Tuesday, April 26, 2016

Mbondhan Tanpa Ratu (( sikap dan perilaku tidak terpuji ))





Artinya, mbondhan (menari bondhan), tanpa ratu (tanpa raja). Dalam adat budaya jawa, tari bondhan sering dipentaskan dalam upacara keraton, disaksikan raja dan pembesar kerajaan lainnya. Maka, apabila seorang penari menarikan tari bondhan tanpa disaksikan raja, hal itu merupakan tindakan yang aneh atau melanggar adat yang telah ditetapkan.

Makna peribahasa ini menggambarkan bagaimana orang yang bertingkah semaunya sendiri, tanpa mengindahkan aturan (ketentuan) yang ada. Sikap seperti ini jelas bertentangan dengan kebiasaan masyarakat. Akibatnya, orang yang bersangkutan akan dianggap melawan kesepakatan yang telah ditentukan bersama.

Conyohnya, berdasarkan musyawarah RW, setiap dua minggu sekali diadakan kerja bakti untuk menata lingkungan sesuai ketentuan yang digariskan pemerintah. Meskipun dalam musyawarah semua warga menyetujuinya, tetapi dalam praktiknya, ada seorang yang tidak pernah ikut kerja bakti. Alasannya macam-macam. Ketika ditegur oleh ketua RW, dia menyatakan terus terang tidak mungkin ikut kerja bakti karena pekerjaan dan kegiatan pribadinya yang cukup banyak dan tidak bisa ditinggalkan.Kalau diperbolehkan, dia sanggup membayar berapa pun asalkan dibebaskan dari kerja bakti dua mingguan itu.