Monday, September 25, 2017

shalat tahajud adalah pembasmi stres alami


" Dan pada sebagian malam shalat Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."
[QS. Al-Isra' : 79]

Hasil gambar untuk sholat

Dr. Muhammad Soleh, seorang staf pengajar di IAIN Sunan Ampel Surabaya, mampu membuktikan bahwa shalat tahajud yang didirikan dengan rutin akan dapat mengatasi masalah stres. Melalui desertasi doktoral di bidang ilmu kedokteran pada Program Sarjana Universitas Surabaya dengan judul "Pengaruh Tahajud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh  Imunologik : Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi".

Dr. Soleh berangkat dari hipotesa bahwa hormon kortisol di dalam darah merupakan salah satu hormon stres. Kadar hormon ini terus meningkat saat kita berada dalam keadaan stres. Dengan kadar hormon yang terus meningkat, kita akan mudah berbuat salah, sulit berkonsentrasi dan daya ingat menjadi kurang baik. Hormon ini dijadikan sebagai tolok ukur untuk mengetahui derajat stres seseorang. Semakin tinggi hormon kortisol di dalam darahnya maka semakin tinggi pula tingkat stresnya. Pada pagi hari , hormon kortisol normal berkisar 38-690 nmol/liter, sedangkan pada malam hari sekitar 69-345 nmol/liter.

Disertasi ini melibatkan 19 mahasiswa yang terus mengerkjakan shalat Tahajud selama 2 bulan. Shalat Tahajud dimulai pada pukul 2.00 hingga 3.30 WIB dan dikerjakan sebanyak 11 rakaat, terdiri dari 8 rakaat 4 kali salam dan shalat Witir sebanyak 3 rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol 19 mahasiswa tersebut diperiksa di tiga laboratorium di Surabaya. 
Para mahasiswa yang mengerjakan shalat Tahajud secara rutin berbeda dengan mahasiswa yang tidak mengerjakannya. Mereka yang mengerjakan shalat Tahajud memiliki kadar kortisol yang rendah. Hal ini menndakan bahwa mereka memiliki ketahanan tubuh yang kuat dan kemungkinan individu yang tangguh sehingga mampu menanggulangi masalah-masalah sulit dengan lebih stabil.

Pada malam hari, alam memiliki spektrum warna putih dan suasana sangat hening serta tenteram. Bacaan yang kita lantunkan di malam yang hening seperti itu, dengan keadaan fisik kita yang diam dan pikiran yang berhenti sepenuhnya, akan memberikan dampak yang sangat besar dan mengesankan dalam berkomunikasi dengan Allah SWT. Dengan demikian, orang yang mengerakan shalat Tahajud akan merasakan ketenangan di dalam jiwanya.