Saturday, February 27, 2016

Wani Nggetih Bakal Merkulih (( perjuangan hidup ))





Artinya, berani berdarah-darah akan memproleh.Di sini, yang dimaksud nggetih atau sampai berdarah-darah adalah bekerja atau bertindak habis-habisan, bukan setengah-setengah.

Hasil gambar untuk berdarah
Contohnya, seorang petugas pemasaran yang gajinya ditentukan oleh persentase hasil produk yang dapat dijual.Ibaratnya, mati  dan hidupnya berada di tangan sendiri.Dia tidak boleh malu-malu ketika menawarkan produknya.Tidak boleh membatasi jam kerjanya seperti karyawan kantor, masuk jam delapan pulang jam tiga sore. Kalau perlu, malam pun berani keluar demi mencari pembeli.

Contoh lain, misalnya petani bawang merah.Jika tanamannya sudah tumbuh subur dan menjelang umbinya membesar dan malam turun hujan, pagi-pagi sekali  harus segera ke sawah.Secepatnya dia harus menyemprot tanaman bawang merahnya dengan air bersih untuk menghilangkan bercak  tanah yang menempel pada daun akibat percikan hujan.Jika tidaak dibersihkan, maka akan menimbulkan flek pada daun, sehingga daun rusak dan layu.

Bekerja habis-habisan dapat dijadikan tanda sejauh mana etos profesionalisme seseorang dalam menjalani pekerjaannya.Semua kerja keras pasti akan memberikan hasil positif, apa pun bentuknya.


Sapa Tekun Golek Teken, Bakal Tekan (( perjuangan hidup ))







Artinya, siapa tekun mencari tongkat, maka akan sampai.Di sini yang dimaksud teken memiliki makna bermacam-macam.Kenyataannya, apa yang disebut teken adalah tongkat yang digunakan sebagai alat bantu orang tua atau orang cacat untuk berjalan.Jadi, makna  teken dalam peribahasa ini utamanya adalah alat bantu atau pertolongan.
Hasil gambar untuk orang jawa sabar

Pada hakikatnya, orang jawa menyadari keterbatasan manusia.Banyak hal tidak dapat dilakukan sendiri dan harus mendapatkan pertolongan orang lain. Contohnya, menggali sumur. Tidak semua orang mampu dan mau menggali sumur, meskipun dirinya setiap hari membutuhkan air.Maka, untuk membuat sumur, dia harus minta bantuan penggali sumur yang telah ahli.Meskipun di kampungnya tidak ada, karena sangat memerlukan, dia akan mencarinya ke daerah lain, walaupun tarifnya cukup tinggi.

Teken dalambentuknya yang lain dapat juga berarti ilmu pengetahuan ketika yang bersangkutan ingin pandai.Dapat pula kitab suci agama, jika dia ingin meperdalam keimanan dan ketakwaan sesuai ajaran agama tersebut.Dengan memilikiteken,meskipun pelan dan terlatih, dia akan mampu terus berjalan muju cita-cita yang didambakan.

Sunday, February 21, 2016

Sareh Pikoleh (( perjuangan hidup ))





Artinya, sareh (sabar), pikoleh (memperoleh). Terjemahannya adalah orang yang sabar dalam berbuat (bertindak) akan memperoleh apa yang diharapkan.

Dalam peribahasa ini, lagi-lagi menunjukkan betapa orang jawa sangat memuliakan kesabaran dalam segala hal.Artinya, baik ketika berhubungan dengan orang lain maupun dalam mewujudkan cita-cita dalam hidupnya.



Hasil gambar untuk orang jawa sabar
Contohnya, seorang calon karyawan yang sedang menjalani tes wawancara oleh direktur perusahaan.Apabila di dalam menjawab pertanyaan terburu-buru, asal-asalan, serampangan, ceroboh, pasti nilainya jelek dan tidak mungkin diterima.Berbeda jika dalam menjawab tampak mantap, penuh pertimbangan, tutur katanya jelas, runtut, dan alasannya masuk akal, tentu akan lebih diperhatikan oleh direktur perusahaan itu.


Di sini,sareh dapat dijadikan tanda kedewasaan pribadi seseorang.Di samping juga menunjukkan sifat dan perilaku  yang bersangkutan.Orang yang mempunyai sifat berangasan tidak mungkin bicara runtut, jelas, dan masuk akal.Maka, dianjurkan supaya kita memiliki sifat sabar.Dengan kesabaran tersebut, akan memudahkan berhubungan dengan orang lain, sehingga memudahkan pula tercapainya  keinginan kita.


Tuesday, February 16, 2016

Sadamuk Bathuk, Sanyari Bumi, Di tohi Pati (( perjuangan hidup ))

Hasil gambar untuk orang jawa sabar



Artinya, sadumuk (satu sentuhan), bathuk (dahi), sanyari (selebar jari), bumi (tanah), ditohi pati (dibela sampai mati).Biasanya, peribahasa ini mengarah kepada pernyataan verbal, siapa berani memegangdahi (istri) dan merebut sejengkal tanah yang dimiliki, akan dilawan sampai mati.Gambaran dari sikap laki-laki jawa dalam mempertahankan kehormatan dan harga diri sebagai suami (dan kehormatan stri), sekaligus juga dalam mempertahankan tanah airnya.

Peribahasa ini maknanya mirip rawe-rawe rantas, malang-malang putung . Yaitu, landasan moral, spiritual, pribadi, sodial, dan juga hukum dalam membela harga diri dan kehormatanlaki-laki jawa.Apabila ada yang berani mengganggu terhadap kehormatan istri (yang juga berarti suami), serta harta materi peling berharga di dunia (tanah), maka laki-laki akan memepertahankannya sampai titik darah penghabisan.Karena itulah, siapa pun diharapkan  jangan sampai memasuki wilayah pribadi yang sangat sensitif seperti digambarkan tadi.Karena, jika dilanggar, dapat membuat orang yang bersangkutan tersinggung dan marah besar.

Sunday, February 7, 2016

Nggoleki Tapaking Kuntul Nglayang (( perjuangan hidup ))

Hasil gambar untuk burung bangau






Artinya,nggoleki (mencari), tapaking kuntul nglayang (jejak bangau yang terbanga).Pada kenyataannya, mencari jejak bangau terbang sulit ditemukan.Jadi, peribahasa ini mengandung ajaran, apabila ingin mencari jejak bangau, orang harus mengikuti ke mana bangau itu terbang.Intinya, untuk menemukan jejak bangau harus punya tekad kuat serta memahami nbenar bagaimana tabiat bangau itu sendiri.

Di sini, cita-cita digambarkan seperti burung yang dapat terbang tinggi, sementara kita hanya dapat berjalan atau berlari di atas tanah.Jadi, mengejar burung (cita-cita) jelas amatlah sulit, karena kecepatan burung terbang melebihi kecepatan lari manusia itu sendiri. Oleh karena itu, dalam mewujudkan cita-cita, orang harus berani bersakit-sakit dan menempuh proses panjang yang kadang sangat melelahkan dan sepertinya tidak masuk akal.Dan, gambarannya seperti mencari jejak bangau terbang.

Wednesday, February 3, 2016

Kudhi Pcul Singa Landhepa (( perjuangan hidup ))




Artinya, kudhi (sejenis sabit yang bagian tengahnya menyerupai kapak), pacul (cangkul), singa landhepa (mana yang paling tajam).Peribahasa ini merupakan gambaran dalam sebuah peperangan atau perkelahian di mana kedua belah pihak sama-sama cedik dan sakti.Mereka yang beruntunglah yang akan menang.


Peribahasa ini menunjukkan bahwa orang jawa sangat percaya terhadap keberuntungan, nasib, garis hidup, dan segala sesuatu dalam kehidupan yang di luar kemampuan nalar manusia itu sendiri.Meskipun makna yang digambarkan adalah keberuntungan yang akan mengalahkan seseorang dalam pertempuran (konflik), namun di balik itu semua juga mangisyaratkan nasihat yang lain. Yaitu, meskipun  masing-masing sama mempunyai ketjaman prima dan sebanding, sebaiknya jangan mudah terjerumus ke dalam pertempuran yang sungguh-sungguh.


Mengapa demikian ?   Tidak lain karena setiap pertempuran pasti akan membawaa korban (kerusakan).Sekecil apa pun yang menang juga akan mengalami kesakitan, apalagi yang kalah. Sesakti apa pun sebaiknya jangan sombong dan mudah menantang berkelahi, karena dirinya dapat juga terkalahkan apabila lawannya lebih beruntung.