Tuesday, February 16, 2016

"Sadamuk Bathuk, Sanyari Bumi, Di tohi Pati" dalam aspek perjuangan hidup

Hasil gambar untuk orang jawa sabar

Artinya, sadumuk (satu sentuhan), bathuk (dahi), sanyari (selebar jari), bumi (tanah), ditohi pati (dibela sampai mati).Biasanya, peribahasa ini mengarah kepada pernyataan verbal, siapa berani memegangdahi (istri) dan merebut sejengkal tanah yang dimiliki, akan dilawan sampai mati.Gambaran dari sikap laki-laki jawa dalam mempertahankan kehormatan dan harga diri sebagai suami (dan kehormatan stri), sekaligus juga dalam mempertahankan tanah airnya.


Peribahasa ini maknanya mirip rawe-rawe rantas, malang-malang putung . Yaitu, landasan moral, spiritual, pribadi, sodial, dan juga hukum dalam membela harga diri dan kehormatanlaki-laki jawa.Apabila ada yang berani mengganggu terhadap kehormatan istri (yang juga berarti suami), serta harta materi peling berharga di dunia (tanah), maka laki-laki akan memepertahankannya sampai titik darah penghabisan.Karena itulah, siapa pun diharapkan jangan sampai memasuki wilayah pribadi yang sangat sensitif seperti digambarkan tadi.Karena, jika dilanggar, dapat membuat orang yang bersangkutan tersinggung dan marah besar.

No comments:

Post a Comment