Wednesday, January 27, 2016

Kalah Cacak Menang Cacak (( PERJUANGAN HIDUP ))



Artinya, kalah cacak (kalah dicoba), menang cacak (menang dicoba).Ungkapan sikap orang jawa ketika bertekad mencoba suatu pekerjaan yang belum pernah dilaksanakan.Umumnya dialami oleh mereka yang kepepet.Kebetulan  mencari pekerjaan, ada tawaran meskipun pekerjaan tersebut masih asing bagi dirinya. Maka, apabila hasilnya nanti bagaimana, dia tidak dapat menjelaskan sama sekali.


Kalau diperhatikan, peribahasa ini apabila diamalkan  dapat memliki kakuatan semacam mantra. Mereka yang sebelumnya masih was-was, kurang yakin, akan memperoleh kemantapan hati setelah mengucap, kalah cacak menang cacak . Biasanya, hasil kerjanya pun lumayan, tidak memalukan, dan setara dengan kemampuannya yang terbilang masih pemula.


Mengapa hal itu dapat terjadi ?    Antara lain karena munculnya kemantapan batin seseorang dapat menjelma kekuatan yang luar biasa.Terlebih jika kemampuan di dalam melakukan segala sesuatu tersebut bukan lagi sekadar untuk menang atau kalah, tatpi untuk membuktikan kamampuan yang dimiliki. Ungkapan ini pada kenyataannya digunakan untuk memompa semangat individu dalam mempertahankan harga dirinya.

Saturday, January 23, 2016

Jer Basuki Mawa Beya adalah salah satu nasehat dalam perjuangan hidup


Selamat datang di sudihardi.com....!!!

Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan informasi mengenai arti dari salah satu peribahasa jawa "Jer Basuki Mawa Beya"


Artinya, jer (memang, seharusnya begitu), basuki (selamat atau sejahtera), mawa (memerlukan atau menggunakan), beya (biaya atau pengorbanan). Terjemahan bebasnya, untuk mendapatkan apa yang dicita-citakan (keselamatan, kebahagiaan, kesuksesan hidup) senantiasa memerlukan biaya (ongkos) maupun pengorbanan secukupnya. Biaya di sini juga dapat diartikan sebagai pengorbanan atau kerja keras.


Peribahasa ini mengandung nasihat yang prinsipnya memperingatkan bahwa tak mungkin orang meraih kesuksesan dengan mudah. Yang penting, jangan melakukan meanipulasi untuk membenarkan perbuatan salah demi mewujudkan cita-citanya. Contohnya, lantaran ingin cepat kaya kemudian memberanikan diri belajar korupsi, menyuap kemana-mana untuk melicinkan usaha yang ditempuh.


Dengan demikian yang dimaksud pengorbanan di sini adalah pengorbanan yang baik, dan halal.Terutama karena yang disebut basuki atau keselamatan dan kesejahteraan hidup adalah kebaikan bagi yang bersangkutan. Maka, apabila ongkos kesejahteraan tersebut  berasal dari kejahatan atau dosa, tentulah hasilnya akan dilumuri kejahatan dan dosa pula, situasi seperti itu seharusnya dihindari.

Saturday, January 16, 2016

Golek Banyu Apikulan warih, Golek Geni Adedamar (( perjuangan hidup ))




Artinya,golek banyu apikulan warih (mencari air berbekal sepikul air), golek geni adedamar (mencari api berbekal pelita). Ungkapan ini merupakan nasihat yang sangat tinggi nilainya di jawa. Bahwa manusia harus memiliki bekal yang cukup dan sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Apabila bekal dan wujud yang dicita-citakan berbeda, hasilnya tentu teidak memuaskan. Misalnya, apakah kuat membawa dua kaleng berisi air yang masing-masing kaleng berisi lima belas liter ?    Untuk membawa dua kaleng sekaligus, maka caranya dengan memikul kalau tidak meyiapkan pikulan telebih dahulu ?  Mencari api  membawa pelita , gunanya untuk menerangi sewaktu mengalami kegelapan.Persoalannya, bagaimana menemukan segala sesuatu jika sekeliling gelap gulita ?



Contoh lain adalah ketika mencari saudara. Untuk melakukannya, seseorang harus berbekal pengetahuan bagaimana membangun persaudaraan yang baik. Singkat kata, mencari kebaikan berbekal kebaikan. Kebaikan tidak mungkin didapat jika berbekal watak dengki ,adigang-adigung-adiguna, serta ingin menang sendiri. Apabila demikian dan permusuhan. Sebab, tidak mungkin atau mustahil perbuatan buruk (jahat) akan dibalas dengan kebaikan.

Friday, January 8, 2016

Gremet-gremet Waton Slamet, ALon-alon Waton kelakon (( perjuangan hidup ))



Artinya,gremet-gremet waton slamet (marayap asal selamat), alon-alon waton kelakon (pelan-pelan aslkan kesampaian). Gara-gara peribahasa ini, muncul anggapan bahwa orang jawa itu sulit maju lantaran masih mengamalkan filosofi ini. Mngerjakan segala sesuatu senantiasa pelan, tidak pernah cepat, seakan pasrah pada keadaan dan tidak berusaha melawannya.


Pendapat seperti itu jelas keliru, sebab makna peribahasa ini adalah mengingatkan agar jangan terburu-buru dan berbuat ceroboh. Setiap tindakan yang kita lakukan harus diperhatikan dengan cermat. Karena itu, dalam bekerja sangat diperlukan kewaspadaan, bagaimana menyesuaikan diri, memperhatikan kanan-kiri, dan sebagainya. Apa gunanya cepat berhasil apabila proses yang dikerjakan justru mendatangkan malapetaka beraneka warna.


Manakla dikaji dengan cermat, peribahasa ini erat hubungannya dengan peribahasa lain. Yaitu  aja nggege mangsa, kebat kliwat, ngangsa marakake brahala, sabar subur, dan sebagainya. Artinya, cita-cita memang perlu dikejar. Tetapi, harus dengan sabar dan jangan berbuat ceroboh.



Saturday, January 2, 2016

Perjuangan hidup (( Cekelen Iwake Aja Buthek Banyune ))

Hasil gambar untuk siskamling




Artinya, cekelen iwake (tangkap ikannya), aja buthek banyne (jangan membuat keruh airnya). Maksudnya, yang diiginkan bisa didapat, tetapi tidak sampai membuat  kekacauan atau kerusakan di sana sini yang tidak diperlukan.


Sering dianjurkan kepada siapa saja yang sedang berusaha membongkar dan menyelesaikan suatu permasalahan (kasus).Contohnya, sederhana; di sebuah desa merebak pencurian.Namun, sampai sekian lama, pencurinya belum katahuan dan belum berhasil ditangkap, meskipun belakangan siskamling ditingkatkan.


Akibat kegelisahan warga makin memuncak, muncul gagasan untuk mengawasi mereka-mereka yang dicurigai.Seperti orang-orang yang tidak punya pekerjaan tetap, warga pendatang, anak-anak kost,  dan lain-lain. Lagi-lagi, hasilnya nihil. Bayangan siapa pencurinya belum diperoleh, akan tetapi muncul rasa tidak senang dan protes dari warga yang merasa dicurigai.


Cra seperti ini jelas bertentangan dengan nasihat yang terkandung dalam peribahasa tersebut.Seharusnya, orang kampung berusaha menangkap ikannya, bukan malah memperkeruh airnya atau lingkungan mereka berada. Sebab, belum tentu pencurinya warga kampung setempat. Siapa tahu kampung lain, atau justru orang dari jauh yang mengenal dan hafal sekali suasana di desa tersebut.