Google

Tuesday, October 13, 2015

Narima ing Pandum



Artinya, narima (menerima), ing pandum (apa pun yang diberikan).Terjemahannya adalah menerima dengan ikhlas apa yang sudah diberikan atau didapatkan.Peribahasa ini merupakan gambaran sikap hidup orang jawa yang cenderung ikhlas, dan menerima apa adanya.

Makna dari ungkapan nrima ing pandum ternyata cukup dalam.Yaitu,  menganjurkan kita untuk menyadari kenyataan yang terjadi.Misalnya, padi kita rusak dimakan tikus, sedangkan padi di sawah yang bersampingan tak rusak sama sekali.Agar tidak bersedih, biasanya orang jawa segera menghibur dengan berkata, ``kita harus nrima ing pandum`` .Rezeki pemberian Gusti Allah memang hanya sebatas ini.Mari kita syukuri jangan disesali.


Jadi,nrima ing pandum adalah wujud kepasrahan batin untuk menhindari pikiran, perasaan, maupun perbuatan yang tidak diinginkan.Namun, kepasrahan di sini bukan pengakuan kalah atau menyerah, melainkan sebagai upaya pengekangan diri sekaligus melindungi diri dari pengaruh buruk musibah yang dialami.



Bersikap ikhlas dalam menerima perolehan apa pun akan membentuk kekuatan batin serta kearifan yang luar biasa.Soalnya, orang jawa percaya bahwa Gusti Allah ora sare. Semua rezeki berasal dari Tuhan.Jadi, misalnya ada yang sengaja mengurangi atau memotongnya, pasti yang bersangkutan juga akan memperoleh sapu dhendha (sanksi atau hukuman) dari sang Maha Kuasa.