mawas diri terhadap prestasi yang dicapai selama ini. Sebab, pribadi yang dinilai telah meraih kesempurnaan adalah mereka yang telah meraih kesempurnaan adalah mereka yang telah berhasil melewati pasang-surut kehidupan.Dengan kata lain, menjadi ``orang besar`` harus berani juga kalah (mengalah), berani rendah (merendah), dan berani kecil (menyatu dengan rakyat jelata).


Manusia dinilai sempurna jika telah berhasil mengendalikan dan menyeimbangkan pribadinya dengan baik.Sebab, meraih segala apa yang dimiliki manusia senantiasa melalui proses panjang terlebih dulu.Menang berasal dari kalah.Oleh karena itu, orang yang bersangkutan harus bisa mengalah.Unggul bermula dari rendah, karenanya harus bisa merendah.Besar berawal dari kecil, karena itu harus bisa memahami pikiran orang kecil di sekitarnya.