Saturday, April 30, 2016

Nunggak Kalingan Rone





Artinya, nunggak (menunggak pembayaran atau utang), kalingan (tertutup), rone (dedaunan). Terjemahan bebasnya, membalas seseorang dengan sembunyi-sembunyi (tidak terang-terangan). Meskipun perbuatan ini banyak dilakukan, baik di jawa maupun di tempat lain, namun dalam adat budaya jawa sesungguhnya dilarang. Mengapa demikian?   Sebab, perbuatan tersebut dilakukan secara tidak kesatria, atau boleh dikatakan tindakan yang pengecut. Dalam peribahasa nasional sama dengan lempar batu sembunyi tangan.

Walaupun demikian, perbuatan seperti ini tidak sepenuhnya dapat disalahkan. Terutama jika kasusnya menyangkut wong cilik ,atau kalangan pidak pedarakan yang posisinya lemah. Contohnya, seorang pembantu rumah tangga diberhentikan oleh majikannya karena dianggap bersalah. Ketika meyalakan kompor membuat kompor itu meledak. Untunglah tidak sampai membakar benda-benda dan peralatan di dalam rumah majikannya.

Padahal si pembantu sudah berkali-keli melapor bahwa kompor gas yang biasa dipakai ada yang tidak beres dan perlu direpasi atau diganti. Namun, sang majikan tidak menggubris sama sekali. Merasa diperlakukan tidak adil, sambil pergi diam-diam dia mencabut kunci dapur dan membuangnya ke selokan.

Friday, April 29, 2016

Nrenggiling Api Mati





Artinya, nrenggiling (seperti trenggiling atau manis javanica), api mati (pura-pura mati). Trenggiling adalah hewan bersisik kuat dan kira-kira sebesar musang. Moncong dan ekornya agak panjang. Hewan ini tidak bergigi dan makanan utamanya adalah semut. Apabila datang bahaya, ia langsung menggulung, meyembunyikan kepalanya ke dalam gulungan badan sambil mengeluarkan bau busuk. Untuk menjauhi bahaya, ia biasanya akan menggelindingkan gulungan badannya.

Peribahasa ini menggambarkan orang yang berpura-pura tidak mendengarkan (memperhatikan) pembicaraan di sekitarnya, padahalsesungguhnya memperhatikan dengan saksama. Perbuatan ini umumnya mempunyai latar belakang bermacam-macam. Mungkin, ia tidak ingin terlibat pembicaraan tadi. Dapat juga karena ia sibuk dengan pekerjaan sendiri. Atau, memang sengaja menyembunyikan maksud tertentu, sehingga tidak ingin perhatiannya diketahui orang lain.

Kecuali yang bersangkutan sedang melakukan tugas khusus, misalnya polisi yang tengah mengadakan penyelidikan, sikap ini terhitung tidak disukai oleh orang jawa.Maka, apbila siapa pun ketahuan bersikap nrenggiling api mati ,tentu akan dijauhi karena dianggap tidak terbuka terhadap orang lain., sementara orang lain bersikap terbuka terhadap orang yang bersangkutan.

Thursday, April 28, 2016

Menthung Koja Kena Sembagine





Artinya, methung (memukul dengan tongkat), koja (pedagang asal india), kena sembagine (terkena kain citanya). Terjemahan bebasnya, memukul pedagang india hanya akan terkena kain citanya. Gambaran orang yang merasa bisa menipu orang lain, padahal dirinya sendiri sesungguhnya yang tertipu.

Contohnya, pada suatu hari, seorang costumer service baru di sebuah toko kosmetik kedatangan pembeli yang rewwelnya bukan main. Yang dicari kosmetik yang bagus, tetapi harganya murah. Berbagai merk dicoba, tetapi tidak ada yang cocok. Padahal toko hampir tutup, dan si costumer service akan segera pulang.


Jengkel dengan perilaku seperti ini, ia menyodorkan kosmetik murahan kepada si pembeli. Anehnya, justru kosmetik itu yang dipilih, dan lagsung dibayar sesuai harga yang disampaikan. Selesai transaksi, si costumer service senyum-senyum kecil karena merasa dapat menipu pembeli yang menjengkelkan itu. Harga yang disampaikan tadi berlipat kali lipat lebih tinggi daripada harga yang sebenarnya. Tahu-tahu, keesokan harinya, ia dipanggil manajernya dan langsung dipecat. Ternyata, pembeli yang menjengkelkan itu diperintahkan oleh perusahaan untuk menguji kinerjanya dilapangan.

Wednesday, April 27, 2016

Meneng Widara Uleren




Artinya, diam pohon bidara penuh ulat. Terjemahan bebasnya, diamnya pohon bidara yang penuh ulat. Ungkapan ini menggambarkan bagaimana orang yang tampaknya baik (pendiam, santun, tidak banyak bicara), namun sesungguhnya hatinya (perangainya) buruk. Perangai buruk di sini digambarkan sebagai pohon bidara yang penug ulat.

Tekanan pesan yang ingin disampaikan oleh peribahasa ini adalah, orang tetap harus waspada terhadap siapa pun yang penampilan luarnya tampak baik. Siapa tahu di dalam hatinya (pribadinya) terdapat ribuan ulat (sifat buruk) yang disembunyikan. Jadi, prinsipnya, orang jangan sampai terpesona (lengah) oleh keindahan yang kasat mata. Sebab, apabila sampai lengah, ulat-ulat yang tersimpan di dalam hatinya akan segera merayap keluar, menjelma menjadi hama yang ganas, dan tega memangsa apa pun yang disentuhnya.

Memang, untuk mengetahui secara pasti apa yang tersimpan di hati manusia, tidaklah mudah. Namun, demikian, belajar dari berbagai pertanda, aroma, serta suasana yang muncul akan dapat diperkirakan bagaimana isi hati dan pikiran yang bersangkutan. Artinya, apakah diamnya itu memang diam yang sejati, atau diam untuk menyamarkan maksud atau tujuan yang dirahasiakan.

Tuesday, April 26, 2016

Mbondhan Tanpa Ratu (( sikap dan perilaku tidak terpuji ))





Artinya, mbondhan (menari bondhan), tanpa ratu (tanpa raja). Dalam adat budaya jawa, tari bondhan sering dipentaskan dalam upacara keraton, disaksikan raja dan pembesar kerajaan lainnya. Maka, apabila seorang penari menarikan tari bondhan tanpa disaksikan raja, hal itu merupakan tindakan yang aneh atau melanggar adat yang telah ditetapkan.

Makna peribahasa ini menggambarkan bagaimana orang yang bertingkah semaunya sendiri, tanpa mengindahkan aturan (ketentuan) yang ada. Sikap seperti ini jelas bertentangan dengan kebiasaan masyarakat. Akibatnya, orang yang bersangkutan akan dianggap melawan kesepakatan yang telah ditentukan bersama.

Conyohnya, berdasarkan musyawarah RW, setiap dua minggu sekali diadakan kerja bakti untuk menata lingkungan sesuai ketentuan yang digariskan pemerintah. Meskipun dalam musyawarah semua warga menyetujuinya, tetapi dalam praktiknya, ada seorang yang tidak pernah ikut kerja bakti. Alasannya macam-macam. Ketika ditegur oleh ketua RW, dia menyatakan terus terang tidak mungkin ikut kerja bakti karena pekerjaan dan kegiatan pribadinya yang cukup banyak dan tidak bisa ditinggalkan.Kalau diperbolehkan, dia sanggup membayar berapa pun asalkan dibebaskan dari kerja bakti dua mingguan itu.

Monday, April 25, 2016

Kekudhung Walulang Macan (( sikap dan perbuatan tidak terpuji ))





Artinya, berkerudung kulit hariamau. Ungkapan ini memberikan gambaran tentang orang yang berusaha mencapai keinginan atau mewujudkan pamrih tertentu dengan menggunakan (mengandalkan) pengaruh dari penguasa atau orang yang ditakuti masyarakat. Apabila dicermati, peribahasa ini maknany miri dengan ungkapan nabok nyilih tangan. Yaitu, menggunakan bantuan orang lain untuk mewujudkan keinginannya itu.


Salah satu contoh dari peristiwa in, adalah penjaga malam baru di sebuah toko yang suka mengaku keponakan keamanan kompleks pertokoan itu yang pensiunan TNI. Lantaran toko tersebut juga baru buka, maka sang juragan merasa senang mempekerjakannya. Di dalam hati, ia yakin, tokonya bakal aman karena jaga malamnya masih kerabat keamanan pertokoan setempat. Tahu-tahu, pada suatu pagi si penjaga malam tidak kelihatan dan pintu masih terkunci. Karena curiga, pintu toko dijebol dengan paksa. Sampai di dalam, semua terkejut, sebab banyak barang yang hilang. Setelah kejadian tersebut dilaporkan ke polisi, ketahuan bahwa pencurinya adalah penjaga malam itu sendiri. Usut punya usut, ketika keamanan pertokoan diinterogasi dengan tegas mengaku bahwa dirinya tidak kenal dengan penjaga malam toko itu, apabila bersaudara.

Sunday, April 24, 2016

Kaya Wedhus Diumbar ing Pekacangan (( sikap dan pebuatan tidak terpuji ))




Artinya, kaya wedhus (seperti kambing), diumbar ing pekacangan (dibiarkan di sawah yang ditanami kacang). Terjemahan bebasnya, seperti kambing dibiarkan di sawah yang ditanami kacang, sehingga menyebabkan tanaman kacang rusak. Daun-daunnya dimakan, disamping itu juga banyak yang mati karena terinjak-injak.


Di Jawa, terdapat beberapa peribahasa lain yang serupa dengan peribahasa ini. Misalnya, pitik trondhol diumbar ning pedarigan (ayam dibiarkan di tempat beras), kere munggah bale (orang miskin naik ke balai-balai). Maknanya, orang miskin yang sifat dan perilakunya buruk, apabila diberi kebahagiaan atau kemudahan, bukan berterimakasih dan ikut menjaga apa yang bukan miliknya, tetapi malah membuat rusak di mana-mana. Kasus seperti ini sebaiknya dicegah dan jangan sampai terjadi.

Saturday, April 23, 2016

Kaduk Wani Kurang Deduga (( sikap dan perbuatan tidak terpuji ))




Artinya, kaduk wani (terlampau berani), kurang deduga (kurang perhitungan). Ini merupakan perlambang dari orang yang terlampau percaya diri, nekat memenuhi suara hatinya tanpa perhitunganmatang. Keberaniannya tinggi, tetapi pikiran dan perasaannya jarang digunakan. Dengan kata lain, terlampaunekat, namun tidak dilandasi pertimbangan yang masak.


Contohnya, pembalap mobil. Lantaran biasa membalap di arena dan sering menang, ketika naik mobil di tengah kota, disalip oleh mobil lain langsung panas. Orang yang menyalip pun dikejarnya. Tidak tahunya, si pembalap adalah pembalap jalanan yang lebih  lincah dari orang ini.Tiba-tiba dia tidak sengaja  akan menambrakkan diri dengan becak dan berusaha untuk menghindarinya tapi tidak jadi menabrak becak malahan menabrak pohon dan akhirnya mobilnya hancur dan  si pembalap terluka cukup parah.


Sifat seperti ini sebaiknya dihindari, karena mengandalkan keberanian saja belum memadai untuk mengatasi permasalahan yang tengah dihadapi. Memang, sekali-kali mungkin saja berhasil. Akan tetapi, sekali waktu pasti akan gagal, seperti kata pepatah  sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu akan jatuh juga.

Friday, April 22, 2016

Kadang Konang (( sikap dan perbuatan tidak terpuji ))


Artinya, saudara kunang-kunang. Terjemahan bebasnya, yang dihormati atau dianggap saudara hanya yang seperti kunang-kunang di malam hari. Kunang-kunang, meskipun binatang kecil, tetapi memiliki kelebihan karena memiliki kandungan fosfor di dalam tubuhnya, sehingga dapat menimbulkan cahaya terang dalam kegelapan. Inilah kelebihan kunang-kunang yang tidak semua binatang memilikinya.


Kadang konang adalah ungkapan yang ditujukan kepada siapa pun yang suka membeda-bedakan orang atau sanak kerabatnya.Artinya, mereka yang memiliki kelebihan dijadikan saudara, didekati, diperhatikan, dan dihormati. Sedangkan orang yang biasa-biasa saja dan tidak menonjol akan dijauhi. Karena tidak memeiliki nilai lebih, mereka tidak dapat memberikan keuntungan kepada dirinya. Sikap seperti ini relatif buruk, karena suka membeda-bedakan orang, atau pilih-pilih teman. Dengan kata lain, mencari sahabat hanya demi kepentingan (keuntungan) diri sendiri saja.

Thursday, April 21, 2016

Jago Kate Wanine Cedhak Omahe Dhewe (( sikap dan perilaku tidak terpuji ))


Artinya, jago kate (ayam kate jantan), wanine (beraninya), cedhak omahe dhewe (dekat rumahnya sendiri). Terjemahan bebasnya, ayam kate jantan tidak berani berkeliaran jauh, beraninya hanya di dekat rumahnya saja. Mengapa demikian ?   Tentu saja karena ayam kate itu berukuran kecil, sehingga lebih aman mencari makan di dekat rumahnya. Kalau ada marabahaya, ia dapat dengan cepat bersembunyi.

Peribahasa ini merupakan sindiran bagi laki-laki penakut, tetapi suka sesumbar kepada orang lain (musuhnya). Orang seperti ini dianggap bermulut besar, licik, penakut. Akibatnya, banyak orang yang tidak senang, dan sering mencari kesempatan untuk mempermalukannya. Karena itulah, sebaiknya sifat seperti ini dihindari. Jangan sampai menyombongkan kekuatan atau hal-hal yang bukan berasal dari diri sendiri.

Soalnya, sekali waktu, apa yang diandalkan sebagai perisai atau payung pelindung tersebut mungkin saja tidak berfungsi lagi. Nah, apa jadinya kalau sudah terlanjur menantang, etapi tidak ada yang bersedia menolongnya ?  Ibarat seekor ayam kate jantan yang berani berkeliaran sampai ke pinggir hutan. Begitu ketemu anjing atau hewan liar lainnya, secepat apa pu berlari pasti tertangkap dan hidupnya akan berakhir sia-sia saja.

Tuesday, April 12, 2016

Emban Cindhe, Emban Siladan (( sikap dan perbatan tidak terpuji ))


Artinya, emban cindhe  (menggendong dengan selendang), emban siladan (menggendong dengan bekas rautan bambu). Menggambarkan bagaimanasikap orang tua atau pemimpin yang senang membeda-bedakan anak atau rakyatnya.Orang yang disukai akan diperhatikan setengah mati. Ibaratnya, apa yang dimintainya pasti diberikan. Hidupnya disantuni habis-habisan, disanjung puji kemana-mana. Sedangkan orang yang tidak disukainya akan diperhatikan asal-asalan. Atau, boleh dikatakan malah dibiarkan begitu saja. Benar dikatakan salah, salah tidak diberitahu bagaimana cara memperbaikinya, tetapi dijadikan rerasan dimana-mana. Peribahasa ini sering digunakan sebagai nasihat yang ditujukan kepada orang tua atau para penguasa, agar tidak membedakan perhatiannya terhadap anak ataupun rakyatnya.

Tuesday, April 5, 2016

Ciri Wanci Lelai Ginawa Mati adalah salah satu nasehat dalam sikap & perbuatan tidak baik

Selamat datang di sudihardi.com...!!!
Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan arti dari peribahasa jawa "Ciri Wanci Lelai Ginawa Mati".





Artinya,ciri (cacat), waktu (waktu), lelai (kebiasaan buruk), ginawa mati (di bawa mati).Terjemahan bebasnya, segala sesuatu yang menjadi cacat bawaan sejak lahir akan dibawa sampai meninggal.Cacat bawaan tersebut, misalnya sejak lahir mempunyai tahi lalat di pipi, mata agak sayu, gampang marah, sifatnya kaku, dan sebagainya.Umumnya, ciri yang sudah berakar seperti itu sulit dihilangkan dan akan terbawa sampai mati.
Hasil gambar untuk kejahatan

Peribahasa ini merupakkan sindiran terhadap orang yang memiliki sifat dan perangai buruk, tetapi yang bersangkutan tidak berusaha untuk mengurangi, apalagi menghilangkannya.Contohnya, kebiasaan sejak kecil sering ketahuan suka mengambil barang tanpa ijin pemiliknya, sampai tua pun sifatnya itu bukannya berkurang, tetapi malah menjadi-jadi. Mencuri benar-benar menjadi kebiasaan baginya.Misalnya, sedang kepepet ,mencuri dapat dijadikan pekerjaan (mata pencaharian) baginya.Padahal, dirinya sadar bahwa mencuri itu salah dan merugikan orang lain.Meskipun demikian, rasa, pikir, batin, dan jiwanya tidak sanggup untuk mengekang nafsunya untuk melakukan hal tersebut.




Friday, April 1, 2016

Byung-Byung Tawon Kambu (( sikap & perbuatan tidak terpuji ))




Artinya, byung-byung (suara berdengung), tawon kambu (lebah berbondong-bondong terbang mencium bau madu).Makna dan terjemahan bebasnya, orang yang hanya ikut-ikutan dalam kegiatan banyak orang tanpa mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi dan ke mana tujuan mereka.

Di jawa, sikap seperti itu dianggap buruk.Pertama, jika hanya ikut-ikutan, dirinya tidak akan mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi.Tanpa mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi, dirinya tidak akan mampu berbuat banyak seperti orang lain.Tanpa dapat berbuat banyak, dia akan diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya.

Ikut meramaikan atau anut grubyuk terkadang memang diperlukan untuk memeriahkan sebuah acara.Namun, dalam setiap peristiwa massal, sebaiknya orang menghindari sekadar anut grubyuk yang jelas tidak mengundang keuntungan tersebut.