Google

Monday, December 7, 2015

Thenguk-thenguk Nemu Kethuk (( mengatur perekonomian ))

Hasil gambar untuk masak dengan tungku



 Artinya, thenguk-thenguk (duduk-duduk menganggur), nemu kethuk (dapat kethuk, yaitu salah satu instrumen gamelan). Peribahasa in menggambarkan orang yang sedang bernasib baik, tanpa harus bekerja keras atau bersusah payah, ia tiba-tiba mendapatkan rezeki nomplok.

Contohnya, ada warga Purworejo yang mempunyai warisan di atas bukit batu. Sejak kakek-neneknya dulu, tanah itu dibiarkan begitu saja.Sebab, tanah tandus tersebut jelas tak mungkin diolah.Sesekali ditanami pohon jati, mahoni, atau pohon lainnya.Namun, pertumbuhannya tak maksimal dan lama-lama mati. Sekitar tahun 1996, dia kedatangan tiga orang tamu bermobil, mereka bilang dari Jakarta.Maksud kedatangan mereka adalah untuk membeli tanah di atas puncak bukit itu. Konon, mau dijadikan lokasi pemancar televisi. Jika pemilik tanah tidak keberatan, mereka akan membelinya seratus ribu rupiah permeter. Si pemilik tanah melongo, tidak menyangka sama sekali puncak bukit berbatu itu akan dibeli semahal itu.