Friday, May 6, 2016

Piknik ke Objek wisata "Tangkuban Parahu"



    Pada hari Minggu kemarin aku bersama dengan 2 teman kuliah yang lain main ketempata wisata "Tangkuban Parahu". Kami mulai perjalanan dari kota Bandung, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Yah... emang waktunya 2 jam , soalnya kami tidak tahu sama sekali jalan kesana dan hanya mengandalkan petunjuk jalan memakai aplikasi peta di HP.

Gambar diatas adalah gambar yang saya ambil setelah sampai di sana. Yes... itu adalah gambar kawah Ratu di gunung Tangkuban Parahu.


Informasi :
Kawah Tangkuban parahu merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di wilayah selatan Kab. Subang, berada pada ketinggian 2084 m di atas permukaan laut.Keindahan alam dengan deretan kawah yang membentang dan kesejukan udara pegunungan yang khas serta hamparan gunung-gunung lain yang tinggi menjulang mengelilinginya dan banyaknya koleksi tumbuh-tumbuhan serta tanaman khas hutan tropis yang tumbuh subur disekitar kawah, menjadikan gunung tangkuban perahu sebagai tujuan wisata yang menarik.. 
Kalau dilihat dari kota Bandung, gunung Tangkuban Parahu memiliki bentuk yang unik menyerupai perahu terbalik (Bahasa Sunda :  tangkuban yang berarti terbalik dan parahu yang artinya Perahu). Bentuk unik dipercaya memiliki kaitan yang sangat erat dengan kisah legenda Sangkuriang. Kalau soal legenda sangkuriang kalian bisa search aja sendiri ya.....!


Pengalaman aku kesana bukanlah yang pertama kali. Dulu waktu aku masih duduk di bangku SMK , aku pernah ke sana untuk wisata. Waktu itu adalah pada tahun 2011. Sekarang setelah 5 tahun berlalu akhirnya aku dapat kembali lagi mengunjungi objek wisata itu lagi. Aku, Govinda Lumbantoruan, dan ihza Rofngu Yadaeni berwisata ke "tangkuban Parahu".
Dua temanku yang lain emang belum pernah kesana jadinya kaya orang aneh gitu lah...! Disana sambil menikmati pemandangan alam yang telah Allah ciptakan kami juga mengabadika momen tersebut dengan pengambilan photo. Ini adalah beberapa photo yang telah kami abadikan.
Aku


Govinda Lumbantoruan





Ihda






Dan ingat kalau lagi di jalan-jalan "Jangan buang sampah sembarangan".




Nanti ada harimau yang marah loh... kalau kamu  buang sampah sembarangan,



Saturday, April 30, 2016

Nunggak Kalingan Rone





Artinya, nunggak (menunggak pembayaran atau utang), kalingan (tertutup), rone (dedaunan). Terjemahan bebasnya, membalas seseorang dengan sembunyi-sembunyi (tidak terang-terangan). Meskipun perbuatan ini banyak dilakukan, baik di jawa maupun di tempat lain, namun dalam adat budaya jawa sesungguhnya dilarang. Mengapa demikian?   Sebab, perbuatan tersebut dilakukan secara tidak kesatria, atau boleh dikatakan tindakan yang pengecut. Dalam peribahasa nasional sama dengan lempar batu sembunyi tangan.

Walaupun demikian, perbuatan seperti ini tidak sepenuhnya dapat disalahkan. Terutama jika kasusnya menyangkut wong cilik ,atau kalangan pidak pedarakan yang posisinya lemah. Contohnya, seorang pembantu rumah tangga diberhentikan oleh majikannya karena dianggap bersalah. Ketika meyalakan kompor membuat kompor itu meledak. Untunglah tidak sampai membakar benda-benda dan peralatan di dalam rumah majikannya.

Padahal si pembantu sudah berkali-keli melapor bahwa kompor gas yang biasa dipakai ada yang tidak beres dan perlu direpasi atau diganti. Namun, sang majikan tidak menggubris sama sekali. Merasa diperlakukan tidak adil, sambil pergi diam-diam dia mencabut kunci dapur dan membuangnya ke selokan.

Friday, April 29, 2016

Nrenggiling Api Mati





Artinya, nrenggiling (seperti trenggiling atau manis javanica), api mati (pura-pura mati). Trenggiling adalah hewan bersisik kuat dan kira-kira sebesar musang. Moncong dan ekornya agak panjang. Hewan ini tidak bergigi dan makanan utamanya adalah semut. Apabila datang bahaya, ia langsung menggulung, meyembunyikan kepalanya ke dalam gulungan badan sambil mengeluarkan bau busuk. Untuk menjauhi bahaya, ia biasanya akan menggelindingkan gulungan badannya.

Peribahasa ini menggambarkan orang yang berpura-pura tidak mendengarkan (memperhatikan) pembicaraan di sekitarnya, padahalsesungguhnya memperhatikan dengan saksama. Perbuatan ini umumnya mempunyai latar belakang bermacam-macam. Mungkin, ia tidak ingin terlibat pembicaraan tadi. Dapat juga karena ia sibuk dengan pekerjaan sendiri. Atau, memang sengaja menyembunyikan maksud tertentu, sehingga tidak ingin perhatiannya diketahui orang lain.

Kecuali yang bersangkutan sedang melakukan tugas khusus, misalnya polisi yang tengah mengadakan penyelidikan, sikap ini terhitung tidak disukai oleh orang jawa.Maka, apbila siapa pun ketahuan bersikap nrenggiling api mati ,tentu akan dijauhi karena dianggap tidak terbuka terhadap orang lain., sementara orang lain bersikap terbuka terhadap orang yang bersangkutan.

Thursday, April 28, 2016

Menthung Koja Kena Sembagine





Artinya, methung (memukul dengan tongkat), koja (pedagang asal india), kena sembagine (terkena kain citanya). Terjemahan bebasnya, memukul pedagang india hanya akan terkena kain citanya. Gambaran orang yang merasa bisa menipu orang lain, padahal dirinya sendiri sesungguhnya yang tertipu.

Contohnya, pada suatu hari, seorang costumer service baru di sebuah toko kosmetik kedatangan pembeli yang rewwelnya bukan main. Yang dicari kosmetik yang bagus, tetapi harganya murah. Berbagai merk dicoba, tetapi tidak ada yang cocok. Padahal toko hampir tutup, dan si costumer service akan segera pulang.


Jengkel dengan perilaku seperti ini, ia menyodorkan kosmetik murahan kepada si pembeli. Anehnya, justru kosmetik itu yang dipilih, dan lagsung dibayar sesuai harga yang disampaikan. Selesai transaksi, si costumer service senyum-senyum kecil karena merasa dapat menipu pembeli yang menjengkelkan itu. Harga yang disampaikan tadi berlipat kali lipat lebih tinggi daripada harga yang sebenarnya. Tahu-tahu, keesokan harinya, ia dipanggil manajernya dan langsung dipecat. Ternyata, pembeli yang menjengkelkan itu diperintahkan oleh perusahaan untuk menguji kinerjanya dilapangan.

Wednesday, April 27, 2016

Meneng Widara Uleren




Artinya, diam pohon bidara penuh ulat. Terjemahan bebasnya, diamnya pohon bidara yang penuh ulat. Ungkapan ini menggambarkan bagaimana orang yang tampaknya baik (pendiam, santun, tidak banyak bicara), namun sesungguhnya hatinya (perangainya) buruk. Perangai buruk di sini digambarkan sebagai pohon bidara yang penug ulat.

Tekanan pesan yang ingin disampaikan oleh peribahasa ini adalah, orang tetap harus waspada terhadap siapa pun yang penampilan luarnya tampak baik. Siapa tahu di dalam hatinya (pribadinya) terdapat ribuan ulat (sifat buruk) yang disembunyikan. Jadi, prinsipnya, orang jangan sampai terpesona (lengah) oleh keindahan yang kasat mata. Sebab, apabila sampai lengah, ulat-ulat yang tersimpan di dalam hatinya akan segera merayap keluar, menjelma menjadi hama yang ganas, dan tega memangsa apa pun yang disentuhnya.

Memang, untuk mengetahui secara pasti apa yang tersimpan di hati manusia, tidaklah mudah. Namun, demikian, belajar dari berbagai pertanda, aroma, serta suasana yang muncul akan dapat diperkirakan bagaimana isi hati dan pikiran yang bersangkutan. Artinya, apakah diamnya itu memang diam yang sejati, atau diam untuk menyamarkan maksud atau tujuan yang dirahasiakan.

Tuesday, April 26, 2016

Mbondhan Tanpa Ratu (( sikap dan perilaku tidak terpuji ))





Artinya, mbondhan (menari bondhan), tanpa ratu (tanpa raja). Dalam adat budaya jawa, tari bondhan sering dipentaskan dalam upacara keraton, disaksikan raja dan pembesar kerajaan lainnya. Maka, apabila seorang penari menarikan tari bondhan tanpa disaksikan raja, hal itu merupakan tindakan yang aneh atau melanggar adat yang telah ditetapkan.

Makna peribahasa ini menggambarkan bagaimana orang yang bertingkah semaunya sendiri, tanpa mengindahkan aturan (ketentuan) yang ada. Sikap seperti ini jelas bertentangan dengan kebiasaan masyarakat. Akibatnya, orang yang bersangkutan akan dianggap melawan kesepakatan yang telah ditentukan bersama.

Conyohnya, berdasarkan musyawarah RW, setiap dua minggu sekali diadakan kerja bakti untuk menata lingkungan sesuai ketentuan yang digariskan pemerintah. Meskipun dalam musyawarah semua warga menyetujuinya, tetapi dalam praktiknya, ada seorang yang tidak pernah ikut kerja bakti. Alasannya macam-macam. Ketika ditegur oleh ketua RW, dia menyatakan terus terang tidak mungkin ikut kerja bakti karena pekerjaan dan kegiatan pribadinya yang cukup banyak dan tidak bisa ditinggalkan.Kalau diperbolehkan, dia sanggup membayar berapa pun asalkan dibebaskan dari kerja bakti dua mingguan itu.

Monday, April 25, 2016

Kekudhung Walulang Macan (( sikap dan perbuatan tidak terpuji ))





Artinya, berkerudung kulit hariamau. Ungkapan ini memberikan gambaran tentang orang yang berusaha mencapai keinginan atau mewujudkan pamrih tertentu dengan menggunakan (mengandalkan) pengaruh dari penguasa atau orang yang ditakuti masyarakat. Apabila dicermati, peribahasa ini maknany miri dengan ungkapan nabok nyilih tangan. Yaitu, menggunakan bantuan orang lain untuk mewujudkan keinginannya itu.


Salah satu contoh dari peristiwa in, adalah penjaga malam baru di sebuah toko yang suka mengaku keponakan keamanan kompleks pertokoan itu yang pensiunan TNI. Lantaran toko tersebut juga baru buka, maka sang juragan merasa senang mempekerjakannya. Di dalam hati, ia yakin, tokonya bakal aman karena jaga malamnya masih kerabat keamanan pertokoan setempat. Tahu-tahu, pada suatu pagi si penjaga malam tidak kelihatan dan pintu masih terkunci. Karena curiga, pintu toko dijebol dengan paksa. Sampai di dalam, semua terkejut, sebab banyak barang yang hilang. Setelah kejadian tersebut dilaporkan ke polisi, ketahuan bahwa pencurinya adalah penjaga malam itu sendiri. Usut punya usut, ketika keamanan pertokoan diinterogasi dengan tegas mengaku bahwa dirinya tidak kenal dengan penjaga malam toko itu, apabila bersaudara.

Sunday, April 24, 2016

Kaya Wedhus Diumbar ing Pekacangan (( sikap dan pebuatan tidak terpuji ))




Artinya, kaya wedhus (seperti kambing), diumbar ing pekacangan (dibiarkan di sawah yang ditanami kacang). Terjemahan bebasnya, seperti kambing dibiarkan di sawah yang ditanami kacang, sehingga menyebabkan tanaman kacang rusak. Daun-daunnya dimakan, disamping itu juga banyak yang mati karena terinjak-injak.


Di Jawa, terdapat beberapa peribahasa lain yang serupa dengan peribahasa ini. Misalnya, pitik trondhol diumbar ning pedarigan (ayam dibiarkan di tempat beras), kere munggah bale (orang miskin naik ke balai-balai). Maknanya, orang miskin yang sifat dan perilakunya buruk, apabila diberi kebahagiaan atau kemudahan, bukan berterimakasih dan ikut menjaga apa yang bukan miliknya, tetapi malah membuat rusak di mana-mana. Kasus seperti ini sebaiknya dicegah dan jangan sampai terjadi.

Saturday, April 23, 2016

Kaduk Wani Kurang Deduga (( sikap dan perbuatan tidak terpuji ))




Artinya, kaduk wani (terlampau berani), kurang deduga (kurang perhitungan). Ini merupakan perlambang dari orang yang terlampau percaya diri, nekat memenuhi suara hatinya tanpa perhitunganmatang. Keberaniannya tinggi, tetapi pikiran dan perasaannya jarang digunakan. Dengan kata lain, terlampaunekat, namun tidak dilandasi pertimbangan yang masak.


Contohnya, pembalap mobil. Lantaran biasa membalap di arena dan sering menang, ketika naik mobil di tengah kota, disalip oleh mobil lain langsung panas. Orang yang menyalip pun dikejarnya. Tidak tahunya, si pembalap adalah pembalap jalanan yang lebih  lincah dari orang ini.Tiba-tiba dia tidak sengaja  akan menambrakkan diri dengan becak dan berusaha untuk menghindarinya tapi tidak jadi menabrak becak malahan menabrak pohon dan akhirnya mobilnya hancur dan  si pembalap terluka cukup parah.


Sifat seperti ini sebaiknya dihindari, karena mengandalkan keberanian saja belum memadai untuk mengatasi permasalahan yang tengah dihadapi. Memang, sekali-kali mungkin saja berhasil. Akan tetapi, sekali waktu pasti akan gagal, seperti kata pepatah  sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu akan jatuh juga.

Friday, April 22, 2016

Kadang Konang (( sikap dan perbuatan tidak terpuji ))


Artinya, saudara kunang-kunang. Terjemahan bebasnya, yang dihormati atau dianggap saudara hanya yang seperti kunang-kunang di malam hari. Kunang-kunang, meskipun binatang kecil, tetapi memiliki kelebihan karena memiliki kandungan fosfor di dalam tubuhnya, sehingga dapat menimbulkan cahaya terang dalam kegelapan. Inilah kelebihan kunang-kunang yang tidak semua binatang memilikinya.


Kadang konang adalah ungkapan yang ditujukan kepada siapa pun yang suka membeda-bedakan orang atau sanak kerabatnya.Artinya, mereka yang memiliki kelebihan dijadikan saudara, didekati, diperhatikan, dan dihormati. Sedangkan orang yang biasa-biasa saja dan tidak menonjol akan dijauhi. Karena tidak memeiliki nilai lebih, mereka tidak dapat memberikan keuntungan kepada dirinya. Sikap seperti ini relatif buruk, karena suka membeda-bedakan orang, atau pilih-pilih teman. Dengan kata lain, mencari sahabat hanya demi kepentingan (keuntungan) diri sendiri saja.

Thursday, April 21, 2016

Jago Kate Wanine Cedhak Omahe Dhewe (( sikap dan perilaku tidak terpuji ))


Artinya, jago kate (ayam kate jantan), wanine (beraninya), cedhak omahe dhewe (dekat rumahnya sendiri). Terjemahan bebasnya, ayam kate jantan tidak berani berkeliaran jauh, beraninya hanya di dekat rumahnya saja. Mengapa demikian ?   Tentu saja karena ayam kate itu berukuran kecil, sehingga lebih aman mencari makan di dekat rumahnya. Kalau ada marabahaya, ia dapat dengan cepat bersembunyi.

Peribahasa ini merupakan sindiran bagi laki-laki penakut, tetapi suka sesumbar kepada orang lain (musuhnya). Orang seperti ini dianggap bermulut besar, licik, penakut. Akibatnya, banyak orang yang tidak senang, dan sering mencari kesempatan untuk mempermalukannya. Karena itulah, sebaiknya sifat seperti ini dihindari. Jangan sampai menyombongkan kekuatan atau hal-hal yang bukan berasal dari diri sendiri.

Soalnya, sekali waktu, apa yang diandalkan sebagai perisai atau payung pelindung tersebut mungkin saja tidak berfungsi lagi. Nah, apa jadinya kalau sudah terlanjur menantang, etapi tidak ada yang bersedia menolongnya ?  Ibarat seekor ayam kate jantan yang berani berkeliaran sampai ke pinggir hutan. Begitu ketemu anjing atau hewan liar lainnya, secepat apa pu berlari pasti tertangkap dan hidupnya akan berakhir sia-sia saja.

Tuesday, April 12, 2016

Emban Cindhe, Emban Siladan (( sikap dan perbatan tidak terpuji ))


Artinya, emban cindhe  (menggendong dengan selendang), emban siladan (menggendong dengan bekas rautan bambu). Menggambarkan bagaimanasikap orang tua atau pemimpin yang senang membeda-bedakan anak atau rakyatnya.Orang yang disukai akan diperhatikan setengah mati. Ibaratnya, apa yang dimintainya pasti diberikan. Hidupnya disantuni habis-habisan, disanjung puji kemana-mana. Sedangkan orang yang tidak disukainya akan diperhatikan asal-asalan. Atau, boleh dikatakan malah dibiarkan begitu saja. Benar dikatakan salah, salah tidak diberitahu bagaimana cara memperbaikinya, tetapi dijadikan rerasan dimana-mana. Peribahasa ini sering digunakan sebagai nasihat yang ditujukan kepada orang tua atau para penguasa, agar tidak membedakan perhatiannya terhadap anak ataupun rakyatnya.

Tuesday, April 5, 2016

Ciri Wanci Lelai Ginawa Mati adalah salah satu nasehat dalam sikap & perbuatan tidak baik

Selamat datang di sudihardi.com...!!!
Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan arti dari peribahasa jawa "Ciri Wanci Lelai Ginawa Mati".





Artinya,ciri (cacat), waktu (waktu), lelai (kebiasaan buruk), ginawa mati (di bawa mati).Terjemahan bebasnya, segala sesuatu yang menjadi cacat bawaan sejak lahir akan dibawa sampai meninggal.Cacat bawaan tersebut, misalnya sejak lahir mempunyai tahi lalat di pipi, mata agak sayu, gampang marah, sifatnya kaku, dan sebagainya.Umumnya, ciri yang sudah berakar seperti itu sulit dihilangkan dan akan terbawa sampai mati.
Hasil gambar untuk kejahatan

Peribahasa ini merupakkan sindiran terhadap orang yang memiliki sifat dan perangai buruk, tetapi yang bersangkutan tidak berusaha untuk mengurangi, apalagi menghilangkannya.Contohnya, kebiasaan sejak kecil sering ketahuan suka mengambil barang tanpa ijin pemiliknya, sampai tua pun sifatnya itu bukannya berkurang, tetapi malah menjadi-jadi. Mencuri benar-benar menjadi kebiasaan baginya.Misalnya, sedang kepepet ,mencuri dapat dijadikan pekerjaan (mata pencaharian) baginya.Padahal, dirinya sadar bahwa mencuri itu salah dan merugikan orang lain.Meskipun demikian, rasa, pikir, batin, dan jiwanya tidak sanggup untuk mengekang nafsunya untuk melakukan hal tersebut.




Friday, April 1, 2016

Byung-Byung Tawon Kambu (( sikap & perbuatan tidak terpuji ))




Artinya, byung-byung (suara berdengung), tawon kambu (lebah berbondong-bondong terbang mencium bau madu).Makna dan terjemahan bebasnya, orang yang hanya ikut-ikutan dalam kegiatan banyak orang tanpa mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi dan ke mana tujuan mereka.

Di jawa, sikap seperti itu dianggap buruk.Pertama, jika hanya ikut-ikutan, dirinya tidak akan mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi.Tanpa mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi, dirinya tidak akan mampu berbuat banyak seperti orang lain.Tanpa dapat berbuat banyak, dia akan diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya.

Ikut meramaikan atau anut grubyuk terkadang memang diperlukan untuk memeriahkan sebuah acara.Namun, dalam setiap peristiwa massal, sebaiknya orang menghindari sekadar anut grubyuk yang jelas tidak mengundang keuntungan tersebut.




Sunday, March 27, 2016

Arep Jamure Amoh Watnge (( sikap & perbuatan tidak terpuji ))




Artinya, arep jamure (mau jamurnya), emoh watenge (menolak batangnya).Peribahasa ini berangkat dari kenyataan bahwa jamur kebanyakan tumbuh pada batang kayu yang telah lapuk.Jadi, maknanya menggambarkan orang yang mau menerima hasilnya, tetapi menolak disangkut-pautkan dengan permasalahannya.Atau, dapat juga diartikan, mau enaknya, tetapi tidak mau bersusah-payah mengerjakan pekerjaannya.


Sifat terhitung buruk dan sebaiknya jangan dilakukan.Mereka yang mempunyai sifat perilaku seperti ini boleh dipastikan akan dijauhi orang, karena tidak memiliki semangat kebersamaan yang baik.Inginnya menang sendiri, enak sendiri, tidak peduli bahwa yang dinikmati itu buah keringat orang lain.

Selian dibenci, dia pun akan senantiasa kekurangan karena jarang memperoleh bantuan dalam segala hal.Dalam patembayatan di jawa, tolong-menolong sudah menjadi semangat masyarakat.Artinya, warga yang kekurangan  wajib untuk dibantu.Namun, jika kekurangan atau penderitaan tersebut akibat ulahnya sendiri yang ingin menang sendiri, jelas sanak kerabat akan enggan mengulurkan tangan untuk membantunya.

Tuesday, March 22, 2016

Angon Ulat Ngumbar Tangan (( sikap & perbuatan tidak baik ))





Artinya, angon ulat (menggembala roman muka), ngumbar tangan (mengumbar tangan). Terjemahan babasnya, mengawasi roman muka orang lain untuk mencari kesempatan atau kelengahan, sehingga dapat mengambil sesuatu dengan leluasa.


Hasil gambar untuk niat burukPeribahasa ini sering ditujukan kepada orang yang mempunyai niat buruk untuk mencuri, mencopet, dan sebagainya.Oleh karena itu, siap pun harus waspada jika melihat tanda-tanda seperti itu.Artinya, belum tentu orang yang bermuka manis dan bertutur kata indah, perbuatannya juga akan seindah penampilan luarnya.Dapat saja muka manis itu hanya sebagai kedok untuk menyembunyikan maksud dan tujuan yang sebenarnya.


Waalaupun demikian, orang jangan mudah mencurigai siapa pun yang bersikap manis kepada kita.Karena, belum tentu sikap tersebut hanya pura-pura.Apabila terlanjur mencurigai dan melakukan tindakan pengamanan yang terburu-buru, hasilnya tentu akan meleset dari dugaan.Cara terbaik untuk mengatasi kemungkinan buruk ketika berhadapan dengan orang yang dicurigai punya maksud tidak baik adalah memperkecil peluang terjadinya perbuatan yang tidak diinginkan itu.




Wednesday, March 16, 2016

Aja Seneng Dadi Cuplak Andheng-andheng (( sikap & perbuatan tidak terpuji ))





Artinya, aja seneng (jangan suka),dadi cuplak andheng-andheng (jadi kutil atau tahi lalat). Pada kenyataannya kutil atau tahi lalat akan menjadi maslah (mengganggu) jika tumbuh pada bagian-bagian tubuh tertentu.Meskipun kini kutil dan tahi lalat dapat dihilangkan dengan operasi ringan, namun khusus tahi lalat, orang masih cenderung membiarkan. Hal ini karena adanya kepercayaan bahwa tahi lalat ada kaitannya dengan tanda-tanda kehidupan tertentu bagi pemiliknya.

Hasil gambar untuk orang baikPada peribahasa ini, kutil dan tahi lalat menjadi simbol dari keberadaan orang serba merepotkan. Contohnya ; ada empat bersaudara yang masing-masing telah berkeluarga.Kehidupan mereka tergolong cukup dan memperoleh posisi mapan di masyarakat.Hanya satu yang terhitung kurang, yaitu  si bungsu.Selain itu, dia juga selalu membuat masalah yang tak berhenti.Suka berjudi, mabuk-mabukan, kerja tidak menentu, dan gara-gara berkelahi dia pernah dipenjara.Perbuatan si adik ini benar-benar memusingkan saudara-saudaranya.Semua serba repot, mau dibuang, tapi masih tidak tega karena satu darah.Mau terus disantuni, namun ia tidak pernah sadar juaga dan selalu menimbulkan masalah-masalah baru yang merendahkan martabat keluarga.





Friday, March 11, 2016

Aja Kaya Kidang Mlayu Ninggal Swara (( sikap & perbuatan tidak terpuji ))







Artinya, aja kaya kidang (jangan seperti kijang), mlayu ninggal swara (berlari meninggalkan suara).Pada kenyataannya, di hutan, setiap kali kijang berlari pasti sambil bersuara.Berangkat dari sifat kijang tersebut, peribahasa ini menggambarkan sikap atau perilaku orang yang menyerupai kijang.Misalnya, lewat di jalan atau halaman rumah orang sambil memaki-maki yang tidak jelas, sehingga yang punya rumah jadi bertanya-tanya dan merasa tersinggung.

Hasil gambar untuk orang baikContoh yang lebih jelas lagi, seorang pembantu rumah tangga ang baru saja bekerja di rumah orang kaya dan terpandang di lingkungannya.Sehari-hari dia bekerja disana, ia tidak menemukan masalah.Semua berjalan lancar seperti yang diharapkannya.Sebulan kemudian, tahu-tahu pembantu rumah tangga itu menghilang, pergi tanpa pamit. Usut punya usut, kepergian itu pun sambil membawa / mencuri beberapa perhiasan milik istri sang majikan.

Beberapa hari kemudian, datang beberapa tetangga dan pemilik warung setempat.Menurut pengakuan mereka, si pembantu rumah tangga itu pernah pinjam uang dan semabako di warung yang sampai sekarang belum dibayarkan.Semua juga mengaku, saat memberikan pinjaman, mereka tidak menyangka si pembantu tega menipu mereka seperti itu.

Monday, March 7, 2016

Aja Kaya Kere Muggah Bale (( sikap & perbuatan tidak terpuji ))







Artinya, aja kaya kere (jangan seperti pengemis), munggah bale (naik ke balai-balai).Dalam peribahasa ini, yang disebut balai-balai dapat diartikan sebagai tempat tidur.Makna peribahasa ini menggambarkan bagaimana orang miskin atau yang tidak punya apa-apa kemudian mendapatkan keberuntungan (kesempatan) menjadi orang kaya.Akibatnya, dia tidak dapat menyesuaikan diri dan selalu membawa adat kebiasaan lamanya, meskipun keadaannya telah berubah.

Hasil gambar untuk orang baikContohnya, seorang sopir dipercaya membawa mobil majikannya pulang ketika sang majikan dan keluarganya berlibur ke luar kota.Merasa memperoleh kepercayaan dan kekuasaan, dia mempergunakan mobi itu untuk bersenang-senang.Pergi ke rumah teman, saudara, atau untuk sekadar untuk pemer. Menunjukkan bahwa derajat dirinya telah naik karena berhasil mengendarai mobil mewah.Sebagai bawahan, sikap seperti itu sangat tidak terpuji. Di samping menunjukkan dirinya belum siap secara mental menjadi sopir yang baik dan bertanggung jawab, pernuatannya itu juga dapat membahayakan dirinya sendiri.Coba kalau terjadi kerusakan atau kecelakaan, apakah dia mampu mengongkosi biaya perbaikan mobil tersebut.







Wednesday, March 2, 2016

Adigang Adigung Adiguna (( sikap dan perbuatan ))








Hasil gambar untuk orang baikArtinya, menyombongkan diri karena kekuatan, kekuasaan, dan kepandaian yang dimiliki.Adigang adalah gambaran dari watak kijang yang menyombongkan larinya yang luar biasa.Adigung adalah kesombongan terhadap keluhuran, keturunan, atau kebangsawanan yang dimiliki.DI ibaratkan gajah yang besar dan nyaris tak terlawan oleh benatang lain.Sedangkan adiguna bermakna menyombongkan kepandaian (kecerdikan) yang dimiliki, seperti watak ular yang beracun mematikan.


Peribahasa ini mengingatkan bahwa kelebihan seseorang membuat sombong dan lupa diri, sehingga berdampak buruk bagi yang bersangkutan maupun orang lain.Contohnya, kijang secepat apa pun larinya, ia sering terkejar oleh harimau, dan apabila sudah demikian, nasibnya hanya akan mejadi santapan sang raja hutan.Dalam dongeng anak-anak, diceritakan bagaimana gajah yang besar itu kalah oleh gigitan semut.Sedangkan ular kobra yang sangat ditakuti akan mati lemas jika terkena sabetan carang (cabang) bambu ori (Bambusa arundinaceae). Jadi, kelebihan yang dimiliki seseorang merupakan sesuatu yang berguna sekaligus berbahaya.Berguna apabila dimanfaatkan dem kebaikan, berbahaya jika hanya digunakan untuk kepuasan pribadi serta dorongan nafsu duniawi belaka.

Saturday, February 27, 2016

Wani Nggetih Bakal Merkulih (( perjuangan hidup ))





Artinya, berani berdarah-darah akan memproleh.Di sini, yang dimaksud nggetih atau sampai berdarah-darah adalah bekerja atau bertindak habis-habisan, bukan setengah-setengah.

Hasil gambar untuk berdarah
Contohnya, seorang petugas pemasaran yang gajinya ditentukan oleh persentase hasil produk yang dapat dijual.Ibaratnya, mati  dan hidupnya berada di tangan sendiri.Dia tidak boleh malu-malu ketika menawarkan produknya.Tidak boleh membatasi jam kerjanya seperti karyawan kantor, masuk jam delapan pulang jam tiga sore. Kalau perlu, malam pun berani keluar demi mencari pembeli.

Contoh lain, misalnya petani bawang merah.Jika tanamannya sudah tumbuh subur dan menjelang umbinya membesar dan malam turun hujan, pagi-pagi sekali  harus segera ke sawah.Secepatnya dia harus menyemprot tanaman bawang merahnya dengan air bersih untuk menghilangkan bercak  tanah yang menempel pada daun akibat percikan hujan.Jika tidaak dibersihkan, maka akan menimbulkan flek pada daun, sehingga daun rusak dan layu.

Bekerja habis-habisan dapat dijadikan tanda sejauh mana etos profesionalisme seseorang dalam menjalani pekerjaannya.Semua kerja keras pasti akan memberikan hasil positif, apa pun bentuknya.


Sapa Tekun Golek Teken, Bakal Tekan (( perjuangan hidup ))







Artinya, siapa tekun mencari tongkat, maka akan sampai.Di sini yang dimaksud teken memiliki makna bermacam-macam.Kenyataannya, apa yang disebut teken adalah tongkat yang digunakan sebagai alat bantu orang tua atau orang cacat untuk berjalan.Jadi, makna  teken dalam peribahasa ini utamanya adalah alat bantu atau pertolongan.
Hasil gambar untuk orang jawa sabar

Pada hakikatnya, orang jawa menyadari keterbatasan manusia.Banyak hal tidak dapat dilakukan sendiri dan harus mendapatkan pertolongan orang lain. Contohnya, menggali sumur. Tidak semua orang mampu dan mau menggali sumur, meskipun dirinya setiap hari membutuhkan air.Maka, untuk membuat sumur, dia harus minta bantuan penggali sumur yang telah ahli.Meskipun di kampungnya tidak ada, karena sangat memerlukan, dia akan mencarinya ke daerah lain, walaupun tarifnya cukup tinggi.

Teken dalambentuknya yang lain dapat juga berarti ilmu pengetahuan ketika yang bersangkutan ingin pandai.Dapat pula kitab suci agama, jika dia ingin meperdalam keimanan dan ketakwaan sesuai ajaran agama tersebut.Dengan memilikiteken,meskipun pelan dan terlatih, dia akan mampu terus berjalan muju cita-cita yang didambakan.

Sunday, February 21, 2016

Sareh Pikoleh (( perjuangan hidup ))





Artinya, sareh (sabar), pikoleh (memperoleh). Terjemahannya adalah orang yang sabar dalam berbuat (bertindak) akan memperoleh apa yang diharapkan.

Dalam peribahasa ini, lagi-lagi menunjukkan betapa orang jawa sangat memuliakan kesabaran dalam segala hal.Artinya, baik ketika berhubungan dengan orang lain maupun dalam mewujudkan cita-cita dalam hidupnya.



Hasil gambar untuk orang jawa sabar
Contohnya, seorang calon karyawan yang sedang menjalani tes wawancara oleh direktur perusahaan.Apabila di dalam menjawab pertanyaan terburu-buru, asal-asalan, serampangan, ceroboh, pasti nilainya jelek dan tidak mungkin diterima.Berbeda jika dalam menjawab tampak mantap, penuh pertimbangan, tutur katanya jelas, runtut, dan alasannya masuk akal, tentu akan lebih diperhatikan oleh direktur perusahaan itu.


Di sini,sareh dapat dijadikan tanda kedewasaan pribadi seseorang.Di samping juga menunjukkan sifat dan perilaku  yang bersangkutan.Orang yang mempunyai sifat berangasan tidak mungkin bicara runtut, jelas, dan masuk akal.Maka, dianjurkan supaya kita memiliki sifat sabar.Dengan kesabaran tersebut, akan memudahkan berhubungan dengan orang lain, sehingga memudahkan pula tercapainya  keinginan kita.


Tuesday, February 16, 2016

Sadamuk Bathuk, Sanyari Bumi, Di tohi Pati (( perjuangan hidup ))

Hasil gambar untuk orang jawa sabar



Artinya, sadumuk (satu sentuhan), bathuk (dahi), sanyari (selebar jari), bumi (tanah), ditohi pati (dibela sampai mati).Biasanya, peribahasa ini mengarah kepada pernyataan verbal, siapa berani memegangdahi (istri) dan merebut sejengkal tanah yang dimiliki, akan dilawan sampai mati.Gambaran dari sikap laki-laki jawa dalam mempertahankan kehormatan dan harga diri sebagai suami (dan kehormatan stri), sekaligus juga dalam mempertahankan tanah airnya.

Peribahasa ini maknanya mirip rawe-rawe rantas, malang-malang putung . Yaitu, landasan moral, spiritual, pribadi, sodial, dan juga hukum dalam membela harga diri dan kehormatanlaki-laki jawa.Apabila ada yang berani mengganggu terhadap kehormatan istri (yang juga berarti suami), serta harta materi peling berharga di dunia (tanah), maka laki-laki akan memepertahankannya sampai titik darah penghabisan.Karena itulah, siapa pun diharapkan  jangan sampai memasuki wilayah pribadi yang sangat sensitif seperti digambarkan tadi.Karena, jika dilanggar, dapat membuat orang yang bersangkutan tersinggung dan marah besar.

Sunday, February 7, 2016

Nggoleki Tapaking Kuntul Nglayang (( perjuangan hidup ))

Hasil gambar untuk burung bangau






Artinya,nggoleki (mencari), tapaking kuntul nglayang (jejak bangau yang terbanga).Pada kenyataannya, mencari jejak bangau terbang sulit ditemukan.Jadi, peribahasa ini mengandung ajaran, apabila ingin mencari jejak bangau, orang harus mengikuti ke mana bangau itu terbang.Intinya, untuk menemukan jejak bangau harus punya tekad kuat serta memahami nbenar bagaimana tabiat bangau itu sendiri.

Di sini, cita-cita digambarkan seperti burung yang dapat terbang tinggi, sementara kita hanya dapat berjalan atau berlari di atas tanah.Jadi, mengejar burung (cita-cita) jelas amatlah sulit, karena kecepatan burung terbang melebihi kecepatan lari manusia itu sendiri. Oleh karena itu, dalam mewujudkan cita-cita, orang harus berani bersakit-sakit dan menempuh proses panjang yang kadang sangat melelahkan dan sepertinya tidak masuk akal.Dan, gambarannya seperti mencari jejak bangau terbang.

Wednesday, February 3, 2016

Kudhi Pcul Singa Landhepa (( perjuangan hidup ))




Artinya, kudhi (sejenis sabit yang bagian tengahnya menyerupai kapak), pacul (cangkul), singa landhepa (mana yang paling tajam).Peribahasa ini merupakan gambaran dalam sebuah peperangan atau perkelahian di mana kedua belah pihak sama-sama cedik dan sakti.Mereka yang beruntunglah yang akan menang.


Peribahasa ini menunjukkan bahwa orang jawa sangat percaya terhadap keberuntungan, nasib, garis hidup, dan segala sesuatu dalam kehidupan yang di luar kemampuan nalar manusia itu sendiri.Meskipun makna yang digambarkan adalah keberuntungan yang akan mengalahkan seseorang dalam pertempuran (konflik), namun di balik itu semua juga mangisyaratkan nasihat yang lain. Yaitu, meskipun  masing-masing sama mempunyai ketjaman prima dan sebanding, sebaiknya jangan mudah terjerumus ke dalam pertempuran yang sungguh-sungguh.


Mengapa demikian ?   Tidak lain karena setiap pertempuran pasti akan membawaa korban (kerusakan).Sekecil apa pun yang menang juga akan mengalami kesakitan, apalagi yang kalah. Sesakti apa pun sebaiknya jangan sombong dan mudah menantang berkelahi, karena dirinya dapat juga terkalahkan apabila lawannya lebih beruntung.

Wednesday, January 27, 2016

Kalah Cacak Menang Cacak (( PERJUANGAN HIDUP ))



Artinya, kalah cacak (kalah dicoba), menang cacak (menang dicoba).Ungkapan sikap orang jawa ketika bertekad mencoba suatu pekerjaan yang belum pernah dilaksanakan.Umumnya dialami oleh mereka yang kepepet.Kebetulan  mencari pekerjaan, ada tawaran meskipun pekerjaan tersebut masih asing bagi dirinya. Maka, apabila hasilnya nanti bagaimana, dia tidak dapat menjelaskan sama sekali.


Kalau diperhatikan, peribahasa ini apabila diamalkan  dapat memliki kakuatan semacam mantra. Mereka yang sebelumnya masih was-was, kurang yakin, akan memperoleh kemantapan hati setelah mengucap, kalah cacak menang cacak . Biasanya, hasil kerjanya pun lumayan, tidak memalukan, dan setara dengan kemampuannya yang terbilang masih pemula.


Mengapa hal itu dapat terjadi ?    Antara lain karena munculnya kemantapan batin seseorang dapat menjelma kekuatan yang luar biasa.Terlebih jika kemampuan di dalam melakukan segala sesuatu tersebut bukan lagi sekadar untuk menang atau kalah, tatpi untuk membuktikan kamampuan yang dimiliki. Ungkapan ini pada kenyataannya digunakan untuk memompa semangat individu dalam mempertahankan harga dirinya.

Saturday, January 23, 2016

Jer Basuki Mawa Beya adalah salah satu nasehat dalam perjuangan hidup


Selamat datang di sudihardi.com....!!!

Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan informasi mengenai arti dari salah satu peribahasa jawa "Jer Basuki Mawa Beya"


Artinya, jer (memang, seharusnya begitu), basuki (selamat atau sejahtera), mawa (memerlukan atau menggunakan), beya (biaya atau pengorbanan). Terjemahan bebasnya, untuk mendapatkan apa yang dicita-citakan (keselamatan, kebahagiaan, kesuksesan hidup) senantiasa memerlukan biaya (ongkos) maupun pengorbanan secukupnya. Biaya di sini juga dapat diartikan sebagai pengorbanan atau kerja keras.


Peribahasa ini mengandung nasihat yang prinsipnya memperingatkan bahwa tak mungkin orang meraih kesuksesan dengan mudah. Yang penting, jangan melakukan meanipulasi untuk membenarkan perbuatan salah demi mewujudkan cita-citanya. Contohnya, lantaran ingin cepat kaya kemudian memberanikan diri belajar korupsi, menyuap kemana-mana untuk melicinkan usaha yang ditempuh.


Dengan demikian yang dimaksud pengorbanan di sini adalah pengorbanan yang baik, dan halal.Terutama karena yang disebut basuki atau keselamatan dan kesejahteraan hidup adalah kebaikan bagi yang bersangkutan. Maka, apabila ongkos kesejahteraan tersebut  berasal dari kejahatan atau dosa, tentulah hasilnya akan dilumuri kejahatan dan dosa pula, situasi seperti itu seharusnya dihindari.

Saturday, January 16, 2016

Golek Banyu Apikulan warih, Golek Geni Adedamar (( perjuangan hidup ))




Artinya,golek banyu apikulan warih (mencari air berbekal sepikul air), golek geni adedamar (mencari api berbekal pelita). Ungkapan ini merupakan nasihat yang sangat tinggi nilainya di jawa. Bahwa manusia harus memiliki bekal yang cukup dan sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Apabila bekal dan wujud yang dicita-citakan berbeda, hasilnya tentu teidak memuaskan. Misalnya, apakah kuat membawa dua kaleng berisi air yang masing-masing kaleng berisi lima belas liter ?    Untuk membawa dua kaleng sekaligus, maka caranya dengan memikul kalau tidak meyiapkan pikulan telebih dahulu ?  Mencari api  membawa pelita , gunanya untuk menerangi sewaktu mengalami kegelapan.Persoalannya, bagaimana menemukan segala sesuatu jika sekeliling gelap gulita ?



Contoh lain adalah ketika mencari saudara. Untuk melakukannya, seseorang harus berbekal pengetahuan bagaimana membangun persaudaraan yang baik. Singkat kata, mencari kebaikan berbekal kebaikan. Kebaikan tidak mungkin didapat jika berbekal watak dengki ,adigang-adigung-adiguna, serta ingin menang sendiri. Apabila demikian dan permusuhan. Sebab, tidak mungkin atau mustahil perbuatan buruk (jahat) akan dibalas dengan kebaikan.

Friday, January 8, 2016

Gremet-gremet Waton Slamet, ALon-alon Waton kelakon (( perjuangan hidup ))



Artinya,gremet-gremet waton slamet (marayap asal selamat), alon-alon waton kelakon (pelan-pelan aslkan kesampaian). Gara-gara peribahasa ini, muncul anggapan bahwa orang jawa itu sulit maju lantaran masih mengamalkan filosofi ini. Mngerjakan segala sesuatu senantiasa pelan, tidak pernah cepat, seakan pasrah pada keadaan dan tidak berusaha melawannya.


Pendapat seperti itu jelas keliru, sebab makna peribahasa ini adalah mengingatkan agar jangan terburu-buru dan berbuat ceroboh. Setiap tindakan yang kita lakukan harus diperhatikan dengan cermat. Karena itu, dalam bekerja sangat diperlukan kewaspadaan, bagaimana menyesuaikan diri, memperhatikan kanan-kiri, dan sebagainya. Apa gunanya cepat berhasil apabila proses yang dikerjakan justru mendatangkan malapetaka beraneka warna.


Manakla dikaji dengan cermat, peribahasa ini erat hubungannya dengan peribahasa lain. Yaitu  aja nggege mangsa, kebat kliwat, ngangsa marakake brahala, sabar subur, dan sebagainya. Artinya, cita-cita memang perlu dikejar. Tetapi, harus dengan sabar dan jangan berbuat ceroboh.



Saturday, January 2, 2016

Perjuangan hidup (( Cekelen Iwake Aja Buthek Banyune ))

Hasil gambar untuk siskamling




Artinya, cekelen iwake (tangkap ikannya), aja buthek banyne (jangan membuat keruh airnya). Maksudnya, yang diiginkan bisa didapat, tetapi tidak sampai membuat  kekacauan atau kerusakan di sana sini yang tidak diperlukan.


Sering dianjurkan kepada siapa saja yang sedang berusaha membongkar dan menyelesaikan suatu permasalahan (kasus).Contohnya, sederhana; di sebuah desa merebak pencurian.Namun, sampai sekian lama, pencurinya belum katahuan dan belum berhasil ditangkap, meskipun belakangan siskamling ditingkatkan.


Akibat kegelisahan warga makin memuncak, muncul gagasan untuk mengawasi mereka-mereka yang dicurigai.Seperti orang-orang yang tidak punya pekerjaan tetap, warga pendatang, anak-anak kost,  dan lain-lain. Lagi-lagi, hasilnya nihil. Bayangan siapa pencurinya belum diperoleh, akan tetapi muncul rasa tidak senang dan protes dari warga yang merasa dicurigai.


Cra seperti ini jelas bertentangan dengan nasihat yang terkandung dalam peribahasa tersebut.Seharusnya, orang kampung berusaha menangkap ikannya, bukan malah memperkeruh airnya atau lingkungan mereka berada. Sebab, belum tentu pencurinya warga kampung setempat. Siapa tahu kampung lain, atau justru orang dari jauh yang mengenal dan hafal sekali suasana di desa tersebut.